I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 23


Saat mobil itu berhenti keluar lah seorang gadis cantik yg memakai dress putih polos berenda tanpa lengan sepanjang pertengahan paha, sepatu boot putih berhigh heels, kalung berliontin berlian kecil, dan anting putih sepanjang 2 inci, serta rambut yang di biarkan terurai. 


 "siapa dia?"


"Cantik sekali!"


"Apa kau kenal dia?" 


"Cih, saat pemilihan baru datang"


Banyak orang orang berbisik dan membicarakan gadis itu, dan tentunya banyak orang yang memandang nya dengan cara mereka masing masing, ada yg kagum, terkejut, iri, ciut, dan terpesona. 


Dan Alyan adalah salah satu dari orang yg ada di sana yg memandang gadis itu terkejut juga terpesona. 


Gadis itu berjalan di antara para tamu undangan, dan melihat Darlen yg juga sejak tadi tercengang melihat dirinya. 


"Selamat ulang tahun~! Saya bingung mau kasih apa, jadi saya buatkan cake saja, mohon di terima ya" ucap gadis itu sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna hitam. 


"Kamu..." Ucap Darlen ragu ragu. 


"Saya? Saya kenapa? Ah, emang saya terlambat sih, tapi demi menepati janji, saya tidak akan mengecewakan tuan"


"Gaya bicara mu seperti...apa kamu benar benar Melviona perawat nya Alyan."


"Iya, memang nya ada apa? Apa ada yang salah dari penampilan saya? Ah, kalau gitu saya pergi dulu, saya hanya mau memberi ini" lanjut gadis itu yg ternyata ialah Melviona. 


Saat Melviona berbalik dan ingin meninggalkan tempat itu, Darlen langsung menahan pergelangan tangan Melviona. 


"Tunggu"


"Eh, ada apa?" Tanya Melviona bingung. 


Tiba tiba, Darlen langsung setengah berlutut di tanah di hadapan Melviona dan membukakan kotak merah kecil berisi kan cincin permata. 


"Malam ini, aku ingin memilih mu sebagai tunangan ku" ucap Darlen. 


Perkataan Darlen membuat Melviona dan seluruh orang yang ada di sana terkejut, saat tau Darlen memilih seorang gadis yg baru saja datang itu. 


"A-apa ini? Apa acara pemilihan tunangan mu belum selesai?" Tanya Melviona. 


Darlen menggeleng " tidak, saat kamu menyetujui nya maka akan selesai, kau tahu, aku sudah menunggu dirimu lama sekali, ku pikir kamu tidak akan datang, aku berusaha mengulur waktu sampai sekarang, walau seharusnya aku sudah harus menyelesaikan ini sebelum acara ulang tahun ku" jelas Darlen. 


"Ta-tapi..." Perkataan Melviona terhenti saat melihat wajah manis Darlen berubah menjadi murung dan membuat hatinya iba tak tahan melihat ekspresi anak anjing yg tengah bersedih itu. 


"Tolong jangan menolak ku, ibuku sedang melihat ke arah kita, aku tidak ingin ia ikut bersedih" bisik Darlen. 


Melviona melirik ke sana kemari, melihat ratusan mata yg memandang dirinya, dan kemudian pandangan nya tertahan saat melihat seorang wanita berumur 40-an duduk di tempat khusus, memandangi dirinya lembut dan tersenyum. 


Melviona kembali melihat Darlen, yg masih berlutut juga memandangi dirinya. 


"Aku... aku menerima nya, tapi hanya sekedar akting di depan ibumu saja, boleh kan" bisik Melviona. 


".... tentu" Jawab Darlen, kemudian meraih tangan kiri Melviona, namun saat Darlen baru saja mau memasukkan cincin ke jari manis Melviona, Alyan langsung menarik Melviona ke dada bidangnya.  


"Saya baru tau, kalau tuan muda dari keluarga Barkes, suka menganggu tunangan orang lain" ucap Alyan datar. 


"Eh" Melviona yg masih dalam dekapan Alyan merasa terkejut dan mendongak ke atas melihat Alyan. 


"Alyan, dia hanya perawat pribadi mu" ucap Darlen mengingat kan. 


"Apa kau percaya seorang pria dewasa masih memiliki seorang perawat?" Balas Alyan. 


Melviona langsung menolak Alyan, dan membuat dirinya terlepas dari dekapan Alyan. 


"Anda kenapa lagi sih?! Anda sudah gila ya! Sejak kapan saya memiliki tunangan, apalagi yg sifatnya seperti anda!" Bentak Melviona kasar, membuat Alyan malu dan merasa sakit di hatinya. 


"Dasar arogan!" Lanjut Melviona, kemudian berjalan cepat ke arah mobil nya dan pergi. 


Melviona yg menyadari bahwa ia diikuti oleh Alyan, langsung menambah kecepatan hingga penuh, begitu juga Alyan yg tidak ingin ketinggalan mobil Melviona. Kini mereka saling balapan di sepanjang jalan ke villa. 


Sesampainya di villa, Melviona langsung keluar dari mobil dan berjalan cepat ke villa, namun sayangnya jalan cepat Melviona bisa di kalahkan oleh lari cepat Alyan. 


Saat Melviona memasuki ruang tamu, Alyan langsung menangkap Melviona dengan cara memeluk Melviona dari belakang secara tiba tiba. 


"lepaskan! gila ya?!" bentak Melviona memberontak. 


"menurut mu, apa hukuman bagi seorang pengkhianat?" bisik Alyan di kuping Melviona. 


"uuukh...! berkhianat apanya?! seperti nya anda benar benar harus di bawa ke rumah sakit jiwa" lanjut Melviona. 


Alyan tidak membalas, ia malah mulai mencium leher Melviona, membuat Melviona merasa geli. 


"Uuukh, lepaskan! Dasar mesum!" Bentak Melviona lagi, sambil berusaha melepaskan pelukan Alyan di pinggang nya. 


"AAKH!" teriak Alyan kesakitan saat Melviona menginjak kakinya. 


"Ini peringatan terakhir dari saya, saya harap anda tidak melakukan hal seperti ini lagi, kali ini saya akan menganggap kejadian barusan tidak pernah terjadi"


"Heh, kalau aku tidak mau?"


"Ini bukan permintaan, ini PERINTAH" ucap Melviona tegas, kemudian bergegas ke kamar nya. 


Sesampainya di kamar nya, Melviona mengunci pintu kamar nya dan berjalan ke meja rias nya, ia menatap pantulan dirinya di dalam kaca, dan melihat tanda ****** di lehernya, ia menyentuh lehernya kemudian menitikan air mata. "Aku nggak mau kerja di sini lagi" gumam Melviona. Kemudian berjalan ke arah lemarinya dan membongkar semua pakaian nya. 


Keesokan paginya pun tiba, Melviona yg sudah membereskan kopernya keluar dari dalam kamarnya, namun langkah kaki Melviona terhenti saat ingin melintasi ruang tamu, ia melihat beberapa kamera dan juga orang orang yg seperti nya para wartawan. 


"Jadi, kapan anda akan kembali memulai dunia hiburan lagi?" Tanya salah seorang wartawan. 


"Hari ini" jawab Alyan singkat. 


"Tolong katakan alasan anda kembali ke dunia hiburan" tanya nya lagi. 


"Tidak ada hal yang spesial, aku hanya ingin saja, bermalas-malasan di villa maupun di tempat liburan lainnya seperti nya bukan hal yang bagus untuk fisik ku"jelas Alyan. 


"Dunia hiburan? Sebenarnya ada apa ini?" Gumam Melviona. 


Melviona pergi ke dapur dan melihat para pelayan sedang melakukan tugas nya seperti biasanya. 


" Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Tanya Melviona. 


"Tuan muda, akan kembali menjadi seorang idol~!😍" Seru Karin girang. 


"Idol?" Tanya Melviona Tambah bingung. 


"Iya, tuan muda Alyan akan kembali menjadi tuan muda Alyan yg dulu!" 


"Tuan muda Alyan adalah seorang mantan idol yg sangat populer sampai saat ini, dengan suara yang bagus juga wajah yg sangat mendukung, tuan muda sudah terjun ke dunia hiburan saat berumur 8 tahun, kemampuan aktingnya juga bagus, oleh karena itu saat berumur 15 tahun, dia di beri penghargaan sebagai aktor terbaik sekaligus termuda di berbagai film drama yg dia peran kan" jelas Olivia. 


"Hah?!" Kejut Melviona menjatuhkan koper nya di lantai dapur. 


"Eh, koper? Nona mau kemana?" Tanya Chloe. 


"Ah, itu...aku..." 


"Jangan jangan karna masalah kemarin di acara ultah tuan Darlen ya"  tanya Chloe curiga. 


"Ngomongin soal kemarin, apa aku boleh bertanya? Sejak kapan nona dan tuan muda tunangan?" Tanya Windi. 


"... kalian salah paham, aku tidak mempunyai tunangan" ucap Melviona datar. 


"Iya ya, sampai sampai nona satu ini berani mempermalukan tuan muda di depan banyak orang" ucap Eloise. 


Pak!