
"kak..." panggil Kristian.
"ah, iya kalau nanti sudah selesai, kamu tinggal kembali menyapu lantai dan Langsung tidur, eh, tunggu dulu apa kamu sudah mencuci pakaian kotor mu? dengar ya kalau malam ini kamu belum mencuci pakaian mu, maka kamu akan tidur di ruang tamu."
PRANK!
"Kristian! apa yg kamu lakukan!"
"MEMANGNYA KENAPA! AKU BAKAL DI HUKUM LAGI! DI HUKUM JADI BUDAK DI RUMAH SENDIRI! AKU HANYA INGIN NGERAYAIN PARTY ULTAH BARENG TEMAN TEMAN! AKU NGGAK MAU KAKAK TAU SOAL INI KARNA AKU NGGAK MAU KAKAK MEMBUAT PARTY AKU JADI MEMBOSANKAN SEPERTI TAHUN TAHUN YG SUDAH BERLALU! LAGI ULANG TAHUN INI HANYA DI ADAKAN SEKALI DALAM SETAHUN! MEMANG NYA APA SALAH NYA! SETELAH AKU HIDUP BERTAHUN TAHUN DALAM KEKANGAN KAKAK SELAMA INI, MEMANG NYA AKU NGGAK BERHAK BEBAS WALAU SEHARI?!" ucap Kristian melepas seluruh kekesalannya.
"diam"
"kenapa?! sekarang aku nggak boleh protes! padahal ak..."
PLAK
satu tamparan di pipi Kristian sudah tercap dengan tinta merah kebiru biruan.
"kubilang diam! kamu bahkan tidak tau apa yg sedang kamu bicarakan, kamu bahkan kurang ingat dengan kejadian hari itu tapi bisa bisanya kamu menyebutkan kata 'kejam' 'adil' dan 'hak' dari mulut mu. jika saat itu Alvin tidak memberi tahu ku tentang party bodoh mu itu maka sekarang kamu mungkin sedang merawat seorang wanita hamil" ucap Melviona dingin.
"Alvin?! nggak, nggak mungkin"pikir Kristian berusaha menyangkal bahwa Alvin lah yang membuat kakak nya pulang lebih awal malam itu.
"maksud kakak..." gumam Kristian yg masih tak yakin karna selama 10 tahun ia bersama Alvin. Alvin tidak pernah membuat Kristian dalam masalah, malah sebaliknya Alvin terus saja membela dan menutupi kesalahan Kristian.
"kamu benar benar kelewatan, besok pagi nggak ada lagi pengampunan buat kamu, aku bakal telepon ayah ibu besok" Melviona pergi meninggalkan ruang tamu dan masuk ke dalam kamarnya, sedang kan Kristian hanya dapat terdiam.
ke esok kan paginya, 05.30 wib
Melviona memasak sarapan pagi sendiri tanpa bantuan Kristian, dan pukul 06.00 wib Kristian bangun dari tidurnya saat mendengar suara alarm dari ponsel nya.
Kristian berdiri dari ranjangnya dan memakai sendal rumah nya, kemudian berjalan turun menuju dapur. Kristian tidak melihat kakak nya di sana, namun sarapan pagi sudah di sajikan di atas meja makan. Kristian kembali ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar kakaknya.
tok tok tok
"kak, sarapan bareng yuk" ajak Kristian.
"...."
tok tok tok
"kak, aku masuk ya" ujar Kristian membuka pintu kamar kakaknya, tapi saat Kristian membuka pintu, Melviona tidak ada namun terdengar suara shower dari dalam kamar mandi.
"kayaknya kakak lagi mandi" pikir Kristian, kembali menutup pintu kamar kakaknya dan keluar.
Kristian masuk di dalam kamarnya sendiri dan bersiap siap untuk mandi dan berpakaian.
07.00 WIB
Kristian sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, dan juga pagi ini Kristian mengancing kerah bajunya dan memakai dasinya dengan rapi, kemudian keluar dari kamarnya dan turun kembali ke dapur.
Kristian berpikir bila ia mandi sekarang, mungkin dapat sarapan bersama kakanya namun melihat Melviona sudah selesai makan dan mencuci piringnya di wastafel, Kristian tidak jadi sarapan dan bergegas kembali ke kamar nya untuk mengambil tas dan ponselnya.
saat Kristian turun, Kristian sudah tidak melihat kakak nya, mobil kakak nya juga sudah tidak ada di garasi mobil.
"jadi... hari ini gw jalan kaki ke sekolah ya" gumam Kristian menuju meja makan.
"tapi kan jarak ke sekolah lumayan jauh....aaaah..tau ah, apa gw suruh Alvin jemput gw ya? akh, Lo lupa apa yang sudah dia lakuin sama lo?" ucap Kristian duduk di kursi.
"haaaah, biasanya kalau makan bareng kakak, hari ini....eh i-ini kan kunci motor gw?!" Kristian terkejut saat melihat kunci motornya ada di atas meja makan.
"sengaja di tinggal atau lupaya?" gumam Kristian, pergi ke garasi dan menyalakan motor nya.
πΊπΊπΊπΊπΊ
kriiiiiing!!!
"eh, itu kak melvi kan?" ucap Vodi.
"hm? kakak? gw kesana duluya" ucap Kristian berdiri dari duduknya saat melihat Melviona sedang makan bersama Rina, dan Manda.
"siang kak" sapa Kristian yg kini sudah duduk di samping kakak nya.
"masih pagi" jawab Melviona tidak melihat Kristian.
"hai ganteng~" sapa Manda.
"adik kelas coy" ucap Rina menegur Manda.
"ck tau kok, emang apa salahnya pacaran sama brondong" jawab Manda.
"hehehe, maaf kak tapi aku nggak suka yg lebih tua" sahut Kristian.
"tuh kan, kasian banget" ledek Rina.
"apaan sih, lagian aku nggak kelihatan lebih tua kok" jawab Manda kesal.
"gw ke kelas dulu ya" ucap Melviona berdiri dari tempatnya.
"kok cepet banget?" tanya Rina
"mau ngerjain pr sejarah yg tadi" jawab Melviona pergi meninggalkan kantin.
"eh, padahal kan itu pr untuk di serahkan besok" gumam Manda.
"namanya aja murid teladan" balas Rina.
"btw....Lo udah punya pacar nggak?" tanya Manda kepada Kristian.
Kristian tidak menjawab, ia berdiri dan kembali ke meja yg ada teman temannya. namun langkah Kristian terhenti saat melihat Alvin juga ada di sana.
"bro, ngapain berdiri aja? mau jadi patung?" tanya Vodi meledek.
"kris, pulang sekolah mampir di resto yg baru di buka dong, mumpung Lo bawa motor." ajak alvin
"nggak, gw ada urusan sepulang sekolah" jawab Kristian.
"kalau gitu lusa deh"
"lusa, gw nggak ada waktu"
"kok, gitu sih? kalo gitu kapan Lo punya waktu aja deh, kita pergi bareng"
"sorry, gw sibuk, gw nggak punya waktu buat main terus" balas Kristian, kemudian meninggalkan kantin.
"wuih, kayak nya ada yang mulai retak nih" sahut Bayu.
"hm .... nggak kok dia memang lagi sibuk, gw hanya lupa aja kalo di punya banyak kerjaan akhir akhir ini" jawab Alvin.
"kayaknya.... Kristian udah tau soal kenapa party ultah dia kacau" pikir Alvin.
sepulang sekolah, Melviona kembali ke rumah, ia sedikit terkejut melihat Kristian yg sudah ada di sofa ruang tamu saat ia membuka pintu. karna biasanya Kristian pulang satu jam setelah pulang sekolah.
Melviona naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya, ia membaringkan dirinya di atas kasur nya dan menatap langit langit kamar nya.
"kalau di ingat ingat lagi...dari kemarin setelah selesai makan malam, gw nggak liat anjing imut itu lagi" gumam Melviona.
tok tok tok
"kak... lapar...π" ucap Kristian dari depan pintu kamar Melviona.