I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 37


Alyan berlari menuju ruangan Melviona, namun sesampainya di sana ia tidak menemukan kehadiran Melviona.


Dengan cepat Alyan mengelilingi seluruh sekolah dan melihat Melviona tengah berada di bangku taman sekolah.


Alyan perlahan menghampiri Melviona dengan senyum yang terukir di wajahnya, namun tinggal beberapa langkah lagi, ia melihat Delvin yg berlari dengan cepat nya dan duduk di samping Melviona.


"bu guru udah makan siang?" Tanya Delvin.


"Eh, kamu sendiri?" Tanya Melviona balik.


"Belum๐Ÿ˜Š" jawab nya singkat.


"Lalu... ngapain kesini? Sana ke kantin, bentar lagi masuk loh"


"Aku tau kok๐Ÿ˜Š"


"Aneh" sahut Alyan yg sudah berdiri di samping Melviona.


"Alyan?" Gumam Melviona.


"Waaah... tokoh utama nya sudah datang" ucap Delvin.


"๐Ÿคจ? Maksud kamu apa?" Tanya Melviona bingung.


"Tokoh utama dalam novel 'Nikah SMA' sudah datang"


"Woy!" Bentak Alyan.


"Nikah SMA?"


"Bu guru nggak tau? Dia sudah di jodohkan kemarin"


"Kemarin?"


"Iya, ternyata kemarin saat kita lihat dia di depan resto, itu dia lagi bersiap siap ke perjodohan"


"Oh, ๐Ÿ˜ฏ jadi kemarin..."


"Benar, pantas saja kemarin dia pakai setelan hitam, hahaha ๐Ÿ˜‚"


Melviona memandangi Alyan, ia tak habis pikir dengan apa yg di dengar nya. "beneran? Trus kemarin kok aku liat kamu sendiri aja" tanya Melviona.


"Cerita nya panjang" jawab Alyan.


"Jangan bilang kamu..."


"Udah ah, keburu masuk nanti nya" ucap Delvin. "ke kantin yuk" ajak nya. "aku lapar"


"Kamu nggak bisa pergi sendiri ๐Ÿ˜•"


"Nggak, aku nungguin ibu buat makan bareng"


"maaf, tapi aku mau ke ruang kepsek" Melviona beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan dua orang pria itu.


"Gila ya?!๐Ÿ˜ " Bentak Alyan.


Delvin melihat ke arah Alyan yg masih berdiri di dekat bangku "kenapa? Marah?๐Ÿ˜"


"Dengar ya, jangan pernah urusin urusan ku, dasar bedebah! Ibuku bukan, ayah ku bukan, Melviona juga bukan"


"Eh, Melviona juga bukan? Jadi Melviona berhak urusin urusan mu๐Ÿ˜•?"


"Budeg ya! Di bilangin jangan ikut campur, malah..."


"Iya maaf, lain kali aku campuri pake coklat deh biar manis, di campuri cabai malah buat usus buntu"


"Woy! Mau mati ya!๐Ÿ’ข"


Delvin berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Alyan "maaf bro, tapi aku masih belum buat pilihan" bisik nya di kuping Alyan.


"Dasar bodoh" ledek nya kemudian berlari sekencang kencangnya menjauhi Alyan yg sudah mengeras kan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya kuat.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Kini sudah pukul 16.00 dan bel pulang pun berbunyi.


Dan seperti tadi, Alyan mencari Melviona ke sekeliling sekolah. "dia pulang duluan ๐Ÿ˜•" gumam nya saat masih belum menemukan kehadiran Melviona.


Akhirnya Alyan memutuskan untuk pulang dan seperti dugaan nya Melviona memang sudah pulang duluan sebelum bel pulang berbunyi tepatnya pukul 15.30, ia sedang berada di rumahnya untuk melepaskan pakaiannya dari jemuran.


Setelah selesai, ia memutuskan untuk memasak makan malam untuk ke dua orang tuanya yg masih belum pulang bekerja.


Beberapa jam kemudian, ia bergegas kembali ke RS melihat ke adaan adik nya.


"Sayang banget kamu nggak bangun, lihat malam ini kakak masak makanan kesukaan kamu loh" ucap Melviona lalu menaruh kotak makanan bertingkat itu di samping meja ranjang Kristian.


"Apa boleh aku coba?" Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yg terasa familiar dari belakang Melviona.


Melviona langsung berbalik melihat asal suara itu dan menemukan Alyan yg tengah berjalan menghampiri dirinya.


"Kamu kok kesini? Siapa yg sakit?" Tanya Melviona.


"Begitu ya... Belajar stalker dari mana?"


"Stalker? Aku bukan stalker tau, aku hanya khawatir mikir kamu nyembunyiin sakit dari ku"


"aku nggak sakit"


"Aku tau"


Alyan memerhatikan Kristian yg tengah terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang nya. "sejak kapan dia begini?"


"Lama"


"Aku turut berdukacita"


"Dia belum meninggal ๐Ÿ’ข"


"Maaf๐Ÿค"


Melviona menghela nafasnya, lalu kembali memandangi Alyan. "Ngapain kesini?"


"Nggak ngapa-ngapain"


"Ya sudah sana pergi"


"Nggak mau, aku lapar, mau makan itu" rengek nya sambil menunjuk ke arah kotak makanan yang ada di atas meja.


"Jangan banyak alasan, sana pulang"


"Aku beneran lapar loh, nih lihat aku kurusan kan, kamu nggak takut penyakit ku kambuh๐Ÿ˜จ"


Melviona hanya terdiam, memandangi Alyan yg menatap nya dengan mata yang berbinar-binar.


"Sana makan" Melviona menyodorkan kotak makanan itu di hadapan Alyan, dan di balas dengan senyum manis oleh Alyan.


Ting!


Sebuah pesan teks masuk di ponsel Melviona.


"Mel, kamu udah pulang?" Tanya Yersia.


"Sudah mah, aku udah masak di rumah tadi"


"Begitu ya, mama cuma mau bilang kalau kerja sampingan kamu nggak masalah buat mama papa"


"Beneran? Melvi pikir mama papa bakal marah"


"Nggak lah sayang, masa kami marah sama putri kesayangan kami"


"Hahaha, makasih atas pengertiannya nya"


"Bukan apa-apa, kok kalau gitu mama lanjut kerja ya"


"Okโ˜บ๏ธ"


Melviona menaruh ponselnya di atas meja sambil tersenyum kecil, ia tak menyangka kedua orang tuanya akan menerima keputusan yang ia buat sendiri.


Melviona termenung sejenak sambil mengelus rambut Kristian, namun tiba-tiba ia teringat akan suatu hal yang sangat menarik.


Ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Alyan yg tengah memakan makanan nya.


"Enak nggak?" Tanya Melviona yg kini sudah duduk di hadapan Alyan.


Alyan hanya mengangguk sambil meneruskan makan nya.


"Aku boleh nanya nggak?" Tanya Melviona lagi, namun kali ini Alyan menggeleng. "aku lagi makan, nggak baik bicara sambil makan" jawab nya.


"Oh, nih" sambil menuangkan air di dalam gelas. "pelan pelan aja, nggak ada yg rebut kok"


Alyan hanya tersenyum, lalu meminum air, kemudian ia kembali melanjutkan makan nya.


Tak lama kemudian, Alyan selesai makan, ia bersendawa dan bersandar di sofa.


"Aduh, kayak nya tadi aku betulan lapar deh" gumamnya.


"Ah, iya tadi kamu mau nanya apa?" Tanya Alyan.


"Uhmm, itu... soal yg di bicarakan Delvin siang tadi gimana?"


"Gimana apanya? Kan kamu udah dengar sendiri"


"Jadi itu betulan?! Terus gimana? Kamu deg degan nggak pas ketemu calon tunangan kamu?๐Ÿ˜ฏ"


Alyan terdiam, ia memandangi Melviona yg sungguh penasaran akan perjodohannya. "kenapa nanya nanya? Cemburu?"


"Siapa? Aku? Aku cemburu sama siapa?"


"jujur aja, aku tau kalau kamu diam diam suka kan sama aku๐Ÿ˜โ€