
Tiba-tiba, seorang pria tinggi datang mengebrak meja, membuat semua mata tertuju pada nya.
"Alyan?🤨" Gumam Melviona.
"Jauh-jauh dari cewek orang😠" ucap Alyan penuh penekanan.
"Hah..?🤨" Sontak Melviona terkejut dengan pengakuan Alyan.
"Cewek orang? Maksudnya...🤔" Delvin melirik Melviona perlahan, dan di balas dengan gelengan kecil Melviona.
"Apanya yang bukan?" Ucap Alyan saat melihat Melviona menggelengkan kepalanya. "jelas jelas kamu penggemar ku, kamu sering kasih aku bunga, trus ikutin aku pas pulang kayak stalker"
Lagi lagi Delvin melirik Melviona dan seperti tadi, Melviona kembali menggeleng kecil, ia tak tau apa yg tengah di fikirkan Alyan.
Melihat Melviona kembali menggeleng, Alyan merasa kesal "ka!"
"Bentar" potong Delvin "aku tau kamu idol, tapi memaksa seseorang jadi penggemar mu....apa itu nggak berlebihan😕" ucap Delvin.
Kriiing!
Bel pun berbunyi di tengah tengah situasi mencekam itu.
"A-aku duluan ya, pelajaran mau di mulai nih" ucap Melviona beranjak dari duduknya.
Namun dengan cepat Alyan menarik lengan Melviona keluar dari perpustakaan menuju kelas.
Sesampainya di depan pintu kelas, Alyan melepas genggaman nya, dan masuk sendiri ke dalam kelas.
"Dia kenapa lagi sih?" Tanya Melviona dalam hati.
Melviona berjalan perlahan kearah bangkunya dan duduk perlahan sambil menatap Alyan yg sedari tadi mengeraskan rahangnya.
"Baik anak anak, kita akan membahas sejarah" ucap guru di depan kelas.
Tiba-tiba Alyan beranjak dari duduknya dan mengambil buku sejarah Melviona di atas meja, lalu kembali duduk di tempatnya.
"Eh, trus aku belajar nya gimana?" Tanya Melviona agak kesal, yah...sepintar pintarnya Melviona, namun ia kurang mempelajari tentang sejarah negara lain selain Indonesia.
"Kamu biasanya nggak baca buku kok" ucap Alyan ketus.
"Tapi kan.."
"Kamu mau kita sampingan kayak kemarin? Aku nggak bakal nahan loh, kalau lagi mau"
"Hah?"
"Ini anak belajar mesum dari mana sih?" Ucap Melviona dalam hati.
Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi, dan Alyan mulai di kerumuni banyak wanita.
Namun Alyan tak peduli dengan mereka, ia melirik kearah Melviona yg tengah berdiri di dekat jendela kaca, sambil membaca sebuah buku novel dengan senyum yang sesekali terukir di wajahnya.
Alyan pun beranjak dari duduknya, tak peduli dengan sekitarnya, ia mengunci Melviona dari samping dengan kedua tangannya yang mengekang Melviona.
Tentu saja Melviona merasa terkejut dengan tingkah Alyan, "aku heran deh sama sikap kamu yg kayak gini. Sana minggir" ucap Melviona mendorong Alyan lalu dan dengan cepat Alyan kembali mendekat lalu memeluk pinggang Melviona dari belakang, membuat para siswa yg ada di sana terkejut, ada juga yang langsung mengabadikan momen itu dan mempostingnya di grup sekolah.
PLAK!
satu tamparan dari Melviona melayang di pipi kiri Alyan.
"ALYAN ALFIAN" ucap Melviona penuh penekanan. "jangan pikir aku sama dengan penggemar mu" tukas Melviona tegas, kemudian berjalan keluar kelas dan duduk di kursi taman lalu termenung sejenak, memikirkan jalan pikiran Alyan yg semakin menjengkelkan buatnya.
namun lamunan itu tak berlangsung lama, Delvin menghampiri Melviona dan membuyarkan semuanya.
"hei" panggil Delvin sambil memukul pelan pundak Melviona, kemudian duduk di sampingnya.
"selamat ya, sekarang kamu jadi artis sekolah😃" ucap Delvin.
"Sadis banget, nih lihat" balas Delvin, lalu memperlihatkan layar ponselnya ke Melviona.
"Apa lagi nih?!🤯" Sontak Melviona terkejut saat melihat fotonya sedang dipeluk oleh Alyan di kelas.
"Udah, jangan lihat sampai situ" Delvin menarik ponsel nya di tangan Melviona saat Melviona tengah membaca komentar pada foto itu.
"Mulai hari ini, seperti nya sekolah mu nggak akan tenang, mending kamu pindah sekolah aja, yah...walau aku nggak rela kamu pergi, lagian ini ke tiga kalinya kita ketemuan kan?😢, tapi daripada lihat kamu di sakiti, lebih baik kamu pindah aja" ucap Delvin dengan suara pasrah.
kriiing!
bel masuk berbunyi
"nggak" jawab Melviona.
"hm?"
"nggak ada yg bisa buat aku lepas dari sekolah ini, tanpa kemauan ku" ucap Melviona mantap!
Melviona beranjak dari duduknya dan bergegas ke kelas, meninggalkan Delvin yg masih tercengang dengan perkataan Melviona. "dia bakal betah nggak ya.😕." gumam Delvin.
sesampainya di kelas, semua mata langsung tertuju padanya, mereka terutama penggemar fanatiknya Alyan menatap tajam Melviona dengan tatapan laser mereka, bahkan saat Melviona duduk di tempatnya, tatapan itu tak kunjung lepas, membuat Melviona gelisah sambil meraba wajah nya. (takut bolong 😁)
suasana mencekam itu bertambah parah saat tiba-tiba bel istirahat kembali berbunyi.
bukan nya mengerumuni Alyan, para penggemar fanatik itu kini mengerumuni Melviona yg tengah duduk sambil membaca buku novel milik nya.
mereka mencari cari masalah, dan berusaha membuat Melviona darting.
tak cukup sampai disitu, Manda yg juga bersekolah di sana langsung pindah kelas keesokan harinya, meskipun banyak pertentangan karna nilai nya buruk, namun dengan ketenaran nya ia berhasil masuk ke kelas XII-1.
Manda yg tak mau kalah dengan para penggemar Alyan, berhasil membuat Melviona mencapai titik terendah kesabarannya, namun alhasil, bel pulang sekolah berbunyi.
hari berganti hari, kini sudah satu bulan Melviona bersekolah di sekolah baru nya, dan sudah 28 hari ia di jahili tanpa henti.
"gimana? betah nggak?" tanya Delvin yg kini tengah duduk di depan Melviona.
Kriiing!
Melviona menghentikan makannya dan menghela nafas panjang nya. "kau tau?"
"apa?"
"dari pada dengan anak anak lainnya yg terus menjahili ku, aku lebih kesal dengan mu yg slalu mengajak ku bicara" ucap Melviona kemudian meninggalkan kantin, menuju kelas nya, namun sesampainya di sana, guru yg mengambil pelajaran seni belum datang.
Melviona duduk di bangku nya, dan sama dengan pemandangan kemarin, mejanya penuh dengan coretan, lalu air pel yg membasahi tempat nya.
"hei" panggil Alyan.
pak!
Melviona melempar kan buku seni nya di atas meja Alyan, lalu sibuk menghapus coretan di atas meja nya.
"bukan, maksud ku bukan ini" ucap Alyan lagi.
Melviona tak menjawab, ia terus sibuk dengan urusan nya.
"hei, apa kamu mend..." Alyan terkejut saat tiba-tiba Melviona menumpahkan buku pelajaran nya yg ada di dalam tasnya di atas meja Alyan, lalu kembali ke bangku nya.
BRAK!
tiba-tiba seorang wanita bertubuh tinggi datang menendang meja Melviona.
Melviona ingat jelas dengan wanita itu, wanita yg pernah bermasalah dengan nya di parkiran kala itu (bab 25✌️🖐️).
ternyata wanita itu sekelas dengan nya, namanya Bleria, cewek tomboi yg juga menyukai Alyan dan slalu berpakaian terbuka di sekolah.