
Senin, 06.00 WIB.
Kristian sedang mengeluarkan air mata nya, tapi bukan karna menangis melainkan karna mengiris bawang merah.
"kaaak...aku nggak lapar kok" rengek Kristian.
"hm? kamu nggak lapar? bagus lah, kamu menghemat bahan makanan pagi ini, tapi apa boleh buat, kakak mu ini mau sarapan" ucap Melviona.
"hiks, aaaakh....perih .....aku nggak mau lagi!" ucap Kristian, meletakkan pisau di atas meja dan berjalan ke ruang tamu.
Melviona hanya tersenyum kecil "nanti kamu jalan kaki ke sekolah ya☺️".
mendengar hal itu Kristian segera kembali ke dapur dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
06.30
Kristian langsung mandi di kamar mandi yang ada dalam kamar nya, kemudian memakai seragam sekolahnya, dan tak lama saat Melviona kakaknya selesai, mereka berdua berangkat bersama dengan mobil Melviona.
07.00 wib mereka sampai dengan cepat ke sekolahnya.
"pulang sekolah tunggu aku di parkiran ya " ujar Melviona.
"hmm" jawab Kristian menutup pintu mobil agak kasar.
"Taukan, apa akibatnya kalau nggak menuruti kakak mu ini?" lanjut Melviona.
"akh, iya iya, aku ke kelas dulu" balas Kristian bergegas ke kelas nya meninggalkan kakaknya di parkiran.
Sesampainya di kelas, Kristian membanting tas nya di atas meja nya, membuat anak anak lain memerhatikan dirinya.
Kristian berjalan dan kemudian duduk di bangku yg berada di samping Sarah.
"hei, kemarin Lo buat ulah apa?" tanya Kristian dingin.
"ha? gu-gue nggak ngerti apa maksud Lo, kemarin gw pulang lebih awal" jawab Sarah berbohong.
"beneran Lo, pulang awal? gimana kalo lo bohong?"
"a-apaan sih, gu-gue Nggak bohong kok, gw beneran pulang awal kemarin" jawab Sarah panik.
"heh, jangan bohong deh, jelas jelas kemarin Lo nyosor buat cium Kristian" ucap Layla yg kemudian berjalan, dan berdiri di samping Kristian.
"cium? anjirrrr nih cewek bener bener" pikir Kristian geram.
"gu-gue, i-itu....gw memang cium Lo tapi gw punya maksud lain, gw hanya" belum sempat Sarah melanjutkan perkataannya, Kristian sudah memotong.
"Lo....Lo tau nggak? kalo itu ciuman pertama gw..." ucap Kristian dengan suara rendah.
Sarah dan Layla merasakan aura yg tak biasanya dari Kristian, Layla yg tadinya berdiri di samping Kristian, kini mundur perlahan. berbeda dengan Sarah yg terkejut mendengar hal itu, ia hanya mematung bagai patung, di tempat nya, ia tidak berani menatap Kristian, ia terus saja menundukkan kepalanya.
" gawat, harus cepat di alihin nih topik" pikir Kevin, yg juga sejak tadi berada di bangku nya sendiri. Kevin berjalan menghampiri Kristian dan menepuk bahu Kristian " bro, kenapa party ultah Lo kemarin di bubarin? padahal kan acaranya belum selesai, sayang banget padahal kemarin gw lagi taruhan minum sama anak kelas sebelah" ucap Kevin.
"tidak membantu" gumam Alvin memerhatikan mereka.
"kok nggak ada respon sih"pikir Kevin yg masih belum menyadari kesalahannya.
"SLAMAT PAGI ANAK ANAK...👨🏻🏫" ucap seorang guru yang mengambil mata pelajaran pagi itu.
"guru datang, cepat kembali ke tempat" ucap Kevin kembali menepuk bahu Kristian.
Kristian tidak bergerak ia tidak peduli akan keberadaan guru di depan, ia terus menatap Sarah dengan tatapan benci.
" ck, hei, ayo" ajak Kevin yg kini menarik bahu Kristian.
🌺🌺🌺🌺🌺
"Mel, ke kantin yuk" ajak Rina sahabat nya Melviona.
"hm? bentar, gw mau beresin buku gw dulu" ucap Melviona yg sedang membaca buku.
"oke"
Sesampainya di kantin, Rina memesan makanan dan 5 menit kemudian makanan pun datang. saat Rina dan Melviona sedang asik makan tiba-tiba terjadi keributan di dalam kantin.
meja makan yg berada di dekat dinding kaca transparan berguling ke lantai dan suara tangis seorang gadis yang memecah di ruangan itu.
alangkah terkejutnya Melviona saat melihat orang yang membuat keributan itu adalah Kristian dan gadis yang tengah menangis itu adalah Sarah. Melviona berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Kristian.
PLAK!
satu tamparan mengenai pipi Kristian dari samping, Kristian yg mendapat respon kasar secara tiba-tiba membuat Kristian tidak tinggal diam. ia sudah menyiapkan kepalan tangannya dan menoleh ke arah tamparan tadi.
GLEK
Kristian menelan ludahnya, ia terkejut melihat Melviona, ia melepas kepalan tangannya dan wajah nya memucat, segera Kristian kabur ke luar kantin dan pergi entah kemana.
Melviona hanya terdiam dan kembali melihat Sarah yg kini sedang duduk di lantai sambil terisak isak.
"are you okay?" tanya Melviona sambil menyodorkan sebuah sapu tangan.
"kak melvi..." gumam Sarah.
"sorry, Kristian udah buat lo nangis, sebagai gantinya gw minta maaf atas namanya Kristian" ucap Melviona.
"nggak papa kok, aku yg salah, kalau aku tidak gegabah, maka ini tidak akan terjadi" jawab Sarah, sambil mengelap pakaiannya yang sudah terkena kuah sup.
"Lo punya baju ganti nggak?" tanya Rina.
"nggak, aku mau pulang aja" jawab Sarah Merapikan dirinya.
"perlu di antar nggak?"tanya Rina lagi.
"nggak usah, aku bawa mobil sendiri, makasih ya kak melvi, sudah nolongin aku, Sampaikan maaf ku pada Kristian" jawab Sarah, kemudian pergi meninggalkan sekolah.
"wah, orang kaya memang aneh ya, keperluan sepele aja nggak punya, tapi barang mahal punya"ujar Rina.
"siapa bilang? setiap orang punya gaya hidup dan prinsip masing masing, jadi jangan pernah bicara seperti itu" jawab Melviona pergi meninggalkan kantin dan di ikuti oleh Rina.
13.00 WIB
Bel pulang sekolah berbunyi, Melviona sudah menunggu di dalam mobil, dan tak lama kemudian Kristian datang dan masuk ke dalam mobil tanpa suara, sesampainya di rumah Kristian bergegas kabur ke kamarnya, tapi kali ini Melviona dengan cepat menarik belakang kerah baju Kristian.
"mau kemana kamu?"tanya Melviona.
"apaan sih, orang mau kekamarnya kok" jawab Kristian melepas tangan Melviona.
"nggak bisa, waktu tidur siang kamu sudah di bayar oleh kelakuan kamu tadi siang" ucap Melviona tegas.
"hah?! kok gitu sih, apa hubungannya coba? lagi pun aku punya alasan kenapa ak...." belum sempat Kristian melanjutkan perkataannya Melviona sudah memotong.
"Dengar ya, buka kuping kamu lebar lebar, wanita itu punya harga diri yang tinggi, bagaimana bisa kamu mempermalukan dia di tempat umum seperti itu" ucap Melviona dengan suara yang mulai meninggi.
"tapi kak, aku kan hanya..."
"Kakak nggak mau tau ya, aku akan menukar pakaianku dan saat aku selesai berpakaian dan masih ada debu di lantai, jangan harap bisa keluar rumah selama seminggu" lanjut Melviona yg lagi lagi memotong pembicaraan Kristian.
Melviona masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu, sedang kan Kristian yg merasa kesal, meletakkan tasnya di sofa dan mulai menyapu dan mengepel lantai dengan cepat.