
Melviona mendongak ke atas, melihat Alyan dengan tatapan kesal.
"kenapa? marah?" tanya Alyan.
"ini cowok beneran bosan hidup ya 😠"pikir Melviona. "tidak, maaf kan saya, saya akan kembali melanjutkan nya" ucap Melviona sambil mengambil sapu garuk di tangan pak satpam.
"nona biar saya saja kaki anda...."
"tidak apa-apa, biar dia saja" ucap Alyan.
Melviona kembali melihat Alyan. lalu menghela nafasnya.
"biar aku saja, tuan bisa istirahat sejenak"lanjut Melviona.
sesudah membereskan pekerjaan nya. Melviona kembali ke dalam villa dengan terpincang-pincang, Melviona masuk ke dalam kamarnya dan duduk di pinggir ranjang nya.
"aw! sakit banget sih" ucap Melviona saat menyentuh tumit kaki nya.
tok tok tok
"iya ada apa?"
"nona, bahan dapur sudah mulai habis" ucap Natalie dari balik pintu kamar Melviona.
"ha? ah iya, tulis saja apa yg kurang, aku yg bakal beli" jawab Melviona.
"oh, baiklah"
Melviona mengambil tas genggam nya dan keluar dari kamarnya menuju dapur.
"eh, kaki nona kenapa?" tanya Natalie saat mau menyerahkan selembar kertas berisi keperluan yang akan di beli.
"tidak apa-apa, ngomong ngomong apa aja yang di beli?" tanya Melviona.
"kayaknya, biar saya saja, nona bisa istirahat di kamar"
"tidak, cepat berikan catatan nya"lanjut Melviona sambil menarik kertas di tangan Natalie. "apa semuanya sudah di tulis? apa ada yang kelupaan"
"tidak, tapi apa nona..."
"kubilang nggak papa, bentar lagi sembuh kok" ucap Melviona.
Melviona pergi ke luar dan masuk ke dalam mobil nya, kemudian pergi menuju mall terdekat.
karna letak villa berada di daerah terpencil, maka harus membutuhkan waktu selama satu sampai satu setengah jam dari villa menuju pusat perbelanjaan terdekat.
sesampainya di mall, Melviona langsung membeli semua yg telah di catat oleh Natalie.
"apaan nih? kok kebanyakan Snack sih? mau buka kantin sekolah apa?" gumam Melviona saat melihat satu halaman di penuhi dengan beragam nama nama Snack.
setelah selesai, Melviona membayar belanjaannya dengan kartu kredit yang diberikan oleh Natalie. sesampainya di depan villa, Melviona baru teringat untuk membeli obat oles untuk kakinya yg kini bengkaknya mulai menjadi jadi.
Melviona memarkirkan mobilnya di halaman villa dan masuk ke dalam villa sambil mengangkat barang belanjaan nya.
BRUGH!
Melviona terjatuh bersama barang belanjaan nya di pintu masuk villa.
"aduuh...😫"
"hei, kami memperkerjakan mu di sini bukan untuk bermalas-malasan dan duduk di lantai" ucap Manda.
"😒 siapa sih? nggak kenal. setau gw yg pekerjakan gw di sini bukan dia deh, di tambah lagi dia kan cuma tamu di sini" pikir Melviona.
Melviona berdiri dengan susah payah, ia melewati Sarah dan pergi ke dapur.
"nih" ucap Melviona sambil menyodorkan kartu kredit kepada Natalie yg sedang memasak makan malam.
"buat apa? kamu kan pengurus rumah tangga yang baru, jadi kartu ini seharusnya kamu yg pegang, aku hanya di tugaskan menjaga ini untuk sementara sampai pengurus rumah tangga yang baru ada" ucap Natalie dengan terus terang.
"oh"balas Melviona singkat dan memasukkan kartu kredit ke dalam tas genggam nya.
"dimana Chloe?"
"hm? lagi beresin atap"
"oh, aku ke kamar dulu ya"
"baik"
pukul 20.00
"malam ini kamu nginap?" tanya Alyan di tengah tengah aktivitas makan malam.
"hm? tidak, aku mau pulang, aku masih banyak kerjaan di tambah lagi aku belum menghafal naskah syuting film karna terlena liburan dengan kalian" ucap Manda.
"oh, jangan tidur larut malam nggak bagus untuk kesehatan" lanjut Alyan.
"nanti cantik nya mudar loh" goda Darlen.
"apaan sih" balas Manda.
"ngomong ngomong, pengurus rumah tangga kali ini lumayan muda" ucap Brave.
"kalau nggak salah seharusnya sekarang dia sudah kelas 2 SMA." ucap Alyan.
"tau dari mana?" tanya Darlen.
"hm? rahasia 🙃" Jawab Alyan kembali melanjutkan makannya.
"cewek itu lagi. bisa nggak sih lupain dia sebulaaaan, saja!" geram Manda dalam hati.
"sendoknya nggak bakal jatuh kok" ucap Darlen saat melihat Manda yg memeras gagang sendoknya dengan kuat.
BRAK!
"aku duluan" ucap Manda, beranjak dari tempatnya dan pergi ke luar.
"kenapa?" tanya Alyan.
"nggak tau, aku cuma bilang kalau sendoknya nggak bakal jatuh aja" lanjut Darlen.
saat Manda pergi keluar, ia melihat Melviona bersama pak satpam sedang duduk bersama sambil meminum kopi di meja bulat yg ada di samping gerbang villa.
PIIIT! PIIIT!
Manda membunyikan klakson mobil nya.
pak satpam yg mendengar suara klakson mobil itu pun bergegas beranjak dari duduknya dan membukakan gerbang.
"Udah nggak mau uang lagi apa! lama banget sih!" ucap Manda dengan nada tinggi.
"yaelah, orang tua aja di marahi, nggak punya etika banget sih jadi orang" pikir Melviona 😒.
"ma-maaf, maaf kan saya nona, lain kali ini tidak akan terjadi lagi" ucap pak satpam sambil membungkuk kan kepalanya berkali kali ke bawah.
"heh, untung masih tau diri" ucap Manda kemudian kembali menjalankan mobil nya.
pak satpam itu menghela nafasnya, sambil melihat mobil Manda yg lambat laun menghilang di kejauhan, kemudian kembali duduk di bangku nya.
"tuan, apa biasanya mereka seperti ini?" tanya Melviona.
"tidak juga, hanya Nn. Manda yg slalu melampiaskan kekesalannya kepada kami orang rendahan. " jawab pak satpam.
"kesal?"
"iya, jika ada yg membuatnya marah, dia akan bertindak seenaknya pada kami"
"haaaah, orang kaya memang menganggap diri mereka sangat tinggi ya, padahal mereka tidak tau tanpa orang orang rendahan seperti kita, mereka tidak mendapatkan pakaian dan minuman yang layak"
"mungkin bagi mereka yg berusaha dari nol tau akan hal itu, namun lain halnya bagi mereka yang lahir dengan sendok emas di mulut, mereka tidak akan tau bahkan tidak pernah terlintas di pikiran mereka apa itu berusaha" lanjut pak satpam.
"iya ya, ngomong ngomong, tuan..." saat Melviona sedang berbicara, Chloe memanggil nya.
"nona! tuan muda Alyan memanggil mu" teriak Chloe dari teras villa.
"baik! aku segera datang! tuan, saya permisi dulu"
"baik, silahkan"
Melviona berlari terpincang-pincang ke dalam villa dan mencari Alyan. tak lama setelah berputar-putar, Melviona melihat Alyan sedang duduk di atap.
"tuan, ada apa mencari saya?" tanya Melviona.
"kemarilah" ucap Alyan.
Melviona menghampiri Alyan dan berdiri di sampingnya.
"ada apa?" tanya Melviona lagi.
"kamu tertimpa tumpukan sampah di sana kan" ucap Alyan sambil menunjuk ke arah di mana tadi siang Melviona mendapati bengkak kan di bagian tumit nya.
"i-iya" jawab Melviona. 😒
"sakit nggak?"
"apanya?"
"apa tidak ada yg terluka?"
"tidak"
"benarkah? kalau begitu kamu bisa pergi"