
drrrt...drrrt...
"ah,halo ma" sapa Melviona pada mamanya.
"Mel, ibu dengar bibi pulang hari ini" tanya sang mama.
"ah,iya soalnya suami bibi sakit"ujar Melviona.
"mama tau, ngomong ngomong mulai hari ini kamu kembali jaga Kristian lagi kan"
"i-iya haha😅"
"emang nya kenapa? kayak ada yg nggak beres deh" curiga sang mama.
"hmm, itu... Kristian kabur mah saat aku suruh beli bahan masak dapur" jawab Melviona gelisah.
"kabur?! kemana?!" teriaknya dari sebrang sana.
"nggak tau, kalau aku tau pasti sekarang dia lagi di rumah" ujar Melviona.
"kok nggak dicariin sih? kamu kakaknya bukan sih"
"nah, ini lagi cari kunci mobil kok ma" balas Melviona sambil mengambil kunci mobil di atas meja rias kamar nya.
"mama bilang kok Kristian nggak di cariin sih? bukan kunci mobil yang dicariin" ujar sang mama.
"yah, mama kalau Kristian kabur nya udah jauh masa aku jalan kaki" gerutu Melviona.
"Mel , sebaiknya kamu cari Kristian di..." belum sempat mama nya berbicara Melviona langsung memotong "mah, aku mau kendarain mobil, udah duluya"
Tut..Tut...
"haahh..nih anak kemana sih?" gumam mama Melviona.
🌺🌺🌺🌺🌺
"Kris, habis ini lo ngapain?"tanya Alvin.
"hm? nggak tau juga, nanti gw pikirin, mungkin...cari angin bentar, baru balik rumah" jawab Kristian melanjutkan makannya.
"masa cari angin doang? nggak meriah banget sih ultah Lo?" ujar Sarah.
"ultah? siapa yang ultah?" tanya Alvin.
Kristian menghentikan makannya ia mengunyah pelan makanan yang ada di mulut nya dan menaruh sendok makan dan garpu di atas piring nya perlahan sambil memandangi Alvin yg kemudian pandangannya melayang perlahan memandangi Sarah.
"anjirrrr...gw lupa! ultah gw hari ini!" spontan Kristian berdiri dan memukul meja dengan kedua tangannya, membuat banyak mata memerhatikan mereka.
"what?! ultah Lo!? gila, kok lo bisa lupa hari sepenting itu sih!" kaget Alvin yg juga ikut berdiri di tempat nya. mereka tidak memedulikan banyak mata yg melihat mereka dengan tatapan aneh dan bingung.
"Ssst...hei, kalian nggak boleh ribut"ujar Sarah sambil memberi senyum kecil kepada orang orang yang masih saja melihat mereka.
Kristian langsung keluar dari restoran itu menuju tempat kendaraan nya dan di susul oleh Alvin. namun saat Sarah juga ingin menyusul ia di halang oleh pelayan resto.
"Maaf mbak, tapi makanan nya belum di bayar. mau kredit atau tunai?" tanya pelayan tersebut.
"Eh, Tu-tunai aja deh. berapa?" tanya Sarah tergesa-gesa berharap ia masih dapat menyusul teman temannya.
"semuanya 350 ribu mbak" jawab pelayan tersebut sambil menyodorkan sebuah kertas bon.
Sarah langsung membuka dompetnya Dan mengambil 4 lembar uang ratusan kemudian memberikan nya kepada pelayan tersebut.
"ambil aja kembaliannya" ujar Sarah yg kemudian berlari menuju pintu keluar dan melihat sekelilingnya. "yah... di tinggal deh" ucap Sarah dengan suara lesu, karna melihat Kristian Dan Alvin sudah tidak ada lagi.
🌺🌺🌺🌺🌺
Kristian menghentikan motornya dan Alvin memarkir mobilnya di sebuah tempat parkir yg berada tak jauh dari situ.
"ngapain kesini? mau main basket?" tanya Alvin yg heran mengapa mereka berhenti di lapangan basket sekolah mereka.
"nggak juga" jawab Kristian sambil melihat kerumunan teman temannya yang sedang asyik bermain basket dan beberapa gadis yg berpenampilan seksi sedang menyemangati dan menyoraki pria yang sedang bermain basket.
tiba-tiba ada seorang perempuan berteriak"Hei, Ketua datang!!!!" sambil menunjuk ke arah Kristian.
lantas mereka semua berhenti dan melihat Kristian datang. Kristian tersenyum sinis memandangi Alvin kemudian berjalan menghampiri teman temannya.
"perhatian semuanya!" seru Kristian sambil menepuk tangannya 3 kali ke atas.
"gw mau ngerayain party ultah gw di rumah gw!, mohon kalian datang ya.. jangan lupa ajak yg lainnya! ingat malam ini pukul 8 malam!" ucap Kristian kepada teman temannya.
"siap!"
"ok"
"pasti dong!"
"baik!" ucap teman temannya mengiyakan.
"ok, thanks, gw cabut dulu ya" balas Kristian yg kemudian berbalik menghampiri Alvin masih berada di sisi lapangan.
"yuk, cabut, bantuin gw siapin party di rumah"ujar Kristian sambil menepuk pundak Alvin.
"Kris, nggak salah lo, mau party di rumah? gimana sama kak melvi? emang nya lo nggak di bacot nanti nya sama dia?" tanya Alvin sambil mengikuti Kristian.
"kakak gw? hm...."
"kenapa? baru ingat Lo punya 1 kakak dirumah?" sambung Alvin.
"ah... itu sih mudah"Jawab Kristian sambil memainkan handphone nya, kemudian mengirimkan pesan kepada Melviona.
"beneran Lo?" tanya Alvin serius dan menatap tajam mata Kristian.
"ya, yaiya lah, Udah cepetan cabut nanti kemalaman jadi nggak sempet"ujar Kristian santai kemudian memasukkan handphone nya kedalam saku jaket hitam nya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Melviona masih mencari Kristian di sekitar lingkungan rumahnya dan sesaat handphone berbunyi.
Ting Ting
Melviona mengehentikan mobilnya di pinggir jalan saat melihat pesan dari adiknya Kristian, segera ia melihat pesan tersebut.
"kakak ku yg cantik, aku sama Alvin pergi duluya keluar kota, untuk jalan jalan... bolehkan? lagi pun ini hari ultah aku loh, jangan lupa siapin hadiah ya? aku sama Alvin bakal pulang besok pagi. sampai jumpa.. i Miss you sister."
Melviona menggenggam erat handphone, mendengar Kristian pergi sangat jauh dan hanya berpamitan lewat pesan. dan dengan geramnya Melviona juga ikut pergi mencari Kristian, ia tidak memikirkan lagi dengan keberadaan Kristian, yg sedang ia pikirkan saat ini adalah apa hukuman yang pantas dengan perbuatan adik satu satunya itu.
🌺🌺🌺🌺🌺
sementara itu Kristian dan Alvin sudah sampai di persimpangan blok rumah Kristian dan saat melihat dari kejauhan tidak ada mobil Melviona di depan rumah, mereka langsung melaju masuk ke halaman rumah Kristian dan memarkir kan kendaraan mereka depan rumah.
"rumah Lo dah di kunci Kris" ujar Alvin sambil memain mainkan engsel pintu.
"nggak papa gw punya kunci cadangan kok" jawab Kristian sambil memutar kunci ke dalam lubang tempat kunci di pintu.
saat memasuki rumah, mereka langsung bersiap-siap Alvin menata ruangan tamu yg cukup besar dan menaruh piring di atas meja yg sepanjang 2,5 meter, sedangkan Kristian sibuk membeli makanan dan minuman keras dan bersoda, tak lupa ia juga memesan kue ultah nya yg setinggi 60 cm di tambah dengan hiasan yg cukup untuk membolongi dompet.