I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 10


Alyan berhenti sejenak saat mau melewati Melviona, ia memandangi Melviona dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"jauh beda, dari yg dulu" gumam Alyan.


"ya?" tanya Melviona bingung.


"tidak apa-apa, lanjut kan pekerjaan mu" ucap Alyan, lalu pergi ke dalam villa.


Melviona dan para pelayan masuk ke dalam villa saat semua tuan dan nona muda itu masuk, sedang kan satpam duduk sambil berjaga di meja bulat yg ada di samping gerbang masuk villa.


para pelayan segera menyiapkan teh dan camilan di atas meja ruang tamu, saat Alyan dan teman temannya duduk di sofa ruang tamu.


sedangkan Melviona sedang berjalan menuju kamar yg telah di siapkan khusus untuk pengurus rumah tangga.


"wah, nggak salah nih? ini kamar ku? kayak apartemen aja" ucap Melviona kagum saat Memasuki kamarnya yg sangat besar.


"tapi.... apaan nih?" tanya Melviona, saat melihat banyak gambar gambar otot perut pria, kemudian di tempeli dengan wajah Alyan dan teman teman cowoknya.


Melviona meletakkan kopernya di lantai, kemudian melepaskan gambar gambar itu.


"kenapa di lepas?" tanya seorang gadis yang tadi dia sambut di depan villa.


"eh? maaf, nona, apakah ini kamar yg di siapkan untuk pengurus rumah tangga?"tanya Melviona.


"iya, memang nya kenapa?"


"oh, tidak, tidak apa-apa, hmm, ada apa nona kemari? apa ada yang perlu saya lakukan?"


"panggil aku nona Manda"


"Manda? nama anda mirip dengan Manda teman saya di Indonesia"😅


"terserah, ngomong ngomong, apa kamu beneran Melviona?"


"iya"


"apa nama panggil mu?"


"nona Manda bisa panggil saya Melviona"


"bukan itu, biasanya orang orang di tempat mu memanggil mu apa?"


"hmmm, Melviona, Mel, melvi"


"Viona?"


"eh, kenapa Nn.Manda bisa tau nama itu?"


"apa itu termasuk nama panggil mu?"


"iya, tapi, itu nama panggil yg saya buat sendiri, selain bibi di rumah, tidak ada yg tau"


"bi Ami?"


"iya"


"ternyata beneran cewek sialan ini!" geram Manda dalam hati dan kemudian pergi dari pintu kamar Melviona.


"aneh, kok dia tau nama gw? apa nama panggilan gw kebanyakan ya? tapi, kenapa dia juga tau soal bi Ami?" pikir Melviona.


sesudah membereskan barang-barang nya, Melviona kembali ke dapur.


"lagi masak apa" tanya Melviona.


"eh, nona, kami sedang membuat cake untuk para tuan muda dan nona Manda."jawab Natalie sambil mengaduk adonan.


"oh, mereka lagi dimana?"


"lagi di kolam renang yg ada di atap" jawab cya.


"ternyata di atap ada kolam renang ya" gumam Melviona.


Melviona termenung sebentar, kemudian berjalan keluar dapur.


"nona mau kemana?" tanya Kayla.


"hm?, cuma mau lihat lihat semua ruangan" jawab Melviona.


"lebih baik nona bawa Chloe, mumpung dia lagi nggak banyak kerjaan"


"kenapa?"


"nggak papa sih, cuma takut nya nona tersesat dan salah masuk ruangan"


"hmm, kalo gitu Dimana Chloe?"


"oh, aku pergi duluya makasih" ucap Melviona.


Melviona berjalan ke luar, dan melihat Chloe sedang menyapu teras villa.


"Chloe?"


"ah, nona? ada apa?" tanya Chloe.


"mau nggak nemenin aku jalan jalan ke dalam villa?"


"hmm, tunggu sebentar aku mau mengumpulkan sampah ini"


"oke"


satu menit kemudian, Chloe selesai membersihkan teras villa, dan kemudian langsung memulai kan tur dalam villa.


"ini ruang tamu, ini ruang baca, ini ruang laboratorium tuan muda Darlen, ini dapur, ini....( bla bla bla bla bla bla bla)..., dan yg terakhir ini adalah kolam renang pribadi yang ada di villa ini, kolam renang ini sengaja di buat di atap villa agar airnya tetap terasa hangat"


"ruangannya banyak banget, sanggup nggak ya memori gw nampung?" pikir Melviona.


"gimana? apa nona sudah tau semua ruangan di villa ini? tadi saya sudah menunjukkan ruangan yang tidak boleh di masuki sembarangan orang dan ruangan yang paling paling paling paling nggak boleh di masuki orang selain tuan muda Alyan" ucap Chloe penuh penegasan.


"ah, iya.... mungkin" gumam Melviona sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Chloe!" panggil salah seorang tuan muda.


Chloe yg mendengar suara panggilan itu langsung bergegas menuju ke arah sana.


"ada apa tuan?" tanya Chloe.


"aku mau mandi, cepat siap kan air mandi ku" ucap nya.


"baik" balas Chloe bergegas pergi dari sana.


"siapa?" tanya Melviona.


"tuan muda Morsy" jawab Chloe.


"itu tuan muda Morsy?"


"iya"


"orang nya sombong" ucap Melviona ketus.


"ssst, nanti kedengaran dia loh" ucap Chloe mengingat kan.


semuanya bekerja, Chloe menyiapkan air mandi, Natalie dan Kayla membuat cake, Cya mencuci piring, Olivia dan Eloise mencuci spray dan pakaian, sedang kan Windi mengepel lantai villa.


"haaaah, kalau gini terus sih, gw bisa mati kebosanan" gumam Melviona yg sedang duduk di kursi rotan yang ada di teras. Melviona berpangku dagu sambil melihat sekeliling, saat pandangannya melayang ke arah pak satpam yg sedang mengumpulkan daun kering di taman dengan sapu garuk.


"biar aku saja" ucap Melviona yg kini sudah berdiri di dekat pak satpam.


"ah, nona anda seharusnya berada di dalam" ucap pak satpam.


"aish, di dalam semua kerja, aku merasa bosan, jadi apa boleh saya bantu?"😉


"tapi, ini memang pekerjaan saya, nanti tuan muda marah kalau nona yg mengerjakan nya, tuan muda pasti berpikir saya tidak becus melakukan nya."


"tidak apa-apa, aku yg tanggung jawab" ucap Melviona, sambil mengambil sapu garuk di tangan pak satpam. "tuan bisa duduk saja di sana, atau tuan ingin di buat kan kopi?" lanjut Melviona.


"ti-tidak perlu, terimakasih."


"hahaha, bukan apa apa kok"


Melviona mulai mengumpulkan semua dedaunan kering yg berjatuhan dan mengumpulkan nya di satu tempat. namun, saat Melviona sedang mengumpulkan dedaunan yg ada di sekitar villa, tiba tiba, sebuah bungkusan Snack jatuh dari atap, Melviona mengumpulkan sampah itu, tapi saat Melviona berbalik kaleng soda jatuh dari atap. lagi lagi Melviona mengumpulkan nya, sampai berulang ulang Melviona berbalik dan melihat berbagai sampah jatuh dari atap.


"uuukh, siapa sih!" teriak Melviona kesal.


BRUGH!


tiba tiba, gumpalan sampah yg jatuh dari atap menutupi pandangan Melviona.


"no-nona, apa anda baik baik saja?" ucap pak satpam sambil membantu Melviona berdiri dari gunung sampah itu.


"aduuh... ulah siapa sih, bosan hidup ya?!"kesal Melviona sambil memegang tumit nya.


"woy! kalau mau bantu jangan setengah setengah, beresin semuanya!" ucap Alyan dari atap.


"ma-maaf tuan, saya yg salah, saya akan kembali membersihkan nya" balas pak satpam sambil mengambil sapu garuk yg tergeletak di tanah.


"buat apa kamu minta maaf, seharusnya dia kan yg minta maaf" lanjut Alyan melirik ke arah Melviona.