I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 24


Olivia memukul bahu Eloise, "kamu bicara nya harus sopan di depan nona. "


"Emangnya kenapa?! Buat apa coba, kita sopan sama orang yang nggak sopan kayak dia!" Seru Eloise. 


Olivia hanya terdiam, ia terkejut saat Eloise berani berkata hal seperti itu di hadapan Melviona secara langsung. 


"Kamu benar" balas Melviona. 


"Buat apa kita sopan sama orang yang nggak sopan" lanjut nya. 


"Eh?"


"Aku tidak tau, seberapa lama kamu bekerja dan mengabdi di keluarga ini, tapi aku kagum padamu yg sangat setia pada mereka, kuharap opini mu untuk keluarga ini tidak memberi maksud tersembunyi yang merugikan" jelas Melviona kemudian pergi dari sana membawa koper nya. 


Tekad Melviona untuk pergi dari kediaman ini sudah bulat, ia berjalan melewati ruang tamu, tanpa memedulikan para wartawan dan Alyan. 


Alyan yg melihat Melviona berjalan di belakang salah seorang kameramen sambil menarik sebuah koper sedikit terkejut dalam hati nya walau tak terlihat di raut wajahnya. 


Namun, saat Melviona membukakan pintu, ternyata banyak para wartawan yang sedang ribut  berusaha untuk masuk ke dalam, ketika mereka melihat Melviona membukakan pintu, mereka langsung berlari ke arah Melviona. 


Melviona yg merasa panik langsung menutup pintu rapat rapat. 


"Hah?! Rame banget!" Gumam Melviona. 


Alyan yg sedari tadi memerhatikan Melviona tersenyum kecil, membuat para wartawan yg sedang mewawancarai nya melihat apa yang membuat Alyan tidak menjawab mereka dan bahkan membuat nya tersenyum.


"siapa dia?" tanya wartawan itu kepada salah seorang kameramen.


"temanku" ucap Alyan.


"hm?"


"dia teman ku yg sangat berharga" lanjut nya.


wartawan yg mendengar respon Alyan merasa dirinya harus mengetahui indentitas Melviona, ia kemudian berjalan menghampiri Melviona diikuti oleh kamera yg slalu mengikuti nya.


"apa saya boleh tau anda siapa?" tanya nya.


"eh, ada apa ini?"


"apa hubungan anda dengan tuan muda Alfian sebenarnya?" lanjut nya.


"tu-tu-tunggu, sebenarnya ada apa ini" tanya Melviona Bingung ketika tiba-tiba ia dikelilingi beberapa orang dan kamera kemudian di lemparkan beberapa pertanyaan yang sepertinya tidak perlu.


Melviona melihat ke arah Alyan yg tengah duduk di sofa yg juga melihat dirinya kemudian memalingkan wajahnya tiba tiba.


"sa-saya hanya perawat pribadi nya saja kok, nggak lebih" lanjut Melviona kemudian berjalan menembus gerombolan orang orang itu dan kembali ke kamarnya.


"akh! gila! kalau gini kapan aku pergi nya!" ucap Melviona yg kini sudah berbaring di atas ranjang nya sambil menatap langit langit kamar nya.


tak lama setelah Melviona berbaring


tok tok


"masuk aja, nggak di kunci" ucap Melviona.


cklek


"Melviona" panggil Alyan yg sudah masuk ke dalam kamar Melviona membuat Melviona terkejut dan langsung beranjak dari tidurnya.


"ada apa?" tanya Melviona yg kini sudah berdiri.


"ikut aku,"


"kemana?"


Alyan tak menjawab ia langsung pergi dan Melviona langsung mengikuti nya.


"seperti nya mereka semua sudah pergi, kalau gitu aku bisa pergi setelah ini" pikir Melviona saat melewati ruang tamu.


sesampainya di kamar Alyan, Alyan langsung menutup pintu.


"eh"


"siapkan peralatan mandi ku, aku mau mandi"


"baik"


"akhir akhir ini, aku akan sangat sibuk, jadi mungkin kita akan sangat jarang bertemu"


"syukurlah" ucap Melviona dalam hati. 


"apa tidak ada yg mau kamu sampaikan?"


"ya?, ah itu... tidak ada"


"... kamu kenapa membawa koper mu keluar? apa kamu berniat untuk cuti lagi?"


"tidak, bukan begitu"


"lalu?"


"waktu kerjaku tinggal seminggu lagi, tapi aku berniat untuk berhenti sekarang"


"ya?"


"bukan apa-apa"


"saya... tidak punya maksud lain akan keputusan ini, saya hanya berpikir untuk bersantai sebentar di negara ini sebelum kembali ke negara ku"


"ikut lah dengan ku"


"hm?"


"ikut lah dengan ku, aku akan memperlihatkan banyak hal untuk mu"


"ma-maksudnya?"


"kamu...kamu kan perawat ku, jadi otomatis kamu akan mengikuti ku kemana pun, aku akan pergi ke sana kemari karna aku sudah kembali ke dunia hiburan hari ini, dan aku mau kamu menjadi temanku, karna di dunia hiburan tidak ada hubungan antar lawan jenis yg hanya sekedar teman"


"hah?"


"dengan dirimu sekarang yg seperti nya akan menjaga jarak dariku, aku yakin, orang orang pasti berpikir kita murni berteman"


"tapi kenapa?"


"aku...cuma mau mengubah pandangan orang-orang yang slalu berpikir bila hubungan cinta slalu muncul diantara para artis seperti kami"


"bukan itu, maksud saya... kenapa harus saya?"


"itu karna aku mau membuat pengalaman bersamamu sebelum kamu pergi, jadi mulai hari ini, kamu bisa bicara santai padaku, tidak perlu berbicara formal seperti biasanya"


"...🤔"


"AKU-KAMU, seperti itu sampai seterusnya tidak ada SAYA dan ANDA lagi"


🌺🌺🌺🌺🌺


Kediaman Barkes...


"tuan muda, apa anda sudah lihat berita televisi pagi ini?" tanya salah seorang pelayan saat melihat Darlen di teras rumah.


"tidak, memangnya ada hal menarik apa?" tanya Darlen balik sambil memainkan game di ponselnya.


"pagi ini, telah di umumkan bahwa tuan Alyan, akan kembali ke dunia hiburan"


Darlen yg mendengar hal itu terkejut, kedua jari jempol nya yg berhenti bergerak membuat ia kalah dari game itu. "aku kalah" gumam Darlen.


"hm?"


"kamu bisa pergi"


"baik"


Darlen menghela nafasnya pelan dan menatap langit "seperti nya aku memang harus menyerah" gumam Darlen.


Bukan hanya Darlen, tapi Manda, Brave, Morsy juga ayah nya Alyan yg mendengar hal itu terkejut.


"Al, beneran kamu mau balik?!" tanya Manda lewat saluran ponsel.


"hm" jawab Alyan singkat.


"kok tiba-tiba sih"


"kenapa? nggak boleh ya"


"bukan gitu juga, cuma...aku nggak nyangka kamu bakal memilih keputusan benar seperti ini"


"benar? kalau keputusan ku memang benar, kenapa aku harus di beri banyak nasehat? seperti aku akan melakukan kekacauan saja"


"hm?"


"Sebelum kamu, Morsy dan brave juga meneleponku, mereka memberi ku banyak pertanyaan seperti seorang wartawan saja, kupikir mereka lebih cocok untuk pekerjaan itu, hahaha, apa lagi saat ayah ku yg menelpon ku"


"ayah mu?"


"iya, dia mengingat kan ku juga memarahi ku seperti guru killer saja"


"hahaha, rasain, jadi, gimana hari ini? katanya kamu bakal mulai hari ini kan?"


"iya, hari ini aku harus mengadakan pertemuan pers dulu"


"pertemuan pers? benar juga ya, kabar soal dirimu kan masuk berita televisi, pasti para penggemar mu sedang porak poranda sekarang"


"hm, itu efek samping terkenal dan sangat tampan"


"ke-pe-de-an" gumam Melviona sambil memutar bola matanya.


"ah, sudah duluya, aku mau mengurus sesuatu" ucap Alyan kemudian menutup panggilan nya dengan Manda.


"kamu cemburu ya?" tanya Alyan. "jangan salah paham, hubungan kami memang akrab sejak du..."


"hahahaha cemburu? cemburu katamu?! hahahaha 🤣 gila!"


"kayak nya menyuruh nya untuk tidak bicara formal memang keputusan yg salah" ucap Alyan dalam hati.