I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 25


"hei..." panggil Alyan. 


"hahaha 🤣, ma-maaf, tapi masa iya aku di bilang cemburu hahaha 🤣"


"ugh, memang nya cewek mana yg nggak suka aku?!"tanya Alyan kesal. 


"cewek mana? uhm... cewek waras mungkin ya hahaha!"


"ugh...jadi yg menyukai ku cuma cewek yg nggak waras ya" pikir Alyan. 


Alyan beranjak dari duduknya dan duduk di samping Melviona, ia mendekat kan wajah nya ke arah Melviona seolah-olah mau mencium Melviona, namun Melviona yg menyadari hal itu langsung memukul dahi Alyan dengan ponselnya. 


"aduuuh..." rintih Alyan sambil mengusap ngusap dahi nya. 


"kalau kamu sudah bosan hidup, kamu bisa tinggal bilang aja kok" ucap Melviona dengan senyum menyeringai nya. 


"jahat banget sih, jadi cewek"


"heh, kalau berani kamu bisa bilang sekali lagi kok"


"ugh..iya iya"


"dia pikir dia siapa? aku saja sudah menaklukan anak paling nakal, apa lagi dia yang tingkat nakalnya cuma 60% dibanding Kristian yg 100%, yah... meskipun aku harus mengakui kalau tingkat menyebalkan nya juga 100% sih 😌" ucap Melviona dalam hati. 


Hari itu juga, Alyan dan Melviona pergi ke tempat dimana Alyan akan melakukan pertemuan persnya. 


"Waaah... lihat lautan manusia itu" ucap Melviona. 


"Mau ikut?"tanya Alyan. 


"Kemana?"


"Ya, kesana lah, aku mau menunjuk kan, seberapa ahlinya aku berpidato"


"Hah? Nggak salah? Kamu mau aku ke sana?" Tanya Melviona tak percaya sambil menunjuk ke arah gerombolan orang banyak. "nggak punya hati banget sih jadi orang, bisa bisa aku hanyut di antara mereka" lanjut Melviona. 


"Jangan bicara seperti itu, belum tentu kalau nenek atau nenek moyang mu punya seorang idola" balas Alyan, kemudian keluar dari mobil dengan beberapa bodyguard yg berusaha menghalang-halangi para penggemar yg ingin mendekati Alyan. 


"Wakh, gila! Aku parkir mobil ini dulu deh" ucap Melviona kemudian berkendara menuju tempat parkiran. 


Setelah memarkir mobil, Melviona tidak segera keluar, ia bersandar di kursi mobil kemudian menghela nafasnya pelan dan menutup matanya. 


"Capek banget" gumam nya. 


Tok tok tok


Tiba tiba ada seseorang yg mengetuk jendela kaca mobil. 


"Siapa sih" tanya Melviona dalam hati kemudian keluar dari mobil. 


Ternyata beberapa orang gadis cantik berpakaian sexi juga ada yg berwajah imut sedang berdiri di hadapannya sambil menatap nya dengan tatapan benci juga remeh. 


"Ikut kami" ucap salah seorang wanita yang paling tinggi di banding wanita lainnya, yg tingginya sama dengan Kristian. 


"Kemana?" Tanya Melviona dengan santai. 


"Heh, berani juga" ucap wanita itu kemudian mendekat ke arah Melviona. 


"Ikut saja" lanjut, dengan tangan kanan nya yg sedang memutar-mutar ekor rambut Melviona.


Melviona yg mulai merasa kesal, menepis tangan wanita itu dari rambutnya. 


"Aku tidak ingin mengulang pertanyaan ku tiga kali, jadi katakan dimana" tanya Melviona, dengan tatapan dingin nya. 


"Heh, hahaha...!" 


"Gila" ucap Melviona. 


"Apa? Coba katakan sekali lagi"


"Aku bilang gi-la" ucap Melviona tanpa rasa takut. 


"Heh, hei..." Panggil wanita itu. 


"Apa kau tau siapa aku?" Tanya nya dengan nada sombong. 


"Untuk apa?"


"Hm?"


"Untuk apa aku harus mengetahui dirimu? Dengar, aku bukan wartawan, apa peduliku tentang dirimu?"


"Uuukh!"


PLAK!!!


Satu tamparan keras melayang di pipi kiri Melviona. 


"Hei...bodoh, " panggil Melviona. 


"?!"


"Aku sudah cukup bersabar merespon setiap ucapan mu, jadi..." Melviona kemudian melempar tangan wanita itu membuat wanita itu terdorong beberapa langkah.  


"Aku juga akan merespon gerakan mu" lanjut Melviona kemudian melayangkan kepalan tangannya ke wajah wanita itu. 


"Berdarah! Hidungnya mengeluarkan darah...!" Seru wanita lainnya saat melihat wanita itu mengeluarkan darah dari hidung nya. 


"Hah!" Wanita itu juga terkejut saat darah menetes dari hidung nya. 


"Menyedihkan, itu akibatnya bila berani membuat ku marah" ucap Melviona mengikuti kata kata wanita barusan. 


Melviona yg sudah terlanjur marah pun melayangkan tendangan kaki nya di wajah wanita itu tanpa melepas high heels nya, membuat wanita itu terjatuh di tanah dengan keras dan pipi kiri nya yg membentuk alas high heels Melviona. 


"Siapa? Siapa lagi yg berani? Cepat maju sebelum aku yg menghampiri kalian" ucap Melviona dengan tatapan seram menatap beberapa wanita lainnya yg kemudian melarikan diri. "dasar pengecut" gumam Melviona. 


"Hei...di sini ada cctv, jadi jangan mencoba untuk membuat pengaduan palsu ya" ucap Melviona sambil mengelap darah yg keluar dari mulut wanita itu dengan sapu tangannya. 


🌺🌺🌺🌺🌺


"Melviona?!" Seru Alyan saat melihat Melviona sedang tidur di dalam mobil dengan pipi kiri yg terlihat lebam. 


"Uuukh... apaan sih?" Tanya Melviona terbangun. 


"Ada apa Dengan wajah mu?!"


"Santai aja gih...aku cuma menghantam tiang listrik saja kok"


"Ck, apanya menghantam tiang listrik? Bentuknya saja kayak tangan" ucap Alyan sambil mengotak ngatik ponsel nya. 


"Ngomong ngomong apa pertemuan persnya sudah selesai? Sekarang kita mau kemana?" Tanya Melviona. 


"Pukul tiga sore nanti, aku harus bertemu dengan kepala perusahaan film ku dulu"


"Untuk apa?"


"Dia bilang mau kembali membuat kerja sama dengan ku"


"oh, setengah jam lagi, apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Melviona saat melihat jam tangannya.


"tunggu sebentar"


"ada apa?"


tok tok tok


tiba tiba datang seorang pria berjas hitam mengetuk jendela mobil, kemudian menyodorkan sekantung plastik hitam ke pada Alyan lewat jendela mobil dan pergi tanpa mengatakan apa-apa.


"Melviona" panggil Alyan.


"siapa dia? mencurigakan" ucap Melviona dalam hati.


"Melviona?" panggil Alyan lagi.


"apa dia orang suruhan wanita itu?" ucap Melviona dalam hati.


"Mel? Melviona?"


"tapi, apa hubungan nya dengan Alyan? apa dia sedang akting mata mata?" lanjut Melviona.


"Viona!!!" seru Alyan dengan suara nyaring membuat Melviona terkejut.


"a-apa?!" tanya Melviona kesal.


"kamu lagi mikirin apa sih, dari tadi di panggil nggak nyahut" tanya Alyan.


"oh, itu..." ucapan Melviona terhenti saat tiba tiba Alyan menyentuh pipi kiri Melviona. "aw!" jerit Melviona. "


"sst, kalau kamu teriaknya gitu, orang-orang bisa salah paham" ucap Alyan dengan tatapan fokus ke pipi Melviona.


"kamu ngapain sih, bosan hidup ya!" ucap Melviona menepis tangan Alyan dari pipi nya.


"uukh, aku lagi ngolesin obat tau!" ucap Alyan.


"ngolesin obat? kok pake tangan sih? nggak ada kapas apa?" tanya Melviona.


"pokoknya diam dulu deh" ucap Alyan menahan tengkuk Melviona.


"aw, pelan pelan bisa nggak?!"


"ini udah pelan pelan kok!"