I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
Bab 3


waktu terus berjalan dan sekarang sudah pukul 18:00 wib, Melviona masih saja mengendarai mobil mencari Kristian, walau sudah 4-5 kali mobil nya mogok dan kehabisan bahan bakar di tambah lagi mesin mobil yg luar biasa panas nya.


Pukul 20.00 wib,


Acara party britday Kristian sudah berlangsung, banyak teman teman Kristian yg hadir dan membawa kan kado ultah, yah... meskipun yg datang kebanyakan gadis gadis remaja sih.


" baik teman teman sekalian, ini dia KRISTIAN WALZER!!!" seru Alvin sang pembawa acara.


Kristian menunjukkan dirinya di hadapan teman temannya, ia memakai kemeja putih berlengan panjang, serta kerah baju yg tidak di kancing.


Melihat penampilan Kristian yg sok cool dan menawan membuat para gadis berteriak juga tak kalah berusaha mendekati dan memeluk Kristian, bahkan ada kakak kelas Kristian yg mencium pipi kiri dan kanan Kristian. sedangkan teman teman Kristian laki laki hanya pasrah melihat pacar mereka mendekati Kristian.


"selamat bro, semoga panjang umur" ucap vodi teman setim basket Kristian.


" thanks" balas Kristian.


"lumayan" gumam kevin teman sebangku Kristian.


"apanya?" tanya Kristian melihat ke arah Kevin sambil menggoyang goyangkan gelas berisi anggur di tangannya.


"acara party lo lumayan meriah, di tambah lagi banyak cewek cewek bohay di sini" jawab Kevin sambil menyodorkan sebuah kotak ultah pada Kristian.


" Thanks" balas Kristian.


"mau coba?" tanya Alvin.


"apaan?" tanya Kevin.


Alvin menunjuk ke arah kerumunan gadis gadis yg sedang bergosip di sofa dan beberapa botol miras di atas meja bulat. kemudian mengangkat jari tengah nya ke atas.


" maksud lo.." lirih Kristian.


"mau nggak? kita nggak bakalan buntingin mereka kok" tanya Alvin.


"ok" jawab Kristian mantap, berjalan menghampiri gadis gadis itu.


"woy, lo gimana?" tanya kevin.


"gw? yah nggak lah! punya gw nggak tahan kalau hanya pegang pegang aja tuh cewek" jawab Alvin menggangkat alisnya, menatap remeh Kevin.


"wah, liar banget punya Lo, jangan jangan Lo.... udah nggak perjaka lagi" balas Kevin sambil melirik milik Alvin.


"iya dong, gini gini gw mahasiswa kelas 1 SMA, udah coba lebih dari 15 cewek" ucap Alvin bangga.


"15!? jadi gimana... mereka semua hamil?!" tanya kevin spontan memegang kedua bahu Alvin.


"ck, apaan sih, mereka itu pelacur kok bukan cewek perawan, itu sudah profesi mereka" jawab Alvin melepas tangan Kevin di kedua bahunya.


.


.


Dan di satu sisi Kristian yg sudah duduk di dekat para gadis mulai melakukan aksinya.


" hai, lagi ngomongin apaan nih?" tanya Kristian dengan senyum manis di bibirnya.


" hai, Kris... lagi nggak ngomongin apa apa kok, cuma tentang kehidupan sekolah sama....ini" jawab Layla si gadis manis, ia memeluk lengan Kristian dan menggoyang goyangkan dada nya di lengan Kristian dan membuat Kristian merasa geli.


"bicarain soal besar dada mereka maksudnya?" pikir Kristian tersenyum.


"heh, punya kakak gw lebih besar dari ini, kalau di lihat lihat saat kakak menjemur pakaian dalam, branya ukuran besar semua, jarang ada yang jual , cuman ada di online" pikir Kristian tiba tiba mengingat kakak nya.


"apanya yang besar?" tanya Kristian sok polos, seolah ia tak tau apa yg di maksud Layla.


"iiiiih kamu gimana syih, ini loh...." ujar Lalya kembali menggosokkan dadanya di lengan Kristian dengan kencang, membuat Kristian tak dapat menahan rasa geli di lengan nya.


"ah, hahaha...ituya...hm... lumayan" jawab Kristian mengusap kepala Layla.


sementara Sarah yg sedari tadi ada di sana, tidak tinggal diam. ia berdiri dari duduknya dan duduk di samping Kristian, ia meraih tangan kiri Kristian dan menggenggam nya.


"Kris, ada yang mau gw bicarain sama lo di luar" ujar Sarah.


Kristian tidak mengacuhkan perkataan Sarah, ia malah melepas paksa tangan nya dari genggaman Sarah, dan kembali bersenang senang dengan yg lain. Sarah yg merasa cemburu dan kesal pada Kristian, membuat ia melakukan hal yang tak terduga.


Sarah menarik tangan Kristian dan mencium bibir Kristian, ia melumat nya habis habisan dan tentunya hal itu membuat Kristian terkejut, karena selama dan sebanyak apapun ia pacaran, ia tidak pernah mencium seorang wanita dengan kata lain Sarah mencuri ciuman pertamanya. saat Kristian melepas Sarah, ia merasa telah menelan sesuatu yang seperti kacang.


Sarah melepas kan ciumannya dengan kedua tangannya yang masih melingkari leher Kristian. mengembalikan udara di paru-paru nya. dan kembali melihat Kristian yg perlahan menutup matanya dan jatuh di pelukan Sarah.


Kristian merasa sangat kepanasan dan dengan cepat Sarah memopong Kristian pergi dari sana.


"anjirrr... bukan nya menangkap, malah di tangkap" ujar kevin kagum pada Kristian.


"haaaah...itu lah... keistimewaan punya wajah handsome" gumam Alvin, yang kemudian keluar dari rumah Kristian, pergi ke halaman depan taman.


"Dih, gw juga handsome kali" balas Kevin.


sementara itu, Kristian yg sedang berbaring di ranjang nya, sudah telanjang dada.


Sarah, membuka bajunya sendiri satu persatu, hingga kini ia telanjang bulat, tanpa sehelai benang pun. meskipun ada sedikit rasa malu dengan penampilan nya, namun hatinya sudah teguh untuk di sentuh oleh Kristian, ia tidak memikirkan lagi tentang sekolah nya, masa mudanya, dan keluarganya yang masih dimilikinya, ia berpikir demi tetap bersama Kristian ia rela melakukan apapun dan meninggalkan apapun yang ia punya.


Sarah duduk di pinggir ranjang, memerhatikan otot perut Kristian, dan mengelusnya.


Sarah naik di atas Kristian, dan masih merasa ragu untuk melakukan nya.


"Sarah, lo ngapain lagi sih? lakuin ajah, lo mau Kristian di ambil sama cewek lain?" gumam Sarah kepada dirinya sendiri.


belum sempat melepas sabuk Kristian, tiba tiba....


BRAK!


"apa yg mau Lo lakuin sama Kristian" ucap Melviona dengan tatapan tajam dan penuh amarah di matanya.


Sarah merasa sangat terkejut, ia merinding dengan tatapan Melviona di tambah lagi ia tidak memakai busana.


"Bu-bukan, seperti yg kak melvi pikirkan kok" ucap Sarah yg langsung turun dari atas Kristian.


"Jangan, bohong deh, jelas jelas Lo yg buat Kristian pingsan, dan bawa dia di sini lalu lo...".


"kak, kak melvi, bukan kayak gitu kok, a-aku hanya mau..."


"kakak...." lirih Kristian setengah sadar. "Panas ..."


Melviona mendekati Kristian, ia memegang kening Kristian yg terasa panas, segera, Melviona mengambil air dingin di kulkas, kemudian mengangkat sedikit kepala Kristian, dan memberi minum Kristian.


Melviona, kembali melihat Sarah yg kini sudah berpakaian, menatap dingin Sarah seolah olah berkata bahwa perang dunia ke 2 akan di mulai.