KEY

KEY
MAU


MALAM TIBA 🌃


Mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam. Hanya suara sendok, garpu, piring yang saling beradu. Hening menyelimuti seisi ruangan tersebut, sampai Dio berdehem.


" Pa, Ma nanti ada yang Dio mau obrolin habis makan ", ucapan Dio seketika membuat semua yang tadinya fokus terhadap makanan kini terdiam dengan pandangan tertuju padanya. Sesaat ia menjeling ke arah Kenzie dengan menyunggingkan senyum miring.


" Mampus gue! ", batin Kenzie yang seakan sudah terbayang apa yang akan terjadi nantinya. Seketika ia menepuk jidatnya mengingat kebodohan yang telah ia lakukan ketika berbicara tadi pagi dengan kedua lelaki yang kini sedang menyusun rencana untuk dirinya itu.


" Bego' Ken ", batin dirinya lagi mengumpat dirinya sendiri.


" Serius amat kelihatannya ", ucap Mama Arin.


" Yaa bisa dibilang emang serius Ma ", saut Dio.


Tiba-tiba suara tepuk tangan yang tak lain dilakukan oleh Keyra.


" Yee akhirnya Kak Nanda nikah juga ", timpal gadis itu dengan sumringahnya.


Mama dan Papa Dio hanya bisa tersenyum melihat tingkah gadis yang sudah mereka anggap anak sendiri. Dio, Vidi dan Ken? Jangan tanya, mereka masing-masing menghela nafas dan berusaha meraup kesabaran entah darimana.


" Bocil bocil ", hanya kata itu yang keluar dari mulut seorang Kenzie sembari menggelengkan kepalanya dan lanjut menghabiskan makanannya.


" Terserah lu dek ", sambung Vidi.


" Habisin dek makanannya ", ucap Dio pasrah.


RUANG KELUARGA 👨‍👩‍👦‍👦


" Jadi Bang mau ngomongin apa nih ", Papa Dio membuka suara.


" Gini Pa, kan Keyra udah abang anggap seperti adik abang sendiri ni ", Dio mulai berbicara, sedang diseberang meja terdapat lelaki yang hanya bisa menelan ludah dengan sulitnya menunggu kata demi kata yang keluar dari mulut TEMAN BAIKNYA itu.


" Nah jadi boleh dong kalau misalnya Dio juga ikutan seleksi cowok cowok yang mau deketin Keyra ", sambung Dio.


" atau yang udah ngelamar tapi tanpa sepengetahuan kita ", timpal Vidi menyinggung Ken dengan telak.


Kenzie terbatuk, seakan tenggorokannya tiba-tiba kering kerontang. Ia mengambil segelas air dingin dan meminumnya. Keyra yang sedari tadi sibuk mengunyah pun ikut tersedak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Vidi. Tangannya pun bergerak mengambil air putih dingin yang sudah ia minum sedikit tadi di gelasnya itu.


Dio dan Vidi tersenyum senang melihat respon kedua manusia yang membingungkan itu. Mama dan Papa Dio hanya bisa menyaksikan tingkah mereka tanpa tau apa yang sebenarnya telah terjadi.


" Hehehe enggak kenapa-napa ", jawab adiknya sembari menyengir kuda.


" Ini sebenarnya ada apa bang? ", tanya Mama Dio.


" Iya, ini maksudnya siapa ngelamar siapa? ", tambah Papa Dio.


" Si Ken tu Pa ngelamar Keyra gak tau kapan, mana yang dilamar iya iya aja lagi ", jelas Dio menyudutkan keduanya.


" Si adek juga diam diam aja, kenapa gak cerita sama abang? ", kini Vidi yang berbicara dan bertanya pada adiknya yang terdiam sembari menundukkan kepalanya.


" Dek ", panggil Vidi lagi.


" Ha? ", cengo' Keyra menoleh pada Vidi.


" Ha he ha he aja, kapan dilamarnya? ", Vidi bertanya.


" Tadi pagi ", jawaban Keyra membuat wajah Kenzie memerah menahan malu, lelaki itu memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Si bocil pakai segala beneran dijawab lagi ", batin Kenzie.


Dio dan yang lainnya berusaha menahan tawa mereka, apalagi melihat keadaan Kenzie.


" Rasain lu! Bocah masih piyik dilamar ", batin Vidi.


" Kok iya iya aja dek? ", tanya Vidi lagi.


" Ehm gak tau, salah jawab aja tadi ", jawaban Keyra selanjutnya ini seketika membuat Kenzie benar-benar terkejut dan refleks mengalihkan pandangannya ke arah Keyra. Sedang yang lain mengalihkan pandangannya ke arah lain menyembunyikan tawa mereka.


" Maksud lo salah jawab? ", kini Kenzie yang bertanya.


" Keyra gak tau, keyra bingung mau jawab apa ", ucap Keyra setengah merengek, di sisi lain ia takut Kenzie marah kepadanya.


" Ya udah gini deh, dek kamu mau gak sama cowok di samping kamu itu? ", tanya Dio pada Keyra dengan tatapan mengintimidasi kepada Kenzie.


Kenzie menatap gadis itu menunggu jawaban dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.


" Mau ", satu kata yang keluar dari mulut gadis itu berhasil membuat wajah Kenzie semakin memerah.