
" Si bocil mau ngomong apa ya? ", batin Kenzie, ia segera menyusul gadis itu.
Kenzie beranjak dari duduknya dan berniat menyusul Keyra. Tapi langkahnya dihalangi oleh Vidi yang muncul begitu saja dihadapannya.
" Mau kemana lo! ", tanya Vidi.
" Mau tau aja urusan orang, minggir !! ", ketus Kenzie dan mendorong pelan Vidi sehingga lelaki itu bisa melanjutkan langkahnya.
Vidi menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Emang gak ada sopannya sama calon abang ipar ", gumam Vidi kesal.
" Awas aja lo, gak gue restuin baru tau rasa lo ! ", teriak Vidi kesal.
Vidi melanjutkan langkahnya dan mendudukkan tubuhnya di kursi makan. Entahlah, apa yang tengah Vidi pikirkan.
Tak lama datang Dio dengan muka aur-auran. Dengan langkah gontai lelaki itu membuka kulkas dan mengambil air soda dingin dengan ukuran botol kecil. Ia duduk dihadapan Vidi.
" Kenapa? ", tanya Dio pelan, seakan-akan tidak berniat untuk bertanya dengan lelaki dihadapannya itu.
Dio meneguk air soda dingin yang ia ambil tadi. Ia meletakkan begitu saja botol yang sudah habis setengah airnya itu. Ia mengangkat sebelah alisnya melihat Vidi yang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
" Naksir lo sama gue, gitu amat natap gue ", tukas Dio.
Vidi bergedik ngeri mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dio.
" Masih normal gue "
" Lah trus ngapain lo natap gue kayak gitu ", cercah Dio.
" Lagian lo juga nanya gak jelas amat, lo nanyain apa tadi ", jelas Vidi.
" Yang mana? Yang lo naksir sama gue itu? ", dengan santainya Dio berbicara.
" Geli gue !! Bukan yang itu beg*, yang lo baru masuk ke sini tadi ", jelas Vidi.
Dio tertawa pelan.
" Ohh yang itu, gue nanya kenapa muka lo jelek ", ucap Dio asal lalu kembali begitu saja meninggalkan Vidi yang menganga tidak menyangka dengan mulut teman kuliahnya itu.
" Buset dah emang gak ada yang sopan sama gue ", geram Vidi lalu beranjak dari kursinya.
" Bahaya ni kalau adek gue lama-lama gue biarin sama dua bujang tua itu, bisa-bisa adek gue yang udah gue didik dengan benar bakalan gak sopan juga sama gue ", cerocos Vidi sembari langkahnya menuju kamar adiknya.
Dilihatnya, pintu kamar adiknya itu terbuka lebar. Dan terdengar suara pria yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Dio dan Kenzie.
" Buset dah, asik banget gue liat-liat ni ", ujar Vidi masuk begitu saja ke kamar adiknya.
" Mau liat adek gue lah, takut di ajarin gak sopan sama lo pada ", ucap Vidi sembari duduk di samping adiknya yang tengah duduk di sofa yang ada di kamar tersebut. Vidi sengaja memeluk adiknya itu dihadapan Dio dan Kenzie.
Seperti anak kecil, Vidi menjulurkan lidah kearah dua lelaki yang memicingkan mata kearahnya ketika Keyra membalas pelukan dari abangnya tersebut.
" Ehem .. jangan lama-lama meluknya ", tukas Kenzie.
" Serah gue lah! Mau sejam dua jam gue meluk adek gue gak masalah kali ", balas Vidi.
" Berisik! ", geram Dio.
" Lo berdua kenapa sih, ha? Toh nanti bakal jadi ipar juga, berantem mulu kerjaannya!! ", omel Dio.
" Dih, gak jadi ngasih restu gue sama temen lo, gak ada sopan-sopannya sama gue ", ujar Vidi.
" Serah lo!! ", ujar Kenzie malas berdebat dengan calon abang iparnya itu (kalau diberi restu 😂)
" Udah udah .. capek kuping gue denger lo berdua berantem ", pungkas Dio.
" Ini gue mau nanya sama Vidi ", ucap Dio mengalihkan topik.
" Apaan? "
" Lo bilang tadi udah ada inceran, ngincer siapa lo? ", tanya Dio tanpa ba-bi-bu membuat semuanya membulatkan mata, terlebih Vidi yang kini menjadi pusat perhatian.
" Mampus gue! ", batin Vidi.
.
.
.
.
.
.
.
Author minta maaf ya karna lama update 🙏
Selamat membaca ❤️❤️❤️