
Vidi : Dia kepo sama Keyra, gue tanya dong ngapain kepo sama adek gue, Lo tau gak dia bilang apa (ucap Vidi membuat Dio penasaran)
Dio : Apaan? (tanya Dio tidak sabaran)
Vidi : Dia bilang mau jagain Keyra
Dio : Kerasukan apa si Ken bisa ngomong gitu ke Lo?
Vidi : Dia juga nanya pendapat gue gimana seandainya kalau dia ngajak Keyra nikah
Dio : Seriusan? Trus Lo jawab apa dan Lo cerita apa aja sama Ken?
Vidi : Gue gak cerita apa-apa, gue suruh aja dia tanya Keyra karna Keyra yang bakal ngejalanin
Dio : Bener Vid, gue setuju sama cara Lo yang nyuruh dia buat nanya ke Keyra langsung
(Hening)
Vidi : Di
Dio : Hmm
Vidi : Lo kan kenal Kenzie udah dari kecil, Lo juga tau banyak masalah hidup dia termasuk mungkin masa lalu nya
Dio : Hmm .. gue tau Lo mau nanya apa ( Saut Dio yang tau arah pembicaraan Vidi kemana )
Vidi : Sok tau Lo
Dio : Yaelah, Lo mau nanya gue kan kalau Kenzie beneran suka atau enggak sama Keyra? Bener gak tebakan gue?
Vidi : Kok Lo bisa tau gitu? Belajar dari mana Lo?
Dio : Lo ngeraguin bakat gue banget Vid ( saut Dio dengan sombongnya, sedang Vidi hanya tertawa ringan mendengar guyonan Dio )
Dio : Ehem .. gini Vid. Gue juga masih belum percaya sepenuhnya sama Ken, tapi semenjak kejadian beberapa tahun lalu baru kali ini gue lihat Ken bisa sedekat itu sama cewek dan ceweknya itu Keyra yang mana mirip sama mantan tunangannya dulu.
Vidi : Tunangan? Ken udah pernah tunangan?
Dio : Iya Vid, dulu Ken pernah tunangan dan hampir menikah, namanya Qiesha. Qiesha meninggal saat mereka berdua hampir menikah, saat itulah Ken berubah jadi dingin dan suka marah-marah. Tapi, semenjak ketemu Keyra yang sifatnya mirip dengan Qiesha, Ken perlahan mencair, ya walaupun awal-awalnya Keyra sempat memakan omongan pedas dari Ken.
Vidi : Iya, kalau mengenai omongan pedas Ken dan sikapnya kepada Keyra waktu awal ketemu Ken udah jujur dan minta maaf sama gue. Tapi tentang tunangannya Ken sama sekali gak cerita sama gue, Di.
Dio : Lo tenang aja Vid, gue percaya kalau sahabat gue gak mungkin ada niatan jahat sama Keyra, gue juga udah kasih peringatan sama Ken buat gak menjadikan Keyra sebagai pelampiasan atau menganggap Keyra sebagai sosok Qiesha. Bagaimanapun, Keyra dan Qiesha dua orang yang berbeda.
Vidi : Lo bener Di, gue sepemikiran sama Lo, ya udah deh Di, gue matiin telponnya, ada apa-apa sama adek gue jangan lupa kabarin gue
Dio : Siap, Lo tenang aja, gue pasti kabarin Lo
Vidi : Makasih Di, wassalamu'alaikum
Dio : Waalaikumsalam
Keyra duduk berselonjor di atas tempat tidur. Gadis itu sibuk dengan pikirannya, tanpa permisi ucapan Ken di teras tadi berputar begitu saja di dalam otaknya.
" Bingung ", gumam Keyra.
Tak lama, terdengar ketukan pintu yang menyadarkan Keyra dari lamunannya.
" Key, boleh masuk gak? ", terdengar suara dari arah luar yang tak lain ialah Dio.
" Masuk aja, Kak, gak dikunci ", saut Keyra yang membenarkan posisinya.
Dio pun masuk kedalam kamar Keyra dan langsung baring asal di samping Keyra. Melihat Dio yang dengan sesuka hati baring ditempat tidurnya dan membuat seprai kasurnya berantakan, tangan Keyra bergerak mengambil bantal dan melemparkannya ke arah Dio.
" Astaga Key, cuma numpang baring bentar Key ", ucap Dio yang mengubah posisi tidurnya dari tengkurap menjadi telentang.
" Kak Nanda tu kebiasaan gak bisa lihat tempat tidur Keyra rapi pasti di berantakin ", omel Keyra.
" Iya, iya, Kakak minta maaf ", ucap Dio mengalah, dan mengubah posisinya menjadi duduk di samping Keyra. Keyra menatap lurus ke depan.
" Key "
" Hmm "
" Kenapa? "
" Keyra bingung "
" Bingung kenapa? ", tanya Dio menaikkan sebelah alisnya.
Keyra menoleh kearah Dio.
" Keyra bingung Kak, tadi Kak Ken ngajak Keyra nikah ", dengan polosnya Keyra memberitahu Dio tentang Ken yang mengajaknya menikah tadi.
Dio? Dio kaget bukan main, mata Dio seakan akan hendak keluar dari tempatnya mendengar pernyataan Keyra. Memang Dio sudah tau perihal perasaan Ken terhadap Keyra, tapi Dio sama sekali tidak menyangka bahwa Ken secepat itu melamar Keyra.
" Emang Ken ngomong apa Dek? ", tanya Dio penasaran.
" Kak Ken bilang gini " mau gak Key nikah sama aku " ", ucap Keyra dengan polosnya menirukan gaya bicara Ken tadi.
Dio menahan tawanya melihat tingkah polos Keyra.
" Habis Lo Ken, gue sidang Lo malam ini depan Mama sama Papa ", batin Dio dengan senyum menyeringai.
Pintu kamar Keyra yang memang tidak ditutup kembali oleh Dio tadi, membuat seseorang yang berada dibalik tembok kamar Keyra bisa mendengar jelas percakapan dua orang yang berada didalam kamar tersebut.
" Dasar bocil, lemes banget punya mulut, sekali aja Key jangan bikin nyawa gue terancam ", batin Ken menangis yang sedari tadi mendengar percakapan dua kakak beradik ketemu gede itu.
" Habis deh gue di sidang ni ", pasrah Ken dan meninggalkan tempat tersebut.