KEY

KEY
Penguji Kesabaran


" Tapi kenyataannya gue udah pernah bikin adek lo nangis Vid dengan ucapan gue ", batin Ken.


Ken masih terdiam dengan lamunannya. Semua itu tak lepas dari pantauan Dio maupun Vidi. Vidi masih menatap Ken heran dengan pertanyaan di kepalanya.


" Gue tau Ken apa yang lo pikirin sekarang ", batin Dio masih menatap Ken.


" Ken ", panggil Dio.


" Ken "


" Ken ", panggil Dio lagi kini menyikut lengan Ken, tapi masih tidak ada sautan dari sang empunya.


" Woy !!! ", teriak Dio tepat di telinga Kenzie. Kenzie terperanjat kaget, tangannya bergerak menimpuk Dio dengan bantal sofa yang ada disampingnya.


" Kamp*et lo ! ", kesal Kenzie.


" Lagian lo dipanggil-panggil diam aja, mikirin apa sih lo, ha?! Keyra? ", goda Dio lagi.


Dio beralih pada Vidi yang ada dihadapannya, yang sedari tadi setia mendengarkan perkelahian kecil antara dia dan Kenzie.


" Fyi, ini teman gue udah kepincut banget sama adek lo, dia juga kayaknya udah ngebet banget mau nikahin adek lo ", ucap Dio tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Vidi hanya tertawa kecil mendengarkan celotehan Dio, ditambah raut kesal yang terlihat jelas di wajah Kenzie terlihat dari tatapan matanya yang tajam kearah Dio.


Tiba-tiba ponsel milik Dio berdering. Dio bergerak mengambil ponsel yang ada di kantong celananya. Dio tersenyum lebar setelah mengetahui nama kontak yang menelfonnya.


" Hallo Kak, Assalamualaikum ", suara cempreng dari seberang telfon, siapa lagi kalau bukan Keyra.


" Waalaikumsalam ", jawab Dio.


" Kak ... pulangnya kapan? Kak Nanda lagi dimana? Ngapain? Sama siapa? Pesanan Keyra jangan lupa ya ... ", pertanyaan beruntun dan peringatan diakhir kalimat gadis itu berhasil membuat Vidi tertawa kecil, sedang Ken tersenyum simpul. Ya, Dio memang mengaktifkan mode speaker sehingga Vidi dan Ken bisa mendengar suara cempreng gadis itu.


" Kamu bisa gak kalau nanya itu satu-satu "


" Gak bisa ", jawab Keyra cepat.


Dio menarik nafas dalam berusaha meraup kesabaran untuk menghadapi gadis yang benar-benar sudah seperti adik kandungnya.


" Bentar lagi pulang ", jawab Dio seadanya.


" Kapan? Berapa lama lagi? "


" Bentar lagi pokoknya bocil ", saut Dio.


" Ya bentarnya berapa lama Kak Nanda? Satu jam? Dua jam? Atau berapa jam ", sikap Keyra yang tidak akan berhenti bertanya sebelum dijawab kembali dalam mode ON.


" Setengah jam lagi Kakak pulang, udah ya jangan nanya mulu bocil "


" Kak ", panggil Keyra diseberang.


" Hmm "


" Kak Nanda sama Kak Ken? ", tanya Keyra yang membuat Ken terperanjat mendengarnya, Vidi yang mengerutkan keningnya, sedang Dio yang tersenyum penuh arti sembari memandang sekilas Ken.


" Kenapa? Kamu kangen? ", ledek Dio diikuti tawa renyahnya.


" Gak lah, ngapain kangen sama Om Om tua itu, gak banget lah ", saut Keyra.


Ken yang mendengar itu seketika melotot tajam kearah ponsel dan dengan cepatnya Ken mengambil ponsel digenggaman Dio.


" Eh anak itik! Lo bilang apa tadi! ", ucap Ken pada gadis yang sering membuatnya kesal itu.


" Eh , eng- enggak kok Om, ehm maksudnya Kak ", gagap Keyra.


" Jujur lo! Lo bilang gue tua, ha?! "


" Ye ... kan emang udah tua, Keyra mah jujur gak mau boong, boong dosa Om ", jawab Keyra apa adanya.


" Serah Lo bocil! "


" Eh Om bentar jangan ditutup dulu telfonnya "


" Gue bukan Om lo Keyra Arisha ", ucap Kenzie dengan menekankan kata demi kata pada ucapannya.


" He he he .. Iya maaf maaf "


" Kenapa? ", tanya Ken dingin.


" Gak jadi deh, udah ya Om, Wassalamu'alaikum ", tutup Keyra secara sepihak.


Dio dan Vidi menahan diri untuk tidak tertawa , sedang Ken menghembuskan nafasnya kasar.


" Dasar bocil! Hobinya nguji kesabaran gue ", batin Ken.


.


.


.


.


.