KEY

KEY
Om & Keponakan


Tidak ada sautan dari gadis itu seperti biasanya, Keyra hanya menjulurkan lidah kearah Kenzie setelah itu ia kembali fokus pada kartun yang sempat jeda beberapa menit itu.


" Lo dari tadi nonton ini, Ken ? ", tanya Dio bermaksud meledek.


" Terpaksa gue !! Entar gak diturutin si bocil nangis, lo juga yang marah ke gue ", saut Kenzie.


" Bukan Dio aja, gue juga bakal perhitungan sama lo kalau adek gue nangis ", tukas Vidi.


" Ya lo berdua sama ", jawab Kenzie.


" Bagus deh lo udah paham ", ucap Dio.


" Kalian mau minum apa ni ? ", tanya Arin.


" Papa kayak biasa ya Ma, Kopi panas ", ucap Rangga.


" Dio Teh aja, Ma "


" Ken sama Tante , Teh aja "


" Vidi mau apa? ", tanya Arin.


" Teh juga Tante "


" Nak, kamu mau apa? ", tanya Arin pada Keyra yang tengah fokus menonton acara kartun itu.


" Suruh dia bantuin aja, Tante ", ucap Ken.


" Dek, lo bantuin sana gih ", suruh Vidi.


" Minimal lo bikinin minuman buat musuh lo, Dek ", saut Dio.


" Itung-itung belajar jadi istri yang baik ", ucap Vidi menambahkan.


Keyra memicingkan mata kearah dua pria yang tengah menyudutkannya itu.


" Berisik !! Cari istri sana ", saut Keyra kemudian gadis itu pergi begitu saja sembari menggandeng Arin menuju ke dapur.


" Buset dah tu adek gue kenapa jadi gitu banget ", ucap Vidi tidak habis pikir dengan mulut sang adik yang semakin enteng menyindirnya.


" Baru nyadar lo ! ", saut Kenzie.


" Kebanyakan adu bacot sama lo tu adek gue jadi begitu ", ucap Vidi menyudutkan Kenzie.


" Kok gue yang lo salahin ", ucap Kenzie tidak terima.


Dio dan Vidi puas menertawakan Kenzie setelah mendengar curahan hati sang lelaki dingin itu. Rangga hanya tertawa pelan mendengar perkataan yang keluar dari lelaki yang sudah memasang wajah tidak senang karena ditertawakan oleh dua lelaki yang seumuran dengannya itu.


" Tapi jujur ya Ken, lo kalau sama adek gue emang udah kayak om sama ponakannya ", tambah Vidi setelahnya ia dan Dio kembali tertawa sembari memegang perut mereka.


" Ketawa aja terus lo berdua ! Emang lo berdua paling senang liat gue sengsara ngadepin tu bocil ! ", kesal Kenzie.


" Lo juga sih gak pernah mau ngalah sama Keyra ", tambah Dio.


" Eh lo gak liat gue udah ngalah tadi, gue enak-enak nonton berita dia malah mau nonton kartun yang gue gak suka ", ucap Kenzie.


" Seketika gue merasa emang udah kayak om nemenin keponakannya nonton ", tambah Kenzie membuat Dio dan Vidi yang baru saja menghentikan tawa mereka kembali tertawa dengan begitu puasnya.


" Terus aja terus ketawa sampai tenggorokan lo berdua keluar dari mulut ", kesal Kenzie.


" Keyra gak ada maksa ya tadi, Kak Ken sendiri yang nanya Keyra mau nonton apa ", ucap gadis itu muncul dari dapur dengan membawa toples-toples berisi camilan diikuti Arin dibelakangnya membawa nampan berisi cangkir dengan minumannya.


" Trus ya udah Keyra bilang aja mau nonton kartun ", sambung gadis itu sembari meletakkan toples-toples tersebut keatas meja.


" Muka lo ngasihanin ! Makanya gue gak tega ngeliat bocil nonton berita yang belum layak buat lo dengerin ! ", ucap Kenzie setengah kesal dengan gadis itu.


" Gak nanya ! ", saut Keyra menjulurkan lidahnya ke arah Kenzie.


" Awas aja lo, Cil ", batin Kenzie.


Keyra duduk ditempatnya semula yaitu di samping Kenzie.


" Emang berita apa Ken ? ", tanya Dio meladeni perkataan Kenzie.


" Pernikahan Massal ", jawab Kenzie asal.


Dio dan Vidi yang mendengar jawaban asal itu berusaha menahan tawa mereka. Bisa bahaya kalau mereka kelepasan tertawa disaat mood Kenzie berantakan seperti saat ini, pikir mereka.


.


.


.


.


Selamat membaca ❤️❤️❤️