KEY

KEY
MAKASIH


" KALAU GUE AJAK LO NIKAH MAU GAK? "


Keyra terdiam sesaat, mencoba mencerna kalimat yang keluar dari mulut lelaki dihadapannya yang menunggu jawaban.


" Kakak gak lagi mabuk kan? ", pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut gadis itu membuat lelaki dihadapannya mengerutkan dahi.


" Gue sadar bocil, gue gak lagi mabuk. Lagian lo gak bisa bedain mana orang mabuk mana enggak, ha? ", ucap Kenzie dengan raut wajahnya yang berubah kesal.


" Ya muka Kak Ken sama aja mabuk gak mabuk ", saut gadis itu.


" Enteng banget rahang lo ngomong, Cil ", ucap Kenzie sembari menjetik dahi gadis itu.


" Sakit! ", teriak Keyra.


" Rasain lo! "


" Kalau kayak gini gak jadi mau deh nikah sama Kak Ken, bisa bisa KDRT yang ada nanti ", ucap gadis itu masih memegang dahinya.


" Ya udah maafin maafin ", ucap Kenzie mengusap lembut puncak kepala gadis itu.


" Emang Kak Ken kenapa mau nikah sama Keyra? ", pertanyaan itu terdengar tulus keluar dari mulut gadis itu dan tatapan gadis itu membuat Kenzie terdiam beberapa detik.


" Kak ", panggil Keyra menatap lekat Kenzie. Kenzie mengalihkan wajahnya, melihat ke sembarang arah asal tidak menatap gadis itu.


" Gue .. gue .. ehm .. itu ", ucap Kenzie gagap berusaha mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan gadis itu, entah kenapa seakan sulit sekali untuk menjawab pertanyaan gadis itu.


Pandangan Kenzie kembali tertuju pada gadis yang ternyata masih menatapnya menunggu jawaban. Kenzie menatap lekat manik mata gadis 19 tahun itu.


Kenzie menarik nafas dalam sebelum akhirnya mengatakan " GUE MAU JAGAIN LO KEY ", tegas Kenzie sembari menatap kedua mata bulat gadis itu.


Keyra membelalakkan matanya, kaget dengan apa yang didengarnya.


" Gimana Key? Mau gak nikah sama gue? ", tanya Kenzie lagi.


Keyra masih terdiam. Entahlah, ia tidak tahu harus bagaimana dan menjawab apa sekarang. Lidahnya seakan kelu untuk berbicara.


" Key "


" Kalau gak mau juga gak apa-apa, Key. Gue gak maksa kok ", ucap Kenzie.


" Bukan gitu, Kak. Cepet banget. Kak Ken belum tau gimana hidupnya Keyra, takutnya ada poin dihidup Keyra yang gak bisa Kak Ken terima ", jawab gadis itu.


" Lo juga belum tau hidup gue kayak gimana kan? ", Kenzie balik bertanya.


Gadis itu hanya mengangguk menanggapi.


" Gue juga khawatir hal yang sama kayak lo. Gue takut ada poin dihidup gue yang lo mungkin gak bisa terima ", jelas Kenzie.


" Kenapa gue berani ngajak lo nikah sedang gue masih khawatir? Karena gue gak bisa pendam lama-lama, seenggaknya gue udah sedikit lega sekarang ", lanjut Kenzie menambahkan.


" Sekarang gue cuma mau jawaban MAU atau ENGGAK lo nikah sama gue? Kalau lo mau, gue bakal ceritain hidup gue kayak gimana, masa lalu gue, keluarga gue, semuanya. Masalah hidup lo yang sekiranya emang lo bisa ceritain ke gue lo ceritain aja, kalau emang menurut lo gue atau orang lain gak boleh tau, ya udah lo keep aja ", jelas Kenzie panjang lebar.


" Gimana Key? ", tanya Kenzie lagi pada gadis yang sedari tadi menyimak pembicaraannya.


Keyra hanya mengangguk.


" Ngangguk ngangguk aja lo. Yang jelas entar gue yang kepedean ni. Mau gak nikah sama gue? "


" Iya ", jawab gadis itu pelan memandang kearah lain.


" Ha? Apa? Gak denger gue "


Keyra memutar bola matanya jengah.


" Iyaaa ", ucap gadis itu kini terdengar jelas ditelinga Kenzie.


" Iya atau mau? "


" Kaaaakkkk ! ", kesal Keyra membuat Kenzie tertawa melihat ekspresi kesalnya itu.


" Dasar bocil! ", ucap Kenzie mengusap puncak kepala gadis itu dengan gemas.


" MAKASIH yaa, Cil. Gue balik ke kamar, lo sendiri deh di sini ", ucap Kenzie dan pergi begitu saja membuat Keyra benar-benar kesal dengan pria itu.