KEY

KEY
Kesambet Jin Hotel


Kenzie yang melihat temannya puas tertawa diatas penderitaannya, memilih untuk tidak menggubris dan segera kembali masuk ke kamarnya. Kenzie menutup pintu dengan kencang hingga suara merapatnya pintu menggema di lorong hotel itu.


Dio dan Keyra seketika menoleh ke arah pintu kamar hotel yang ditempati Kenzie.


' Ken, Ken sampai kapan lo dingin kayak gitu ', batin Dio menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


Dio beralih menoleh ke arah Keyra yang kembali menunduk setelah menatap pintu kamar Kenzie yang tertutup keras. Keyra masih betah bersembunyi dibalik badannya. Entah mengapa Dio tidak henti-hentinya merasa gemas dengan bocah dibelakangnya itu.


' Sampai kapan mau sembunyi dibelakang saya? ', ledek Dio seraya tersenyum.


Keyra mendongak dan hanya menyengir kuda.


' Ayo kita ke kamar kamu ', ajak Dio sambil menarik koper yang berada dibelakang Keyra.


' Tapi kak ', ucap Keyra.


' Kenapa? Kamu takut saya apa-apain? ', tebak Dio melihat raut wajah Keyra.


' Iya ', jawab Keyra singkat dengan wajah cemasnya.


Dio hanya menggeleng seraya mengusap puncak kepala Keyra gemas.


' Yang ada saya bakalan dibakar hidup-hidup sama abang kamu kalau saya ngapa-ngapain kamu ', jelas Dio.


Melihat wajah Keyra yang masih tampak was-was, seketika terlintas dipikirannya untuk menjahili bocah cerewet didepannya itu.


' Lagian kalau saya berniat jahat sama kamu, udah dari tadi saya ... ', ucap Dio menggantung melirik dari atas kebawah penampilan Keyra sembari tersenyum mesum.


Keyra yang melihat itu semakin menggidik ngeri dan memeluk erat dirinya sendiri. Dio berjalan mendekat kearah Keyra, sedang Keyra perlahan mundur kebelakang dengan wajah yang semakin takut. Dio sebisa mungkin memasang wajah hendak memakan Keyra dan berusaha sekuat tenaga agar tawanya tidak meledak.


Pletak!!


Dio meringis mendapat pukulan dari seseorang di kepalanya, bahkan dia tidak sadar dengan suara pintu yang kembali terbuka. Dilihatnya Kenzie lah yang sudah berdiri dibelakangnya sudah pasti dengan wajah dinginnya yang selalu dia pasang semenjak beberapa tahun belakangan itu.


' Sakit Ken, apaan sih lo! ', protes Dio.


' Jangan nakutin anak orang lo! ', ucap Kenzie dingin.


' Lo ngapain balik lagi? Ehem ... atau jangan-jangan hati lo udah kebuka nih ', ucap Dio mengejek Kenzie.


Kenzie hanya mendengus.


' Gue cuma mau nganterin ini ', ucap Kenzie sembari menyodorkan cardlock milik kamar Keyra.


Seketika terdengar isakan tangis seseorang. Kenzie dan Dio menoleh dan melihat Keyra sudah terduduk memeluk lututnya. Kenzie dan Dio saling bertatapan dan bersamaan mereka menghela nafas.


' Kambing lo! Muka gue ganteng manis gini lo katain mesum! ', ucap Dio membela dan berbangga diri.


' Lo sih ngerjain gak liat-liat orang ', omel Kenzie lagi.


' Gue bercanda Ken, gak nyangka juga kalo dia bakalan nangis gitu ', bela Dio.


' Lo ngapain masih diam aja. Lo urusin tu bocah jangan sampai ada orang hotel yang ngeliat trus ngira kita ini om-om yang culik bocah dibawah umur ', ucap Kenzie menekankan kata " om-om " nya sambil menatap ke arah Keyra yang menunduk, masih kesal dengan Keyra yang memanggilnya om tadi.


' Bantuin gue dong! ', pinta Dio memelas menggaruk tengkuknya yang tidaklah gatal.


' Ogah gue! ', tolak Kenzie seraya berlalu kembali ke kamarnya.


' Kambing tu orang. Habis nyawa gue sama Vidi ni. Ya Tuhan kenapa ni anak polos banget ', ucap Dio seraya menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Keyra.


' Hey, saya cuma bercanda, kamu gak bisa bedain muka-muka orang jahat sama orang baik? ', ucap Dio berjongkok dihadapan Keyra.


' Gak bisa ', jawab Keyra disela isakannya yang masih tersisa dengan wajah masih menunduk.


Dio terkekeh mendengar jawaban Keyra.


' Saya udah anggap kamu seperti adik kandung saya jadi gak mungkin saya jahatin kamu ', ucap Dio lembut memberi pengertian.


' Beneran? ', Keyra mendongak menatap Dio dengan mata merah dan pipi masih ada bekas air mata mengalir di sana.


Dio membeku ketika melihat dengan jarak sangat dekat gadis itu. Entah kenapa Dio merasakan banyak penderitaan yang disembunyikan gadis itu ketika melihat sorot matanya. Tangan Dio bergerak mengusap lembut puncak kepala gadis itu dan tersenyum tulus pada gadis itu.


Dio melihat senyum manis gadis cerewet dihadapannya itu. Senyum manis dan sorot mata itu benar-benar membuat hati Dio tersentuh hingga tak sadar sudut matanya berair dan segera lelaki itu memalingkan wajahnya dari Keyra. Senyum manis dengan lesung di kedua pipi dan sorot mata bulat dari gadis itu mengingatkannya pada seseorang.


Keyra segera bangkit diikuti Dio. Keyra kembali mendongak menatap Dio.


' Keyra percaya kak, maafin Keyra udah mikir yang enggak-enggak habisnya kakak gitu sih tadi, kan Keyra trauma ', ucap Keyra tanpa sadar diakhir kalimat.


' Trauma? ', tanya Dio memastikan.


' Ah enggak.. itu Keyra mau makan kurma ', ucap Keyra berdalih menggaruk kepalanya yang tidaklah gatal sembari menyengir kuda.


' Saya tau dibalik cerewetnya kamu, dibalik senyumnya kamu, banyak penderitaan yang kamu sembunyikan ', batin Dio menatap lekat Keyra.


' Kak ', panggil Keyra menyadari Dio yang seakan membeku ditambah lagi tatapan Dio itu membuat Keyra semakin jadi dengan pikirannya.


' Eh .. ohh iya, ya udah ayo ', ajak Dio gelagapan berusaha mengembalikan fokusnya. Disisi lain Keyra bernafas lega.


' Alhamdulillah ... aku kira kesambet jin hotel ', batin Keyra.