KEY

KEY
Rencana Dio


" Absurd absurd gini juga udah dilamar tau ", dengan mulusnya sindiran Keyra luncurkan dari mulutnya membuat Kenzie terpelongo mendengar ucapan dari gadis itu.


" Rasain Lo! ", timpal Dio menertawakan sahabatnya yang cengo' itu.


" Emang ini bocah gak ada rem nya sama sekali kalo ngomong ", batin Kenzie.


" Woy, gue masih hidup ni woy, ribut mulu Om sama keponakan ", saut Vidi dari seberang yang merasa dirinya seakan tidak diperdulikan.


Mereka tersadar bahwa memang dari tadi melupakan sosok dibalik panggilan telpon itu.


" Maaf maaf Vid, ini adek lo sama calon adek ipar lo ni ribut mulu dah ", timpal Dio.


" Eh Vid, maksud lo apa bilang om sama keponakan, ha? Lo ngatain gue om-om? Emang dasar ya, gak abang gak adeknya sama aja ", kesal Kenzie.


" Yaelah, dari pada gue panggil lo tante-tante, mau lo gue panggil tante, ha? ", saut Vidi.


" Tau ah, capek gue ditindas mulu ", pasrah Kenzie yang membuat mereka semua yang mendengarnya termasuk Vidi tertawa mendengar ucapannya.


" Udah udah, kita balik ke topik pembicaraan, kalau nunggu kalian selesai ribut ni gak bakal selesai yang mau dibahas sekarang ", Rangga akhirnya bersuara setelah cukup menyaksikan drama antara Ken, Key, Dio dan Vidi.


" Iya ni, Mama jadi bingung sebenarnya kalian mau bahas apa? ", Arin akhirnya bertanya atas kebingungannya.


" Jadi, Dio dan Papa memang sengaja malam ini buat menginterupsi Ken mengenai keseriusannya dengan Keyra, dan menurut Dio yang paling berhak tau ya Vidi ini, Ma. Vidi abangnya Keyra. Dio sengaja nelfon Vidi biar dia bisa dengar sendiri ucapan Kenzie tadi ", jelas Dio.


" Dan yang pasti ada yang ingin Vidi sampaikan ke kita mengenai Keyra yang kita gak tahu ", tambah Dio.


" Mungkin Vidi bisa langsung ngomong aja kali, Vid ", ucap Dio.


" Bukain gue pintu kali ", ucap Vidi membuat mereka bingung, terkecuali Dio dan Rangga yang malah tertawa mendengar ucapan Vidi.


" Astaga .. gue lupa Vid, maaf maaf ", ucap Dio langsung beranjak untuk membukakan Vidi pintu.


Keyra, Kenzie dan Arin hanya terdiam mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Sebenarnya apa yang sudah direncanakan oleh bapak dan anak itu, pikir mereka.


*Flashback on*


Setelah mendengar pengakuan dari Keyra mengenai Kenzie yang mengajak gadis itu menikah pada saat di teras rumah tadi, Dio langsung keluar dari kamar Keyra. Dio mencari keberadaan Kenzie yang ternyata ada di kamarnya tengah baring tertelungkup di atas kasur. Dio mengendap masuk ke kamar dan mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke arah anak bujang itu.


" Woy, bangun woy! ", lemparan bantal dari tangan Dio mendarat mulus ke kepala Kenzie.


Kenzie kaget dengan sesuatu yang mengenai kepalanya. Kenzie langsung terbangun dan melempar balik bantal sofa ke arah Dio.


" Kampr*t lo! ", umpat Kenzie.


Dio tidak menggubris umpatan yang keluar dari mulut Kenzie. Ia mencari kunci mobil dan mengambil jaketnya di lemari.


" Mau kemana Lo ", tanya Kenzie.


" Cari angin ", jawab Dio asal dan bergegas keluar dari kamar.


" Angin pakai di cari cari, ambil tu kipas angin dapat angin juga lo ", gumam Kenzie kesal sendiri atas jawaban asal Dio.


Kenzie kembali baring lagi di atas kasur. Entah apa yang ia pikirkan, yang pasti ia benar-benar tidak ingin melakukan hal apapun selain bermalas-malasan sejenak di kamar sahabatnya itu.


" Pasti Dio ngerencanain sesuatu ni buat gue ", batin Kenzie.


" Argghhh .. dasar anak itik lemes banget punya mulut ", frustasi Kenzie.