KEY

KEY
Dihujani Jitakan


Dio pun membuka pintu kamar hotel dengan cardlock yang ia dapat dari Kenzie tadi sedang Keyra mengikuti dari belakang.


' Ini kamar buat kamu. Kamu bisa menginap disini selama kamu berada di Singapura ini. Kamu suka kan? ', tanya Dio setelah memasuki kamar, tetapi tidak ada tanggapan dari orang yang ditanya.


Dio berbalik dan menemui Keyra mematung diambang pintu dengan mata melihat sekitar kamar.


' Hey ', panggil Dio lembut.


' Eh iya kak, kenapa? ', ucap Keyra tersadar.


' Kamu suka gak kamarnya? ', Keyra mengangguk cepat mungkin terlalu senang.


Entah mengapa melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Keyra membuat Dio juga merasakan hal yang sama.


' Alhamdulillah kalau kamu suka. Saya pulang dulu ya kamu bisa langsung istirahat, jangan lupa langsung tutup dan kunci pintunya. Assalamualaikum ', ucap Dio berpamitan tak lupa meletakkan terlebih dulu koper Keyra didekat lemari yang tak jauh dari kasur itu.


' Waalaikumsalam ', jawab Keyra.


Dio pun meninggalkan Keyra dan segera keluar untuk pulang kerumahnya. Keyra segera menutup dan mengunci pintu kamarnya.


...


Dio berjalan keparkiran menuju mobilnya, baru akan memasuki mobil, Dio teringat sesuatu dan berbalik lagi menemui Keyra. Dio mengetuk pintu setelah sampai didepan pintu kamar yang ditujunya.


' Assalamualaikum ', salam Dio setelah pintu kamar dibuka oleh bocah cerewet menurutnya itu.


' Kenapa kakak ini balik lagi? ', batin Keyra memperhatikan Dio berdiri diambang pintu.


' Astaga Key, ya iyalah dia balik lagi, wong kamu belum bayar balik uang sewa kamar ', batin Keyra lagi sembari menepuk jidatnya dan itu semua tak lepas dari pantauan Dio.


' Pasti om-om tadi yang minta kak Nanda kesini ', batin Keyra lagi mencemberutkan bibirnya.


' Dasar pelit! ', ucap Keyra tidak sadar yang mengundang perhatian Dio yang memang sejak tadi aneh dengan kelakuan bocah didepannya itu.


Pletak !


' Aww ', Keyra meringis mendapat jitakan yang lumayan keras kali ini.


Lagi, Dio menjitak kening bocah aneh dihadapannya itu. Entah sudah keberapa kalinya Dio mendaratkan jitakan dikening gadis itu.


' Siapa yang pelit?! Saya?! ', ucap Dio menunjuk dirinya sendiri. Yang ditanya hanya menggelengkan kepala pelan sembari menggaruk tengkuknya yang tidaklah gatal.


' Kamu kenapa bengong? Bukannya jawab salam orang. Kamu terpesona sama kegantengan saya? ', pertanyaan Dio terakhir berhasil membuat perut Keyra seakan terkocok dan ingin membuang makanan paling mahal di restoran tempat ia makan bersama lelaki dihadapannya itu.


' Waalaikumsalam ', jawab Keyra malas.


' Nanti Keyra bayar ya kak, tapi gak sekarang, uang Keyra ada tapi buat makan ', lanjut Keyra berucap dengan takut-takut sembari menundukkan wajahnya.


Dio yang mendengar itu mengernyitkan dahi bingung.


' Yang nyuruh kamu bayar siapa? Kan saya sudah bilang saya traktir kamu ', ucap Dio yang kali ini membuat Keyra yang mengernyitkan dahi bingung dengan ucapannya.


' Hah? ', bingung Keyra sesaat kemudian mengerti ucapan Dio yang mengira Keyra ingin membayar makanan paling mahal di restoran tadi. Keyra pun menjelaskan kembali maksud perkataannya itu.


' Bukan itu kak. Itu Keyra tau kalau kakak yang traktir. Lagian kalau Keyra disuruh bayar juga Keyra gak bakalan bayar ', ucap Keyra polos sembari menyengir kuda. Dio hanya bisa terkekeh mendengar jawaban polos bocah itu.


' Trus apa? Bayar apa maksud kamu? ', tanya Dio lagi memastikan.


' Kakak balik lagi buat minta uang sewa kamar sama Keyra kan? ', tanya Keyra memastikan.


Dio hanya terkekeh mendengar pertanyaan Keyra itu. Padahal bukan itu yang menyebabkan dia berbalik menghampiri Keyra.


Seketika raut wajahnya berubah kesal dan satu jitakan dikening Keyra berhasil mendarat dengan mulus.


' Kak, Keyra baru hari ini lho ketemu kakak, tapi udah berapa kali dapat jitakan dari kakak, sakit tau gak! ', ucap Keyra dengan wajah kesalnya.


Dio hanya bisa menghela nafasnya dan mengusap wajahnya kasar. Bukan hanya Keyra yang merasakan sakit dikeningnya karna jitakannya tetapi dia juga cukup frustasi menghadapi bocah dihadapannya itu.


' Saya balik lagi buat minta nomor ponsel kamu, biar saya bisa dengan mudah menghubungi kamu. Saya sudah diberi amanah oleh abang kamu buat jagain kamu ', jelas Dio.


Mendengar itu Keyra sedikit lega karna merasa dia tidak perlu membayar uang sewa kamar hari itu juga.


' Ohh .. Keyra kirain mau nagih uang sewa kamar ', ucap Keyra sembari menyengir kuda.


Pletak !!!


Keyra meringis (lagi) mendapat jitakan dikeningnya.


' Kamu tu kebiasaan suka berpikir yang macam-macam ', ucap Dio sedikit Kesal.


' Ya udah, berapa nomor ponsel kamu ', pinta Dio.


Keyra pun menyebutkan nomor ponselnya dan segera setelah itu Dio pamit lagi. Sebelum pamit Dio mengajak Keyra untuk makan malam di restoran miliknya yang mereka kunjungi tadi sore tersebut yang mendapat anggukan dari Keyra karna paksaan dari Dio tentunya.


' Baru hari ini ketemu gak sampe dua puluh empat jam, kening aku dihujani jitakan dari kak Nanda ', kesal Keyra sendiri sambil bersiap untuk mandi dan sholat.


.


.


.


.


.


Minta dukungannya ya 😊


Ini karya pertama saya, jadi saya mohon maaf jika masih ada banyak kekurangannya πŸ™πŸ™‚


Selamat membaca ☺️