KEY

KEY
Harus Jujur!


" Semenderita itu lo bocil ", batin Ken.


" Maafin gue ", batin Ken menyesal.


" Vidi teman lo ada kabar? ", tanya Ken pada Dio.


" Gak ada sampe sekarang. Situasi belum aman kali ", ucap Dio.


...


Keesokan paginya, Ken, Key, Dinda dan Dio berada dihalaman belakang rumah Dio.Mereka berempat tengah asik bermain Badminton. Tak hanya mereka berempat, disana juga sudah ada Arin dan Rangga yang sedang duduk memperhatikan keempat anak manusia itu.


" Seneng ya Pa bisa lihat mereka kayak gitu ", seru Arin yang mendapat anggukan dari Rangga.


" Eh bocil, gara-gara lo ni kita kalah terus ", keluh Kenzie.


" Kok nyalahin Keyra ", kesal Keyra.


" Ya salah lo punya badan pendek banget udah gitu bantet lagi ", olok Kenzie sengaja membuat gadis berjilbab itu kesal.


" Kak Nandaaa ... Adeknya dikatain bantet kak ", adu Keyra pada Dio.


" Ya mau gimana lagi dek, emang gitu kenyataannya ", ucap Dio yang menimpali ejekan Kenzie, membuat Kenzie mengangkat jari jempol kanannya kearah Dio.


" Udah ah males ", rajuk Keyra sembari meletakkan raket kesembarang tempat.


" Ya ngambek si anak itik ", seru Kenzie yang tersenyum lebar merasa senang bisa membuat gadis itu kesal.


" Gue tiap hari lo katain Om Key, tiap hari juga lo bikin gue gedek ama lo ", batin Kenzie.


" Anak bungsu Mama kenapa mukanya ditekuk gitu, Nak? ", tanya Mama Arin kepada Keyra yang berjalan mendekat kearahnya.


" Keyra dikatain pendek Ma sama Kak Nanda sama Kak Ken ", adu Keyra yang kini sudah duduk memeluk Arin dari samping.


" Siapa yang ngatain kamu Nak? Biar Papa bikin mereka nyesel udah ngatain kamu ", ujar Rangga yang kini memasang muka seriusnya.


Ken dan Dio serta Dinda berjalan mendekat kearah mereka.


" Itu tu Pa, dua cowok itu yang ngatain Keyra pendek trus bantet katanya ", adu Keyra sembari menunjuk Dio dan Ken.


Dio dan Ken serta Dinda menahan tawa mereka mendengar Keyra yang mengadu. Tak terkecuali Arin dan Rangga. Rangga berusaha seolah-olah menjadi tameng untuk Keyra yang sudah dia anggap seperti anak kandungnya.


" Siapa yang ngatain anak saya pendek? ", interupsi Rangga.


" Ken dulu ni Pa, Dio nambahin aja ", ujar Dio.


" Ya Maaf Om, kan emang kenyataannya kayak gitu ", ucap Ken membela.


" Bohong dosa Om ", tambah Kenzie.


Rangga mengangguk kecil dan tersenyum penuh arti. Dio yang melihat ekspresi Papanya itu tau apa arti dibalik senyuman Papanya itu.


" Iya Pa, bohong dosa, Papa sendiri kan yang ngajarin Dio buat gak bohong dalam hal apapun ", Dio menambahkan.


" Tu kan Om ", seru Ken.


" Oke duduk dulu ", ucap Rangga yang membuat Dio, Dinda dan Ken duduk bergabung bersama Keyra dan Arin.


" Kasian deh lo gak dibelain ", ledek Ken dengan menjulurkan lidahnya kearah Keyra yang berada disampingnya.


Keyra semakin menekuk wajahnya yang membuat mereka yang melihatnya gemas dan merasa lucu dengan ekspresi gadis itu.


" Ken ", panggil Rangga yang membuat Ken menoleh dan mengurungkan niatnya untuk minum air botol mineral dingin yang sudah disiapkan Arin diatas meja.


" Iya Om ", saut Ken.


" Kamu bener tadi kita emang gak boleh bohong, kita harus berbicara fakta walaupun fakta itu menyakitkan ", jelas Rangga yang membuat Ken merasa bangga atas pembelaannya tadi.


" Dengerin, gue jujur ngomong apa adanya, dan lo harus terima kalau gue ngatain lo pendek karna memang kenyataannya begitu ", ejek Ken lagi kepada Keyra yang mendapat pelototan tajam dari Keyra.


Ken mengambil air botol mineral dingin, membukanya dan menegaknya dengan rakus karna rasa haus yang menerpa sehabis bermain Badminton tadi.


" Termasuk perasaan kamu sama anak bungsu Om kamu harus jujur Ken ", lanjut Rangga yang membuat Ken tersedak akan minumannya.


Dio tertawa kecil dan bertos ria dengan Papanya. Rangga memasang raut wajah tanpa dosa. Dinda dan Arin hanya bisa menahan tawa mereka dan Keyra masih terdiam seribu bahasa masih tidak terima dengan ejekan Dio dan Ken.


" Habis riwayat gue ", batin Ken memalingkan wajahnya.


" Ayo jujur kamu, bohong dosa ya Ken kamu sendiri yang bilang tadi ", seru Rangga.


" Jujur apa Om ", ucap Ken pura-pura tidak mengerti.


" Jujur Kak Ken sukakan sama Keyra, iya kan? ", ceplos Keyra yang sedari tadi ternyata mendengar dialog antara Rangga dan Ken, membuat mereka yang mendengarnya terpelongo tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut gadis cerewet itu.


Dio sudah tidak bisa lagi menahan tawanya. Tawa Dio memecah diantara mereka cukup memengangkan kuping. Ken sudah merah padam merasa benar-benar terpojokkan disituasi itu.


" Ya Allah ini anak gak ada perasaan apa ", batin Ken menangis.


" Rasain lo, emang Keyra benar-benar adek gue dah ", batin Dio.


.


.


.


.


.


Happy Reading ya 😊