KEY

KEY
Double Kill


" Ohh jadi tadi ada yang ngungkapin perasaannya ... pake segala alasan benerin tali sepatu ", ledek Dio menahan tawanya.


" Padahal kemarin-kemarin ada yang bilang gak bakalan suka sama bocil tu ", lanjut Dio meledek yang membuat wajah Kenzie semakin memerah menahan malu.


" Ma, anak bungsunya tu Ma lagi dideketin hati-hati Ma jagain ", ledek Dio yang masih belum puas.


Arin hanya tersenyum dan beralih menatap Keyra.


" Beneran Nak yang kamu bilang tadi? ", tanya Arin.


Keyra hanya mengangguk.


" Boleh gak Ma nanti aja Keyra ceritain, sekarang makan dulu Keyra udah laper banget ", ucap Keyra memegang perutnya sembari membuat ekspresi wajah seakan-akan sudah seminggu tidak makan.


Arin dan yang lainnya tertawa pelan mendengar perkataan gadis itu, terkecuali Kenzie yang masih merasa malu.


" Tamat deh riwayat lo Ken habis ini ", batin Ken.


" Gue jawab apa nanti kalau sampai ditanyain ", batin Kenzie frustasi.


...


Sekarang mereka sudah balik lagi ke rumah setelah makan malam dan mengambil barang Keyra yang ada di hotel. Kenzie sempat ingin menghindar dari Dio dengan alasan ingin membereskan kamar hotel yang sudah ia tinggalkan selama menginap dirumah Dio. Tapi hal itu sia-sia karna memang Dio sangatlah tidak mudah untuk dibohongi mengingat keduanya sudah lama bersahabat.


" Ken, kamu masih ada urusan sama Om ya karna ini sudah malam jadi kita bahas besok ", ucap Rangga yang membuat Kenzie menahan ludahnya dengan sulit.


" Yaudah kalian istirahat ya ", ucap Arin sembari menuju ke kamar diikuti suaminya.


" Ayok Dek ", ajak Dinda dan Keyra menurut.


" Urusan lo sama gue belom kelar, kita bahas dikamar ", seru Dio sembari melangkahkan kakinya menuju kamar dan diikuti Kenzie dengan helaan nafas.


Sesampainya dikamar Dio segera duduk ditepi kasur dengan muka serius menatap temannya yang berjalan mendekat.


" Biasa aja muka lo, kayak gue ngapa-ngapain Keyra aja ", ucap Kenzie sembari mendudukkan tubuhnya dan bersandar disofa yang berada tepat didepan Dio.


" Lo jujur sama gue ngapain aja dimobil tadi, ha?! Lo gak nyentuh Keyra kan?! ", ucap Dio menginterogasi sahabatnya itu.


" Gila lo! Lo liat muka gue tampang penjahat gitu! Gak lah, gue cuma ngomong doang tadi ", jelas Ken.


" Ngomong atau ngungkapin perasaan ", ucap Dio datar dengab nada meledek sahabatnya.


" Sama aja! ", saut Kenzie kesal.


Dio tertawa pelan. Dio pun beranjak dan duduk disamping Kenzie.


" Hmm ", saut Kenzie.


" Serius? "


" Hmm "


" Jangan bilang kalau lo suka dari awal ketemu sama Keyra? "


" Hmm "


Dio mulai emosi mendengar jawaban dari sahabatnya itu yang lebih tepat disebut deheman.


" Lo hmm hmm aja, punya mulut gak! ", kesal Dio sembari melempar bantal sofa yang berada di jangkauannya kearah wajah Kenzie.


" Lo mau gue jawab apa, ha?! Kan gue udah jawab! ", balas Kenzie.


" Lo jawab pertanyaan gue kayak gak niat, Kambing! ", kesal Dio.


" Emang ", saut Ken.


" Awas aja ya kalau lo sampai permainin Keyra habis lo sama gue ", ancam Dio.


" Kenapa lo suka sama adek gue? Kapan lo ... ", tanya Dio menggantung karna dipotong oleh Kenzie.


" Gue ngantuk, besok aja lo nanya-nanya gue sama bokap lo biar double kill gue besok ", seru Kenzie sembari beranjak dan pergi kekamar mandi.


Dio tidak menjawab apa-apa, dia hanya bisa menahan kesal pada sahabatnya yang dingin itu.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like nya ya ❤️🤗