
Malam hari ...
Dio yang berada di kamarnya, seketika beranjak dari baringannya setelah mendengar ponsel yang berada diatas nakas berdering. Dio segera mengangkat telfon itu setelah tau kalau yang menelfon itu adalah Vidi.
" Assalamualaikum, Vid ", ucap Dio.
" Waalaikumsalam, Di "
" Lo dimana? Kenapa baru ada kabar sekarang? ", cerca Dio.
" Panjang ceritanya, gue mau nanya aja gimana kabar adek gue, dia baik-baik aja kan? Sekarang dia dimana? ", ucap Vidi dengan pertanyaan beruntun.
" Lo tenang aja, adek Lo aman disini, sekarang dia tinggal dirumah Nyokap Bokap gue ", terang Dio.
" Syukurlah, gue gak tenang banget selama ini ", lega Vidi.
" Di, sekarang gue ada di Singapura ni tapi Lo jangan kasih tau Keyra dulu ", tambah Vidi.
" Lo di Singapura? Kapan? ", tanya Dio.
" Kemarin gue nyampai disini "
" Gue mau ketemu sama Lo, Di. Kapan Lo ada waktu ", tambah Vidi.
" Gue kapan aja bisa. Malam ini kalau Lo mau ketemu juga gue bisa ", jawab Dio.
Terdengar Vidi terkekeh diseberang sana.
" Gak juga malam ini lah, besok pagi gimana? Tapi Lo pastiin Keyra gak tau ya ", seru Vidi.
" Oke oke, besok pagi ya ", saut Dio.
" Gue pastiin Keyra gak bakal tau. Tapi boleh gak gue bawa teman gue Kenzie ", tanya Dio.
" Aman gak teman Lo itu? ", tanya Vidi.
Dio tertawa pelan mendengar pertanyaan Vidi.
" Aman kok aman, dia suka tu sama Keyra ", bocor Dio.
" Ha? Seriusan Lo? Wah.. harus gue uji pendahuluan dulu ni ", ucap Vidi sembari tertawa pelan.
" Uji pendahuluan dari gue udah lulus, Vid ", terang Dio.
" Lah kok jadi elo yang uji pendahuluan? ", bingung Vidi.
" Gue kan udah jadi abang Keyra juga, gak apa-apa kan? ", tanya Dio.
" Gak lah, gue malah seneng banyak yang sayang sama adek gue ", seru Vidi.
" Yaudah deh, Di. Sampai ketemu besok ya. Wassalamu'alaikum "
" Oke, Waalaikumsalam ", tutup Dio.
Setelah selesai berbicara dengan Vidi via telfon, Dio segera menghubungi Kenzie mengenai pertemuannya besok dengan Vidi. Dio pun menekan tombol panggil setelah menemukan nomor ponsel Kenzie.
" Hallo, kambing ", ucap Dio.
" Salam dulu kek ", kesal Kenzie.
" Waalaikumsalam, kenapa? ", tanya Ken.
" Temenin gue besok pagi ya, gue jemput, Lo jangan ke rumah gue "
" Jangan banyak tanya ikut aja besok, bye, Wassalamu'alaikum ", tutut Dio dengan seenaknya.
Disebuah hotel terlihat seorang cowok mengumpat sehabis meneriman telfon dari sahabatnya.
" Dasar sapi! Belum juga gue iya-in ", kesal Kenzie melempar ponselnya kearah samping dan kembali melanjutkan tidurnya.
.
.
.
Keesokan paginya.
Dio terlihat sudah rapi dengan pakaiannya.
" Mau kemana Kak? ", tanya Keyra yang hendak ke taman belakang menemui Arin dan Rangga.
" Mau tau aja bocil ", jawab Dio membuat Keyra kesal.
" Cuma nanya doang ", jawab Keyra kesal.
" Jangan marah dong. Becanda ", seraya mengusap puncak kepala Keyra.
" Kakak mau keluar bentar ada urusan. Kamu mau nitip sesuatu? ", tanya Dio.
" Ice cream, pizza, burger sama roti isi keju ", Keyra menyebutkan lebih dari satu macam makanan sembari membayangkan makanan-makanan tersebut.
Dio terkekeh mendengar semua pesanan adiknya itu dan kembali ia mengusap dengan gemas puncak kepala sang adik.
" Badan aja kecil tapi banyak makan ", ucap Dio.
" Ya udah deh nanti kakak beliin ya, kakak pergi dulu ", ucap Dio yang mendapat anggukan dari Keyra.
" Dek, sekalian bilang sama Mama Papa ya kakak keluar bentar bilang aja ada urusan ", ucap Dio yang berhasil menghentikan langkah Keyra yang hendak berjalan ke taman belakang.
" Oke, hati-hati ", jawab Keyra.
" Siip ", sembari mengacungkan jempol jarinya dan segera berlalu dari sana.
.
.
.
.
.
.