KEY

KEY
Jadi Milik Gue


Keyra menyusul Kenzie yang berada di teras rumah.


" Kak ", panggil Keyra pada Kenzie yang duduk bersandar di kursi teras.


" Sini ", ucap Kenzie memberi perintah untuk Keyra duduk di kursi sampingnya.


Keyra menurut dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi tersebut.


" Mau tanya apa Kak ? ", tanya Keyra penasaran.


" Kalau gue nanya dijawab gak ? ", tanya Kenzie memastikan.


" Tadi aja pakai aku, sekarang udah pakai gue lagi ", batin Keyra setengah kesal dengan mengerucutkan bibirnya.


" Woy bocil ", tegur Kenzie pada Keyra yang hanya terdiam sibuk dengan lamunannya.


" Eh .. iya Kak ", tersadar Keyra dari lamunannya.


" Kenapa manyun? ", tanya Kenzie.


Keyra hanya menggeleng dan tersenyum tipis.


" Dijawab gak kalau gue nanya ? ", tanya Kenzie sekali lagi.


" Iyaaa Keyra jawab ", jawab Keyra lembut.


" Duuhh meleleh gue denger bocil ngomong lembut gini ", batin Kenzie tersenyum tipis.


" Gue mau nanya perasaan Lo ke gue gimana ? ", pertanyaan pertama lolos dari mulut Kenzie.


" Ha? Maksudnya? ", tidak paham Keyra.


" argghh .. susah emang nanya sama bocil ", frustasi Kenzie.


" Maksudnya Lo suka sama gue gak ? Terus kan gue udah jujur kalau gue emang suka sama Lo jadi tanggapan Lo gimana? ", perjelas Kenzie.


" Ohhh ", Keyra hanya ber-oh ria.


" Dijawab bocil ", frustasi Kenzie.


Keyra hanya menyengir kuda menampakkan deretan gigi putihnya serta lesung dikedua pipinya.


" Keyra juga bingung sama perasaan Keyra, dibilang gak suka emang suka, dibilang suka ya emang suka ", ucap Keyra santai.


Kenzie menghela nafas.


" Itu namanya Lo suka sama gue, Tuyul ", geram Kenzie.


" Iya emang suka ", saut Keyra.


" Trus Lo bilang bingung tadi kenapa, ha? ", ucap Kenzie yang benar-benar frustasi menghadapi Keyra.


" Ohh itu, gak sih, pengen ngomong bingung aja ", ucap Keyra dengan wajah tanpa dosa.


" Astaga .. kenapa gue bisa suka sama anak gak jelas ini ", batin Kenzie frustasi.


" Tanggapan Lo soal pengakuan gue ? ", tanya Kenzie.


" Keyra gak percaya, Kak ", jawab Keyra menatap lurus ke depan.


" Kenapa? "


" Kak Kenzie baru ketemu Keyra disini, gak sampai sebulan kok bisa suka sama Keyra? Kan gak masuk akal, Kak? Ditambah Kak Ken pas pertama ketemu Keyra juga kayak benci banget sama Keyra ", jelas Keyra kemudian meraup oksigen, seketika dadanya terasa sesak.


" Kak Ken juga suka marah-marah sama Keyra tanpa Keyra tau apa kesalahan Keyra, bentak-bentak Keyra ", lanjut Keyra dengan suara bergetar teringat perihal perkataan yang selalu keluar dari mulut orang terdekatnya tentang dia yang selalu menyusahkan.


" Wajar Lo gak percaya, Cil ", batin Kenzie.


" Ehem .. Key ", panggil Ken sembari membenarkan posisi duduknya menghadap kepada Keyra.


Keyra dan Kenzie saling menatap satu sama lain. Keyra seakan terhipnotis oleh tatapan dalam mata Kenzie.


" Maafin gue udah kasar sama Lo, udah marah-marah gak jelas sama Lo, gue terlalu munafik gak mau mengakui kalau gue sebenarnya ada rasa sama Lo, gue terlalu tenggelam sama masa lalu gue, Cil ", ungkap Ken menatap dalam manik mata Keyra.


Keyra terdiam, kaku. Mata bulatnya masih menatap mata Kenzie. Keyra hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan Kenzie.


" Setelah gue tau gimana hidup Lo waktu kecil, gimana penderitaan Lo, gue mau jagain Lo, Cil ", jelas Kenzie.


" Gue gak mau Lo nikah sama siapapun selain gue, gue mau Lo jadi milik gue ", ucap Kenzie tegas penuh keseriusan dan menatap dalam manik mata Keyra.