KEY

KEY
Naik Darah !!


" Banyak dapat pahala gue hari ini, habis difitnah sama adek gue sama calon adek ipar gue yang gak jadi ", celetuk Vidi merasa dirinya benar-benar tertindas hari ini.


Kenzie yang memang duduk di samping Vidi mendengar dengan sangat jelas celetukan Vidi membuat Kenzie menoleh kearah pria tersebut.


" Gak jadi? Maksud lo apaan, ha?! ", pungkas Kenzie.


" Ya iyalah gak jadi, gue gak kasih restu lo nikahin adek gue, lagian lo gak ada sopan-sopannya sama calon abang ipar lo ", jelas Vidi kesal mengingat kelakuan Kenzie yang telah mencemarkan nama baiknya tadi.


" Ohh ", Kenzie hanya ber-oh ria menanggapi ucapan Vidi, membuat pria tersebut melongo mendengar responnya.


" Cuma oh doang? "


" Ya trus lo maunya gue respon apa, ha?! "


" Ya lo cemburu kek, mohon mohon sama gue atau apa gitu ", timpal Vidi.


" Ogah gue! ", singkat Kenzie, pria itu pergi keluar kamar begitu saja meninggalkan Vidi yang hendak berkomentar.


" Emang dasar Kambing! Gak ada wibawanya sama sekali gue dibuatnya ", keluh Vidi.


" Di! ", panggil Vidi pada Dio melihat Dio sedari tadi diam saja.


" Di! ", panggil Vidi lagi tapi masih tidak ada jawaban.


" Buset dah! Masih hidup kan ni anak ", ucap Vidi sembari mendekati Dio yang tengah baring telungkup dikasur.


" Ngapain lo! ", sergah Dio memunculkan wajahnya pada Vidi yang hendak memastikan dirinya itu, Vidi terlonjak kaget.


" Gue mastiin aja lo masih hidup atau gak ", jelas Vidi.


" Lo doain gue mati ", ujar Dio sembari mengubah posisinya menjadi telentang.


" Astaghfirullah Dio .. istighfar lu! "


" Lo yang seharusnya istighfar! Lo doain gue mati biar bisa deketin Dinda kan?! Ngaku lo! ", cercah Dio.


" Astaghfirullah al adzim ... lama-lama gue ruqyah juga lu biar pikiran lo jernih ! Gue gak bakal deketin tunangan lu, lagian gue juga udah ada inceran ", ucap Vidi dan langsung keluar dari kamar Dio.


" Inceran? ", batin Dio.


" Siapa yang lo incer woy !!! ", teriak Dio pada pria yang sudah tidak terlihat lagi.


...


Kenzie tengah duduk di kursi makan, ia memang pergi ke dapur tadi untuk mengambil air dingin. Ia memutar mutar gelas yang sudah tidak ada lagi isinya itu sembari menatap kosong gelas tersebut. Entahlah, apa yang ia pikirkan.


Gadis itu mendekati Kenzie.


" Ngagetin aja lo bocil ! ", kesal Kenzie.


" Apa! ", tanya Kenzie dingin.


" Kak Ken mikirin apa? Lagi ada masalah ya? ", tanya Keyra, ia menarik kursi di depan Kenzie dan duduk di sana.


" Gak mikirin apa-apa dan gak ada masalah apa-apa. Sok tau banget bocil ! ", tukas Kenzie membuat Keyra mencebikkan bibirnya.


" Siapa tau lagi ada masalah kan? Soalnya Kak Ken diam aja dari tadi "


" Sejak kapan lo ngeliatin gue, ha?! ", tanya Ken dengan alis terangkat sebelah.


" Siapa juga yang ngeliatin, kepedean banget ", ujar Keyra.


" Ngaku aja lo dari tadi ngeliatin gue kan "


" Gak ngeliatin tapi gak sengaja keliat ", bela Keyra.


" Sama aja Tuyul ! ", cercah Kenzie.


Keyra tidak menggubris. Ia terdiam sembari memikirkan sesuatu. Ada yang hendak ia sampaikan kepada Kenzie.


" Ngomong gak ya ? ", batin Keyra.


" Kenapa lo? ", tanya Kenzie.


" Kak ", panggil Keyra lembut.


" Hmm ", respon Kenzie.


" Gak jadi deh ", ucap Keyra lalu ia beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Kenzie dengan rasa penasarannya.


" Bener-bener ni anak, kalau gak bikin gue naik darah gak sah kayaknya ", gumam Kenzie .


.


.


.