KEY

KEY
Nyusahin!


Selesai makan malam, Dio langsung mengantarkan Kenzie dan juga Keyra ke hotel. Dio mengantar mereka hanya sampai di depan hotel.


' Gue titip dia ya Ken selama beberapa hari ke depan ', ucap Dio menunjuk Keyra.


' Pastiin dia selalu dalam pengawasan lo selama gue gak ada disini ', lanjut Dio.


' Kalau sampai terjadi apa-apa sama dia, awas aja lo! ', lanjut Dio lagi dengan nada mengancam.


' Lebay banget sih lo! Ni anak juga gak ada yang mau ngapa-ngapain dia. Orang keburu frustasi ngadepin ni bocah ', ucap Ken sambil melirik kearah Keyra yang berada disampingnya.


Keyra yang merasa kesal langsung menginjak kaki Ken seenaknya yang berhasil membuat si empunya meringis kesakitan.


' Tu lo liat sendiri kan! ', ucap Ken sembari jongkok memegangi kaki kanannya yang diinjak Keyra.


' Orang jahat yang mau jahatin dia kalah jahat sama dia ', lanjut Ken yang sudah berdiri dari jongkoknya.


' Ha? Coba ulangi om, om kecepetan ngomongnya ', ucap Keyra polos.


Ken memutar bola mata jengah dengan bocah disampingnya itu. Dio hanya tertawa pelan melihat tingkah Keyra yang menurutnya lucu dan menggemaskan itu.


Dio mendekati Keyra memegangi bahu gadis kecil itu dan menatapnya lekat-lekat.


' Key kamu janji ya selama saya gak ada disini jangan pergi kemanapun sendirian, kamu harus ditemani sama om ini ', ucap Dio menoleh kearah Kenzie.


Baru sehari ini bertemu dengan Keyra, Dio sudah sangat sayang dengan gadis itu. Entah perasaan seperti apa yang ada dihatinya untuk Keyra.


Disela makan malam mereka tadi, Dio menerima panggilan dari seseorang. Setelah menerima panggilan tersebut Dio memberitahu kepada Key dan Ken kalau ia harus ke Bandung selama kurang lebih seminggu. Maka dari itu, Dio meminta dengan sangat mohon kepada Ken untuk menjaga Key.


' Iya kak, Keyra janji bakal keluar ditemani sama om dingin ini ', ucap Keyra menunjuk kearah Kenzie yang masih berdiri disampingnya.


Kenzie yang tadi menatap lurus ke depan seketika menoleh kearah gadis itu setelah mendengar ucapannya, dia sudah sangat sabar menerima panggilan " om " dari Keyra dan sekarang kesabarannya harus diuji lagi ketika Keyra memanggilnya " om dingin ".


Dio terkekeh mendengar ucapan Keyra ditambah ekspresi kesal Kenzie.


' Ya udah saya pulang dulu, besok pagi saya harus sudah ada di Bandara ', ucap Dio.


Dio pun melajukan mobilnya pulang kerumah setelah berpamitan dengan Key dan Ken.


Ken berjalan lebih dulu kedalam, tetapi baru beberapa langkah dia berhenti menoleh kebelakang. Gadis yang membuatnya kesal setengah mati hari ini ternyata masih diam ditempat. Ken menghela nafas dan menghampiri gadis itu.


' Kenapa lo diam! ', ucap Ken yang sudah berada tepat dibelakang gadis itu.


Key terperanjat kaget dengan suara berat Ken dan berbalik kebelakang menghadap lelaki itu.


' Mau berdiri disini sampai pagi! ', lanjut Ken lagi.


Keyra hanya menyengir kuda.


' Gak! Ini udah malem, cepetan kamu kekamar sekarang juga! ', perintah Kenzie.


' Bentar doang kok om ', bujuk Keyra.


Ken mengusap wajahnya kasar, ia benar-benar semakin kesal dengan gadis yang menurutnya hari ini sudah menyusahkannya itu.


' Lo benar-benar nyusahin tau gak! Nyesel gue nolongin lo tadi kalau tau lo bakal ngeribetin hidup gue. Baru aja sehari gimana nanti seminggu! ', bentak Ken yang menarik perhatian orang-orang yang berada diparkiran hotel maupun lobby hotel.


' Apa hidup lo emang selalu nyusahin orang, ha! ', bentak Ken lagi yang membuat Keyra hanya menunduk.


' Maaf ', ucap Keyra pelan sembari berlalu meninggalkan Ken dan menuju ke kamarnya.


Ken yang melihat itu merasa bersalah telah marah karna hal sepele kepada gadis polos itu. Ken mengusap wajahnya kasar dan berlalu berniat menyusul Keyra. Sesampainya didepan kamar Keyra, tidak ada sautan dari dalam kamar setelah Ken mengetuk pintu beberapa kali.


' Apa dia marah? Atau udah tidur? Atau jangan-jangan dia kabur lagi dari hotel ini ', batin Ken berusaha menebak.


' Kalau sampai dia kabur habis gue sama si sapi. Baru juga beberapa menit dititipin ke gue ', batin Ken lagi sembari mengusap wajahnya frustasi.


' Ah udahlah, gak peduli gue, gak ada untungnya buat gue ngurusin tu bocah ', ucap Ken berlalu ke kamarnya.


Keyra sebenarnya tidak tidur atau pun kabur seperti yang Ken kira. Keyra juga mendengar ketukan Ken tadi karna Keyra memang tengah menangis bersandar dibalik pintu dengan memeluk kakinya. Perkataan Ken didepan hotel tadi mengingatkannya pada ucapan yang sering dia dengar sewaktu kecil dan hari ini dia mendengar ucapan itu lagi.


Kejadian-kejadian dalam hidupnya tanpa permisi berputar begitu saja di otaknya. Keyra semakin menangis mengingat gimana kehidupannya yang penuh kerikil itu. Sampai sekarang Keyra merasa kerikil di kehidupannya tidak berkurang malah kerikil itu semakin menumpuk menyulitkan ia berjalan menuju bahagianya.


Bahagia Keyra sangat sederhana. Dia hanya ingin ada orang yang sayang dengannya, mengerti, paham, dan selalu mendukungnya. Selama ini hanya Vidi dan Biya yang benar-benar peduli dengannya.


' Ternyata sampai sekarang aku masih nyusahin! Ternyata ucapan itu benar adanya, aku selalu nyusahin! Bang Vidi bohong! Biya juga bohong! ', batin Keyra sambil terisak-isak.


Tangis Keyra semakin kencang mengingat ucapan Ken didepan kamarnya.


' Keyra Arisha emang gak ada gunanya ', ucap Keyra pelan sembari menghapus air matanya dan beranjak berdiri.


.


.


.


.


.


Selamat membaca ☺️