
' Duduk dulu dek ', perintah Dinda sembari membantu Keyra mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada didalam apartemennya.
Keyra menundukkan wajahnya sedang Dinda pergi ke dapur mengambil air putih untuk gadis yang sudah dia anggap adiknya itu. Kenzie memperhatikan gadis itu lekat dari ambang pintu ditemani Dio.
' Minum dulu dek ', ucap Dinda menyerahkan segelas air putih yang dia ambil dari dapur tadi dan kembali duduk disamping gadis itu.
' Makasih kak ', ucap Keyra pelan hampir tidak terdengar.
Keyra masih gemetar ketakutan terlihat dari tangannya yang memegang gelas yang setengah airnya sudah ia minum. Dio yang melihat itu berjalan kearah sofa mendekatinya.
' Key kamu kenapa? ', tanya Dio lagi dengan berjongkok dihadapan Keyra dan memegang bahu gadis itu.
' Kak Nanda ', ucap Keyra mendongak dengan air mata yang tanpa permisi kembali membasahi pipinya.
Dio yang tidak kuasa melihat Keyra menangis segera memeluk gadis itu dengan tulusnya.
' Keyra takut kak ', ucap Keyra dalam isakannya.
' Keyra takut ', lirih Keyra.
' Kamu takut kenapa ', ucap Dio berat dengan mata yang sudah berair.
Keyra melepas pelukannya dan menatap Dio dengan matanya yang sembab. Sejenak Keyra mengatur nafasnya.
' Tadi Keyra ketemu sama cowok yang mau dijodohin sama Keyra ', jelas Keyra.
' Dijodohin? ', ucap mereka serempak.
Keyra mengangguk.
' Keyra kesini karna Keyra kabur dari rumah. Keyra gak mau dijodohin sama cowok kayak dia kak, Keyra takut ', Keyra kembali menangis.
Kini Dinda yang memeluk gadis itu. Mereka bertiga menatap iba gadis itu. Ken menyimak apa yang diceritakan Keyra.
' Lo takut kenapa Key ', Ken akhirnya bersuara dan bergabung dengan mereka.
' Dia jahat ', jawab Keyra singkat.
' Ternyata benar bukan cuma mau ketemu seseorang alasan dia kesini ', batin Dinda.
' Key, kamu bisa cerita semuanya, kamu jangan memendam masalah kamu sendirian Key, saya sudah anggap kamu seperti adik saya sendiri ', Dio berucap.
Keyra melepaskan pelukannya dan menatap Dinda, Dio dan Ken bergantian. Keyra menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia bercerita kepada mereka bertiga. Dio yang tadi berjongkok dihadapan Keyra memilih untuk duduk disamping Keyra sedang Ken duduk di sofa tunggal yang berada didekat Dio.
*Flashback On
' Ada apa bang ', tanya Keyra setelah mendapati abangnya berdiri dihadapannya.
' Key, kamu ditunggu dibawah sama Mama Papa katanya ada yang mau disampaikan ke kamu ', jelas Vidi.
' Tentang apa bang? ', tanya Keyra lagi.
' Abang juga gak tau, sebaiknya sekarang kita langsung aja ke bawah temui Mama sama Papa ', jelas Vidi.
Sesampainya di ruang keluarga, terlihat Nia dan Irwan yang memang sudah menunggu kehadiran Keyra. Keyra pun duduk berhadapan dengan Mama dan Papanya diikuti oleh Vidi yang duduk disebelah Keyra.
' Ada apa Ma, Pa manggil Keyra ', tanya Keyra hati-hati.
' Key, kamu akan kami nikahkan dengan anak teman kami Minggu depan dan kami tidak menerima penolakan dengan alasan apapun ', tanpa basa-basi Nia Mama Keyra langsung menyampaikan maksud mereka memanggil Keyra tadi.
' Ma, tapikan Keyra ba... ', ucap Keyra menggantung karna langsung dipotong Nia.
' Jangan membantah Keyra ', kata Nia dengan suara yang mulai meninggi.
' Key, kami sudah bilang tidak menerima penolakan dengan alasan apapun, kami tidak mau tau Minggu depan kamu harus sudah menikah dengan pria yang sudah kami jodohkan denganmu ', jelas Irwan tegas dan langsung meninggalkan ruang keluarga yang diikuti Nia.
' Bang ', lirih Keyra menatap Vidi disampingnya. Vidi segera memeluk adiknya itu dan mengeratkan pelukannya setelah terdengar isak tangis dari adiknya itu.
' Maafkan abang Dek ', ucap Vidi dengan rasa bersalahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.