
Baru saja Kenzie merasa jiwanya tenang dan nafasnya berhembus teratur seperti pada normalnya, ucapan Rangga yang tanpa permisi kembali membuat jantungnya gugup.
“ Rangga kita mulai ya sidangnya “, tukas Rangga layaknya dosen yang membimbing sidang mahasiswanya.
Ucapan Rangga yang dengan santai ia ucapkan itu, membuat Kenzie gusar pada posisinya. Berulang kali ia menelan air ludahnya berusaha membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba kering. Sodoran segelas air dari arah sampingnya menyadarkan Kenzie dari kegusarannya.
“ Minum dulu, Kak, biar gak pingsan “, tawar Keyra dengan segelas air ditangannya.
“ Makasih, Bocil. Walaupun dibalik niat baik Lo, tetep aja dipenghujung kalimat Lo bikin gue kesel “, jawab Kenzie sembari mengambil segelas air dari tangan Keyra dan menghabiskannya dengan sekejap.
“ Haus banget Lo ? “, ucap Dio lebih tepatnya menyindir.
“ Bukan haus Kak, tapi grogi “, ledek Keyra lagi.
“ Untung gue Sayang, kalau gak udah habis Lo gue pites “, batin Kenzie melirik tidak suka pada Keyra.
Bukan Keyra namanya kalau tidak bisa membuat pria dingin yang duduk disebelahnya salting, melihat ekspresi tidak suka Kenzie
dengan sengaja Keyra mengedipkan sebelah matanya kearah Kenzie. Kedipan Keyra berhasil membuat Kenzie lagi-lagi salah tingkah.
“ Gila gue lama-lama sama kelakuan ni bocah “, batin Kenzie.
“ Baru dikedipin aja udah merah gitu muka lo “, timpal Dio mengejek sahabatnya.
“ Diem lo! “, hanya dua kata itu yang sering keluar dari mulut Kenzie tatkala dirinya terpojokkan.
“ Udah kak, kasian anak orang “, timpal Rangga dengan senyum seringainya.
“ Jadi Ken, gimana? Kamu serius sama Keyra? “, tanya Rangga tanpa basa-basi dengan tatapan seriusnya ke arah Ken.
“ Baru aja gue napas, udah bikin dada gue sesak lagi, bisa-bisa mati gue disini “, batin Kenzie.
“ Iya om “, jawab Kenzie singkat.
“ Ken gak tau om, jujur Ken sama sekali gak tau kenapa Ken bisa suka sama Keyra, tapi yang jelas Ken benar-benar ingin serius sama Keyra, om “, jelas Kenzie tapi kini dengan wajah tertunduk.
Rangga menatap istrinya memberi isyarat apakah ada yang ingin ia tanyakan atau sampaikan kepada Ken.
“ Ken, kita udah kenal kamu dari waktu kamu masih sekolah, kita tau kamu orang yang baik, kita juga tau masalah-masalah kamu. Satu yang ingin tante sampaikan, lebih tepatnya ini permintaan tante. Kalau kamu memang serius sama Keyra yang sudah saya anggap seperti anak kandung saya, yang sudah kami anggap seperti anggota keluarga kami, tante mohon sama kamu, sayangi dan jaga Keyra, jangan kamu samakan Keyra dengan sosok siapapun, Keyra adalah Keyra! “, ucap Arin tulus dari dalam lubuk hatinya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Arin benar-benar sudah menganggap Keyra seperti anak kandungnya
sendiri.
Rangga yang melihat istrinya sudah meneteskan air mata, berusaha menenangkan istrinya dengan mengelus pundak istrinya lembut. Dio dan Keyra kaget melihat Arin yang sampai meneteskan air mata memberi pesan pada Kenzie.
Kenzie ketika tadi mendengar suara Arin mulai terdengar parau, mulai mendongakkan wajahnya. Ketika melihat Arin yang sudah berkaca-kaca dan kini menangis membuat Kenzie merasa benar-benar harus menepati janjinya dan bertanggung jawab atas hidup Keyra.
Kenzie, Keyra, Dio dan Rangga memberi waktu untuk Arin mulai bicara lagi.
“ Sayangi dan jaga Keyra seperti orang tuanya menjaga dan menyayanginya “, lanjut Arin menatap Keyra dan tersenyum ke arah gadis itu. Keyra tersenyum canggung.
“ Tapi ... “, ucap Keyra menggantung membuat mereka yang ada di sekitar menatap serius pada gadis itu.
“ kalau jagain Keyra sama seperti orang tua Keyra berarti cuma dua tahun dong “, jelas Keyra polos membuat Ken, Dio, Rangga dan Arin kaget, hati mereka seakan teriris mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut gadis itu.
Arin segera bangkit dari duduknya dan memeluk gadis itu. Merasa bersalah dengan
ucapannya tadi Arin meminta maaf dengan gadis itu dan mencium puncak kepala gadis itu dengan penuh sayang dan mengelusnya lembut.
“ Sekali lagi maafin ucapan Mama ya “, ucap Arin lagi.
“ Gak kok, Mama gak salah, Mama juga kenapa harus minta maaf trus nangis, Keyra gak apa-apa Ma, Pa, Kak Nanda, Kak Ken “, ucap Keyra menatap mereka satu persatu.
“ I’M OKAY “, ucap Keyra dengan senyum manisnya untuk memastikan semua orang yang ada di ruang keluarga itu bahwa ia baik-baik saja.