
Kenzie dan Keyra hanya menyimak dua pria yang saling menyalahkan itu. Tak sengaja, tatapan mereka bertemu. Hanya sesaat, karena masing-masing saling mengalihkan pandangan.
" Ken lo kenapa diem aja? Kan lo di fitnah juga ni sama adek gue? ", ujar Vidi.
" Fitnah apaan? ", tanya Ken pura-pura tidak tahu dengan alis terangkat sebelah.
" Soal deketin Dinda tadi lah, pake nanya lagi gue sembelih juga lo ", kesal Vidi.
" Gue gak ngerasa deketin Dinda, emangnya fitnah tadi buat gue? Kan Keyra gak nyebutin nama, bisa aja fitnah tadi ditujukan buat elo aja kan? Entah fitnah atau fakta deh tu ", ucap Ken santai membuat Vidi membulatkan matanya lebar ketika mendengar akhir kalimat Kenzie.
Kenzie menoleh ke arah Keyra yang juga menatapnya, pria itu menyunggingkan senyum tipis ke arah gadis itu. Keyra? Entah kenapa Keyra jadi salah tingkah dan memalingkan wajahnya dari Kenzie.
Sedangkan Dio menatap tajam kearah Vidi.
" Sump*h gue niat deketin tunangan lo aja gak ada ", bela Vidi.
" Gak ada cewek lain sampai tunangan gue lo embat juga, ha?! ", interogasi Dio.
" Astaghfirullah Dio ", frustasi Vidi sembari mengacak-acak rambutnya.
" gue gak sejahat itu Di, gila lo ya ", tambah Vidi.
" Serah lo deh! Lagian juga kalau dipikir-pikir Dinda juga gak mau lah sama lo ", ucap Dio dengan senyum smirk-nya dan berlalu pergi begitu saja.
" Yaelah .. gini amat nasib gue ", batin Vidi.
Vidi beralih menatap Kenzie yang ada disampingnya. Vidi memelototkan matanya kearah pria yang terlihat biasa saja sehabis mencemarkan nama baiknya dihadapan Dio.
" Eh Ken, kualat lo sama calon abang ipar lo ", tukas Vidi pada Kenzie.
" Gak peduli gue! ", jawaban santai Kenzie membuat Vidi meradang ditambah lelaki itu pergi begitu saja.
" gak gue restuin lo! ", teriak Vidi yang tidak membuat langkah Ken terhenti, lelaki itu terus saja berjalan menyusul Dio.
" Ya Allah .. tolong beri hamba stok kesabaran lagi Ya Allah, Aamiin ", doa Vidi sembari menengadahkan tangannya, kesabarannya benar-benar diuji saat ini.
Keyra yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya.
" Bercanda bang, biar cair suasananya ", tukas Keyra.
" Cair? Yang ada malah butek suasananya ", kesal Vidi dan berlalu meninggalkan adiknya.
...
Kamar Dio
Kenzie memasuki kamar Dio, melihat sang pemilik kamar tengah baring asal diatas kasur.
" Lo percaya? ", tanya Kenzie yang telah duduk di sofa yang ada didalam kamar itu.
" Percaya gak percaya gue "
" Seharusnya sih lo gak percaya ", ucap Kenzie, ia memberi jeda mendengar suara langkah kaki menuju kamar. Benar saja, pria yang baru saja tercemar nama baiknya itu muncul diambang pintu yang terbuka lebar sedari Dio masuk tadi karna Dio tidak menutup kembali pintu kamarnya.
" Mata Dinda masih sehat ", lanjut Kenzie memandang Vidi dengan tatapan meledek.
Vidi yang sadar akan hal itu, berjalan mendekati Kenzie dan mendudukkan tubuhnya di samping Kenzie.
" Maksud lo apa?! ", ujar Vidi.
" Gak ada maksud apa-apa, gue cuma meyakinkan Dio bahwa gak mungkin juga Dinda mau sama lo ", tegas Kenzie.
" Banyak dapat pahala gue hari ini, habis difitnah sama adek gue sama calon adek ipar gue yang gak jadi ", celetuk Vidi merasa dirinya benar-benar tertindas hari ini.
.
.
.
.
.