KEY

KEY
Ruang Keluarga


" Ajarin tu adek lo berdua ", timpal Kenzie.


" Dek, gak boleh gitu ya ngomongnya, kalo ngomong sama Om Kenzie itu harus sopan ", ujar Dio membuat Vidi kembali tertawa, begitu juga Dio yang memang sengaja ingin mengejek Kenzie.


" Ya Allah berilah hidayah pada mereka semua ", batin Kenzie yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi selain hanya diam menyaksikan dua pria yang tanpa merasa bersalah puas menertawakannya.


" Muka aja kayak om-om tapi kelakuan kayak anak lima tahun ", ucap Keyra begitu santainya membuat Kenzie benar-benar tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh gadis itu.


" Kita biarin aja dulu, Vid ", bisik Dio pada Vidi.


" Gue mau lihat kesabaran Ken sampai mana ", bisik Vidi.


Vidi dan Dio terdiam menyaksikan keributan yang sudah sering terjadi tersebut.


" Apa? Coba ulang? ", ucap Kenzie dengan wajah dinginnya menatap tajam Keyra.


Bukannya takut, gadis berhijab itu malah benar-benar mengulang perkataannya.


" Muka aja kayak om-om, tapi kelakuan kayak anak lima tahun ", ulang Keyra.


" Ini bocil gak ada takut-takutnya sama gue ", batin Kenzie.


Kenzie menghela nafas.


" Lo kenapa makin ngeselin sih, Cil ? "


" Situ juga ngeselin ! Ngaca makanya ! KACA diciptain bukan tanpa sebab, ada kaca biar bisa NGACA ! Biar SADAR DIRI ", ucap Keyra dengan tegasnya.


Kenzie terpelongo membelalakkan mata mendengar kalimat yang keluar begitu saja dari mulut gadis itu. Dio dan Vidi sudah tidak bisa lagi menahan tawa mereka, tawa mereka pecah di ruangan itu. Keyra keluar dari kamar tersebut dengan langkah cepat setelah melihat wajah Kenzie semakin tidak bersahabat.


" Rasain lo ! ", ledek Dio.


" Ngaca makanya ! ", ucap Vidi meledek menirukan gaya bicara adiknya tadi.


" Puas lo berdua ! Seneng kan lo ! ", tukas Kenzie.


Kenzie keluar dari kamar Keyra tersebut.


...


Keesokan harinya 🌄🌄🌄


Sehabis sholat Subuh, Keyra bergegas menuju ruang keluarga untuk menonton kartun yang sudah ia tunggu. Langkah gadis itu terhenti tatkala melihat pria yang selalu ribut dengannya sudah duduk bersila di sofa dengan remote tv ditangannya.


' aishhh .. udah duduk aja lagi si om tua ', batin Keyra kesal.


Kenzie meletakkan remote tv disampingnya. Lelaki itu membenarkan posisi duduknya dengan kedua tangan terlipat di dada.


" Kenapa lo ?! Gue tau gue ganteng tapi gak usah gitu amat liat gue ! ", tukas Kenzie pada Keyra yang bergidik geli mendengar perkataan yang keluar dari mulut musuh bebuyutannya itu.


" Geli banget !! ", saut Keyra.


Gadis itu mendekat cepat kearah Kenzie bermaksud untuk mengambil remote tv yang telah Kenzie letakkan disampingnya. Sayangnya, gerak Keyra kalah cepat dengan Kenzie yang menyadari niat Keyra yang ingin mengambil remote tv tersebut.


" Emang dasar bocil ganggu gue aja lo ! ", ucap Kenzie dengan mengangkat remote tv keatas dengan tangan kanannya.


" Kaakkkkk .. pinjem dong ", ucap Keyra yang berdiri tepat didepan Kenzie.


" Gak ! ", tolak Kenzie.


" Kaaakkkkkkkk ", rengek Keyra dengan suara cemprengnya.


" Sssttttt .. diem bocil !! Entar dikira gue ngapa-ngapain lo !! ", ucap Kenzie.


" Biarin !! ", jawab Keyra.


" Terserah lo ! Gue mau nonton jangan ganggu gue ! Lo mau teriak sekencang apa juga gue gak peduli ! Capek gue ngeladenin tuyul ! "


Keyra tidak menjawab, gadis itu duduk di samping Kenzie yang pandangannya fokus pada acara berita yang ia lihat.


Sekitar 10 menit hening terjadi diantara mereka. Keyra sedari tadi juga ikut menyimak berita yang disampaikan disalah satu channel tv yang dibuka Kenzie itu. Gadis itu tampak lebih serius daripada Kenzie, padahal tadi ia sampai merengek pada Kenzie agar bisa menonton kartun yang telah ia tunggu.


Pandangan Kenzie beralih pada gadis yang tengah serius itu. Senyum tipis terukir di bibirnya.


.


.


.


.


.


.


Maaf yaa author baru update lagi 🙏


Selamat membaca ❤️❤️❤️