
" Muka dia, sifat dan kelakuannya, cara dia menyanggah omongan gue, ngelawan gue, mirip semua Yo ", ucap Ken menunduk menyembunyikan wajahnya.
" Gue seakan ditemukan kembali sama sosok Qiesha, gue menemukan sosok Qiesha di diri Keyra ", lanjut Ken parau, bisa ditebak Dio kalau Ken sedang menangis.
" Kalau emang lo punya perasaan sama dia, gue dukung ", ucap Dio, dan Ken mengangkat wajahnya menatap Dio.
" Tapi gue gak mau lo deket sama dia karna segala sesuatu pada Keyra yang mirip dengan Qiesha, Keyra ya Keyra, Qiesha ya Qiesha, beda! ", ucap Dio menekankan kata "beda" diujung kalimatnya.
" Dan satu lagi, jangan pernah sekali lagi lo ngeluarin kata-kata yang bikin dia sakit hati, bikin dia sedih, bikin dia merasa hidupnya gak berarti, Keyra banyak nanggung beban Ken, kasian ", lanjut Dio.
" Gue yakin, gak ada yang kebetulan, pasti ada cerita dibalik gue yang ketemu sama dia dan sama lo, sama yang lainnya ", ucap Dio sembari menatap lurus kedepan, entah apa yang dia pikirkan.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar. Sontak mereka menoleh kebelakang. Ken dan Dio hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar suara cempreng yang sudah mereka kenal milik siapa.
" Kak, Kak Nanda, Kak Kenzie, Kaaakkkkkk ", teriak Keyra dari luar sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Dio.
Tak lama pintu pun terbuka menampakkan wajah dua orang lelaki dengan ekspresi kesal.
" Berisik anak itik! ', geram Ken.
" Ada apa sih Dek ", tanya Dio.
Keyra hanya menyengir. Sesaat ia terdiam menyiapkan kata-kata yang pas untuk ia utarakan pada Dio.
" Kenapa? ", tanya Dio lagi.
" Kak, boleh minjam laptopnya gak? ", ucap Keyra hati-hati sembari menundukkan wajahnya.
" Bolehlah ", jawab Dio tersenyum sembari mengelus puncak kepala gadis itu.
Keyra mengangkat wajahnya dengan senyuman lebarnya menampakkan lesung dikedua pipinya.
" Beneran kak? Keyra pinjem hari ini doang kok, besok Keyra balikin ", tutur Keyra.
" Ya udah bentar, Kakak ambilin dulu ", ucap Dio berbalik mengambil laptopnya yang berada diatas nakas.
Ken menatap jengkel kearah Keyra yang dibalas pelototan oleh gadis itu.
" Ngapain mata lo kayak gitu! Mau mata lo tu keluar dari tempatnya! ", ucap Ken yang menerima pelototan Keyra.
" Ngapain muka Kak Ken kayak gitu! Mau muka tu muter kebelakang! ", balas Keyra, Dio yang sudah berada diantara mereka hanya bisa tertawa melihat perdebatan itu.
" Gak ada kata sandi? ", tanya Keyra.
" Langsung pake aja, gak ada kata sandinya yang ada calon kakak ipar kamu nanti mikirnya macam-macam kalau ada kata sandinya ", jelas Dio setengah berbisik.
Keyra hanya ber-oh ria. Saat Key hendak membawa dirinya balik kekamar yang ia tempati dengan Dinda, Dio memanggilnya yang membuat ia menghentikan langkahnya.
" Kenapa Kak? ", tanya Keyra bingung.
Dio melirik sekilas kearah Ken menatapnya dingin, dan beralih lagi menatap Keyra.
" Hati-hati ", ambigu Dio.
" Ha? ", bingung Keyra.
" Hati-hati, kalian berdua jangan ribut terus, nanti ujung-ujungnya nikah ", jelas Dio yang membuat Ken terbatuk mendengar ucapannya, sedang Keyra terlihat biasa saja.
" Gak ah, trauma ", ucap Keyra yang langsung berbalik badan menuju kamar menemui Dinda.
Dio dan Ken menatap punggung gadis kecil itu. Ada sekelebat pertanyaan diotak mereka masing-masing mengenai gadis itu.
" Trauma? ", bingung Ken.
" Dia juga pernah tu ngomong gitu pas dihotel waktu itu ", seru Dio dan berbalik masuk ke kamar diikuti Kenzie.
.
.
.
.
.
Happy Reading ya 😊
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like ❤️