KEY

KEY
Selama ini ...


Keyra tersenyum manis ke arah Kenzie menampakkan lesung di kedua pipinya. Hal itu membuat Kenzie tertegun.


" Cantik ", batin Kenzie.


" Ohh .. jadi Kak Ken takut kalau Keyra diemin tiga hari tiga malem? ", tanya Keyra dengan maksud meledek.


" Iya ", jawab Ken singkat dan pelan nyaris tidak terdengar, tetapi masih bisa ditangkap oleh telinga Keyra karna memang gadis itu duduk disebelahnya.


Keyra tersenyum mendengar jawaban singkat yang keluar dari mulut cowok dingin disampingnya itu.


" Kak .. Keyra tu suka lupa kalau lagi marah sama orang, sering banget niatnya emang mau diemin Bang Vidi tiga hari tiga malem, eh tapi besoknya Keyra udah lupa kalau Keyra lagi marah sama Bang Vidi, malah Bang Vidi biasa yang ngingetin Keyra kalau Keyra lagi marah sama Bang Vidi ", jelas Keyra membuat Ken terpelongo.


" Tapi kemarin malam Keyra beneran kesal sama Kak Ken tapi gak marah, apalagi marah kayak yang dibilang Bang Vidi, Keyra udah tahan banting tiap hari makan omongan pedas orang kak ", jelas Keyra lagi.


" Kak Ken gampang banget dibohongin ", lanjut Keyra tergelak.


" Trus kenapa semalem kamu gak maafin aku ", tanya Ken.


" Emang iya? ", tanya Keyra balik membuat Ken memicingkan mata kearahnya.


Keyra tergelak melihat ekspresi Kenzie.


" Kenapa Key? ", tanya Kenzie lagi.


" Keyra pengen nyoba aja Kak, mulut Keyra bosen maafin orang, makanya Keyra nyoba gak maafin Kak Ken ", jelas Keyra yang membuat mereka tidak habis pikir dengan jawaban gadis itu.


" Iseng aja ", tambah Keyra santai dengan senyumannya membuat mereka semakin terpelongo mendengarnya.


Kenzie menarik nafas dalam-dalam meraup oksigen untuk kesabarannya.


" Trus kenapa kamu langsung balik ke kamar? ", tanya Kenzie lagi.


" Ohh kalau itu karna Keyra mau nonton drama Korea terbaru makanya Keyra langsung balik ke kamar ", jawaban yang keluar dari mulut gadis itu benar-benar membuat mereka semua menggeleng kepala.


" Lo kasih makan apa adek lo waktu kecil, Vid ", bisik Dio pelan pada Vidi.


" Kerak nasi sama air cucian beras ", jawab Vidi asal.


" Pantesan ", ujar Dio.


Kenzie menatap dingin pada kedua pria yang menutup rapat mulutnya setelah melihat tatapan tajam Kenzie.


" Lo berdua jelasin semuanya! ", ujar Kenzie tegas.


" Gu .. gue .. becanda Ken, lo gak bisa banget di becandain ", ucap Vidi gugup.


" Gue cuma ngikut aja ya Ken, itu semua idenya Vidi, gue jadi tim sukses aja ", saut Dio.


Kenzie tidak sampai marah, karna dia sudah terbiasa dengan kelakuan jail dari sahabatnya itu dan menurutnya Vidi juga sudah ketularan virus jail dari si Dio.


" Vid ", panggil Kenzie membuat Vidi kaget.


" Mati gue, ni anak marah beneran sama gue ", batin Vidi gugup.


" Ya "


" Lo lanjut aja apa yang mau lo omongin semalem ", ujar Kenzie.


" Ohh iya Bang, kata abang Mama sama Papa menyembunyikan sesuatu? Menyembunyikan apa bang? ", tanya Keyra yang tidak langsung di jawab oleh Vidi.


" Vid, adek lo tanya tu ", ujar Dio.


" Ehm .. itu Key ", ucap Vidi dengan beratnya.


" Apa? ", tanya Keyra lagi.


" Orang tua kamu selama ini gak meninggal, Dek ", ucap Vidi berat dengan memejamkan matanya, rasanya ia begitu sulit untuk memberitahu kebenaran tersebut pada adiknya.


Hening ...


Semua yang mendengar pernyataan dari Vidi terkejut. Keyra, gadis itu hanya terdiam dengan mata yang sudah memerah. Keyra menundukkan wajahnya, bahunya naik turun pertanda gadis itu sedang menangis.


Arin beranjak dari duduknya dan langsung memeluk gadis itu. Arin pun sudah tak mampu menahan tangisnya, ia memeluk erat Keyra.


Kenzie menatap gadis disampingnya yang menangis tanpa suara. Demi apapun, Kenzie tidak sanggup melihatnya.


Kenzie seketika teringat saat dimana ia mendengar isak tangis Keyra di balik pintu kamar di hotel yang ia tempati, tepatnya saat Kenzie mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati gadis itu. Ingatan itu kembali berputar di otaknya. Dada Kenzie terasa sesak, merasa bersalah, tak sadar mata pria dingin itu sudah memerah dan berkaca-kaca.


Kenzie menunduk, menggosok kedua matanya sebelum cairan jernih yang sudah memenuhi pelupuk matanya itu tumpah. Ia menatap lagi gadis yang masih menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Arin.


" Gue minta maaf Key ", batin Kenzie.


" Gue janji bakal cari orang tua lo, gue janji akan jagain lo, dan gue janji gak akan ada satu pun orang yang nyakitin lo lagi Keyra Arisha , termasuk seorang Kenzie Illario Abraham!! ", batin Kenzie dengan rasa bersalah yang masih menghantuinya.


.


.


.


.