
" Emang iya Kak yang tadi itu Pernikahan Massal ? ", tanya Keyra pada Kenzie.
" Lah bukannya lo nonton tadi? Gue liat lo serius banget nyimak beritanya tadi? ", ucap Kenzie.
" Tapi itu bukan Pernikahan Massal, Kak ", bantah Keyra.
" Trus apa ? ", tanya Kenzie.
" Sunat Massal ", jawab gadis itu polos membuat Dio, Vidi, Arin dan Rangga tertawa begitu saja mendengar jawaban gadis itu.
Kenzie memalingkan wajahnya bukan karena malu melainkan ia berusaha menahan tawanya mendengar jawaban polos gadis itu. Padahal, Kenzie hanya asal menjawab mengenai " Pernikahan Massal " tersebut. Tidak ia duga bahwa gadis berhijab itu menanggapinya serius.
" Emang iya, Cil ", tanya Kenzie sekali lagi pada gadis itu dan gadis yang masih mengenakan mukenanya itu hanya mengangguk.
" Bukannya Pernikahan Massal? ", tanya Kenzie lagi.
" Bukan ! Umur aja tua tapi gak bisa bedain mana Nikah Massal sama Sunat Massal ", tutur Keyra membuat Kenzie membelalakkan mata mendengar kalimat yang keluar dari mulut gadis itu.
Dio dan Vidi memalingkan wajah mereka, mereka berusaha menahan tawa mereka.
" Eh Cil, lo bisa gak sih kalo ngomong tu ngerem dulu jangan asal tancap gas gitu ", ucap Kenzie.
" Remnya udah blong, Ken ", saut Vidi.
" Faktanya kan emang tua !! ", tukas Keyra.
" Halah .. tua-tua gini juga lo demen entar !! ", ucap Kenzie membuat Dio dan Vidi saling menoleh satu sama lain mendengar ucapannya tersebut.
" Halah .. kalau Keyra demen Kak Ken juga senang kan? Iya kan? Keyra tau kalau selama ini Kak Ken ngarep Keyra suka sama Kak Ken ", ucap gadis itu, entah asal ucap atau memang dia tau kalau lelaki dingin yang berada disampingnya itu memang sudah menyimpan rasa terhadapnya.
Kenzie menelan air ludahnya dengan sulitnya. Ia memalingkan wajahnya sesaat.
" Kepedean banget bocil ! ", saut Kenzie memukul pelan lengan gadis itu dengan bantal sofa yang ada di pangkuannya tadi.
Kenzie lalu mengambil gelas berisi teh diatas meja dan meminumnya. Seketika tenggorokan serasa kering setelah mendengar kalimat yang Keyra ucapkan.
" Kasian jantung gue ni ", batin Kenzie.
" Kalau emang benar apa yang diucapkan anak perempuan Om, kamu bisa langsung bicara sama Om Ken, mau bagaimana kedepannya ", saut Rangga sengaja ingin menjahili sahabat anaknya itu.
" Lo ngadep gue dulu baru bokap gue ", timpal Dio.
" Ngomong sama gue dulu sini, harus lolos dari gue dan Dio dulu baru ke Om Rangga ", tambah Vidi semakin memojokkan posisi Kenzie.
" Gara-gara lo ni tuyul !! Kalau ngomong asal nyelonong aja gak pakai permisi !! ", ucap Kenzie pada gadis yang sibuk mengunyah camilan itu.
" Bercanda Kak, gitu aja marah entar makin tua lho ", jawab gadis itu semakin membuat geram Kenzie.
" Eh Cil gue serius ni yaa .. lo kenapa sih kalau ngomong asal mangap aja tu mulut ", ucap Kenzie serius.
Keyra tidak menggubris, gadis itu hanya mengedikkan bahunya.
Kenzie menghela nafas panjang.
" Belajar sabar itu suka tiba-tiba Ken, datang dari mana saja dan dari siapa saja ", ucap Vidi dengan gaya seakan sedang memberikan ceramah pada Kenzie.
" Dan gue belajar sabar cuma dari adik lo ! Setiap hari kesabaran gue di uji !! ", tukas Kenzie membuat Dio dan Vidi tertawa bahagia melihat ekspresi kekesalannya.
" Cobain deh Kak, enak ! ", ucap Keyra menyodorkan camilan kehadapan Kenzie.
Arin, Rangga, Dio dan Vidi memalingkan wajah mereka, mereka berusaha menahan tawa mereka melihat kelakuan Keyra itu.
" Gak tau lagi gue sama ni anak ", batin Kenzie memijat pelipisnya.
" Cobain Kak ", rengek Keyra.
Kenzie ingin mengambil camilan yang Keyra sodorkan di hadapannya itu tetapi gadis itu menjauhkannya tatkala tangan Kenzie ingin meraih camilan tersebut.
" Aaaa ... ", ucap gadis itu sembari mendekatkan camilan yang ia pegang kehadapan Kenzie, seperti seorang ibu ingin menyuapi anaknya makan.
" Buka mulutnya Kak !! ", perintah gadis itu setengah memaksa dan setengah merengek, melihat Kenzie yang sedari tadi bergeming.
Kenzie dengan sangat terpaksa membuka mulutnya membiarkan gadis itu memasukkan camilan kedalam mulutnya. Setelah itu gadis itu tersenyum sumringah dihadapan Kenzie.
" Enak gak, Kak ? ", tanya Keyra dan Kenzie hanya mengangguk mengiyakan.
" Lo bisa senyum sebahagia itu hanya karena hal sederhana aja, Cil ? ", batin Kenzie.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca ❤️❤️❤️