KEY

KEY
Sosok Incaran Vidi


" Ini gue mau nanya sama Vidi ", ucap Dio mengalihkan topik.


" Apaan? "


" Lo bilang tadi udah ada inceran, ngincer siapa lo? ", tanya Dio tanpa ba-bi-bu membuat semuanya membulatkan mata, terlebih Vidi yang kini menjadi pusat perhatian.


" Mampus gue! ", batin Vidi.


Vidi tidak menjawab.


" Ehm .. Dek, kamu gak mau ke ... ", ucap Vidi terpotong.


" Gak usah ngalihin topik lo ! Jawab yang gue tanya tadi, lo ngincer siapa, ha ?! ", sergah Dio.


Vidi hanya menyengir kuda sembari menggaruk tengkuknya yang tidaklah gatal. Keyra yang berada disampingnya menatap tak berkedip menunggu jawaban sang abang.


" Nyengir aja lu banteng !! ", timpal Kenzie.


Vidi menoleh tajam pada Kenzie.


" Diem lu ! ", ucap Vidi.


" Ngincer siapa Bang? ", kini Keyra yang bertanya sembari memicingkan mata ke arah lelaki yang kini merasa dirinya seakan akan sedang dalam sidang skripsi.


" Gak ngincer siapa-siapa Key, Dio salah denger aja tu ", bohong Vidi.


" Kuping gue masih normal, jangan bohong lo ! ", tukas Dio.


" Kenapa gak cerita kalau udah ada inceran? ", tanya Keyra dengan tatapan mengintimidasi.


" Gak ngincer siapa-siapa, Dek. Lagian mau ngincer siapa juga hahaha ", ucap Vidi dengan tawa palsunya.


Keyra dan Dio masih menatap serius Vidi. Melihat ekspresi Vidi, muncul niat untuk mengerjai Vidi di otak Kenzie.


Saat senyum smirk muncul di wajah seorang Kenzie Illario Abraham, di saat itulah detik-detik nasib seorang Vidi Haedar terancam.


" Ehem ", Kenzie berdehem sebelum satu kata sebagai senjatanya keluar dari mulutnya.


" Dinda? ", satu kata itu pun keluar dari mulut Kenzie sembari menatap Vidi dengan tatapan mengejek dengan satu alis terangkat ditambah dengan senyuman smirk khas Kenzie.


Vidi ternganga mendengar kata yang keluar dari mulut Kenzie. Vidi beralih menatap Dio yang sudah menatapnya dengan tatapan Singa hendak mengamuk.


Keyra menoleh pada Kenzie bermaksud meminta penjelasan kenapa bisa Kenzie menyebutkan nama Dinda. Kenzie memainkan alisnya turun naik di tambah senyuman tipisnya. Dua petunjuk itu membuat Keyra paham akan situasi settingan yang di sutradarai oleh Kenzie. Gadis itu hanya mengangguk paham dan tersenyum ke arah Kenzie.


" Emang gila lo! Mulut lo licin banget gak ada rem! ", kesal Vidi pada Kenzie yang memalingkan wajahnya yang sudah memerah karna menahan tawa. Keyra pun memalingkan wajahnya berusaha untuk menahan tawanya.


" Lo yang gila! Bisa-bisanya tunangan gue lo incer ", tukas Dio.


" Gue gak ngincer tunangan lo, astaghfirullah Dio Rananda ", frustasi Vidi.


" Trus siapa? ", pancing Keyra.


Kenzie sengaja membuat situasi seperti ini agar bisa mengetahui siapa sebenarnya yang menjadi incaran Vidi. Keyra pun menjadi tim sukses atas rencana Kenzie.


" Gak usah ditanya Key, dia udah ketangkap basah tu deketin Dinda ", pancing Kenzie lagi.


Kenzie hanya tertawa ringan.


" Malah ketawa lagi si kambing ", kesal Vidi.


" Ya lo tinggal jawab aja lagi ngincer siapa ", ucap Kenzie.


" Kalau lo gak jawab berarti bener lo deketin Dinda ", tambah Kenzie.


" Dijebak gue nih ", batin Vidi.


" Gak ada cewek lain yang mau lo incer, ha ?! ", cercah Dio.


" Gue gak deketin tunangan lo, astaga ... ", ujar Vidi semakin frustasi.


" Jadi siapa Bang? Kalau emang bukan Kak Dinda trus siapa? ", pancing Keyra lagi.


" Yang pasti bukan Dinda ", ucap Vidi.


" Bohong lo! Udah ketauan deketin tunangan gue pakai segala bohong lagi lo ", ucap Dio yang sebenarnya juga tau kalau tidak mungkin teman kuliahnya itu mendekati tunangannya, ia yang menangkap ekspresi Keyra dan Kenzie langsung paham apa yang sebenarnya terjadi. Dio sengaja semakin membuat Vidi merasa terpojokkan.


" Bukan Dinda ya astagaa Dio, suer dah bukan tunangan elu yang gue incer, lama-lama gila gue ", ucap Vidi meyakinkan lagi.


" Trus siapa? ", tanya mereka bertiga kompak dengan tatapan tertuju pada lelaki yang sudah sangat terpojokkan.


" biya ", ucap Vidi pelan tidak terdengar jelas.


" Jangan sok banci lo ngomong lembut kayak gitu ", ujar Kenzie.


" lembut apaan, yang ada gak denger kuping gue ", timpal Dio.


" Jaya? ", tanya Keyra untuk memastikan bahwa yang didengarnya benar atau tidak.


Kenzie dan Dio menahan tawa mendengar kata yang keluar dari mulut gadis itu.


" Bener banci ternyata Ken ", tukas Dio membuat Vidi memicingkan mata ke arah dua lelaki itu.


" Bukan Jaya, Dek. Abang masih normal ", ucap Vidi pada adiknya.


" Lagian ngomongnya pelan banget kayak semut tawuran ", ucap Keyra asal.


" Jadi siapa? ", tanya Keyra lagi.


" Biya ", ucap Vidi dengan wajah tertunduk menahan malu.


" Ha? Serius? ", kaget Keyra, sedang Kenzie dan Dio saling tatap tidak tahu menahu akan siapa Biya.


Vidi hanya mengangguk.


.


.


.