
Dio membukakan pintu untuk Vidi yang memasang wajah masamnya. Dio hanya bisa tertawa melihat ekspresi teman kuliahnya itu.
" Asem lo! ", umpat Vidi.
" Muka lo tu asem kayak tahu basi ", ledek Dio menambah buruk mood temannya itu.
" Udah lama lo didepan pintu sini ", tanya Dio yang masih belum mempersilahkan Vidi masuk.
" Udah lama gue, sampai basah ketek gue ", jawab Vidi asal membuat Dio kembali tertawa.
" Maaf bro, gue kira lo masih nunggu di lobby ", jelas Dio dan akhirnya mempersilahkan temannya itu untuk masuk ke dalam apartemennya.
Baru saja memasuki ruang keluarga, Keyra sudah berlari ke arah Vidi dan memeluk abangnya itu dengan tangis haru. Keyra sudah sangat merindukan pelukan abangnya yang selalu menenangkannya itu dikala ia benar-benar rapuh. Vidi membalas pelukan adiknya itu dengan erat, beberapa kali ia mencium puncak kepala adiknya dengan tulus, mata Vidi pun sudah memerah dan berkaca-kaca.
Dio kembali duduk disamping Papanya. Semua yang menyaksikan pertemuan abang adik itu merasa terharu melihat mereka. Arin sudah tak kuasa menahan tangisnya. Dio dan Rangga saling pandang tersenyum senang melihat pertemuan antara Vidi dan Keyra.
Ken? Ken terdiam. Entah apa yang ia rasakan dan pikirkan saat ini. Senyuman tipis Kenzie muncul ketika menyaksikan apa yang ada dihadapannya.
" Keyra kangen ", lirih Keyra di pelukan Vidi.
" Abang juga kangen sama kamu ", ucap Vidi parau dengan air mata yang sudah mengalir diwajahnya.
Vidi melepas pelukannya dan menghujani wajah adiknya itu dengan banyak ciuman. Vidi dan Keyra benar-benar melepaskan rindu satu sama lain.
" Udah jangan nangis lagi, kamu tambah jelek kalau nangis nanti Ken gak mau nikah sama kamu kalau jelek begini ", ucap Vidi tersenyum, Keyra hanya mengangguk dan tersenyum, entahlah seakan Keyra saat ini setuju dengan ledekan abangnya itu.
Rangga, Arin, Dio dan Ken hanya tersenyum mendengar ucapan dari Vidi.
" Duduk dulu, Nak ", ucap Rangga yang membuat keduanya menurut.
" Ini Vidi, Ma, abang Keyra yang selama di Singapura ini dia tinggal di hotel satu kamar sama Kenzie ", jelas Dio pada Arin yang juga belum tau sama seperti Keyra, mengenai Vidi yang tinggal di hotel bersama Kenzie, Dio menceritakan kepada Papanya saat perjalanan pulang dari kantor tadi.
Keyra yang mendengar penjelasan dari Dio menganga tidak percaya dan gadis itu hendak memarahi ketiga pria yang seumuran itu.
" Diem dulu! ", ucap ketiga pria itu serempak melihat gadis berkacamata itu hendak mengeluarkan protesnya.
Keyra seketika langsung diam dan memanyunkan bibirnya merasa kesal dengan ketiga pria dihadapannya saat ini.
" Gini ni makanya ketiga bujang ini masih belum nikah-nikah, orangnya nyebelin gini ", batin Keyra.
" Pasti Kak Dinda juga masih mikir-mikir mau nikah sama Kak Nanda ", gumam Keyra yang masih bisa didengar oleh Vidi dan Kenzie yang memang duduk didekat gadis itu. Lebih tepatnya, Keyra duduk diantara Vidi dan juga Ken, tapi Keyra duduk agak berjarak dari Ken.
Vidi seketika menoleh pada adiknya. Sedang Kenzie yang duduk bersandar dengan tangan terlipat di dada menoleh kearah lain menyembunyikan wajahnya yang menahan tawa mendengar ucapan Keyra.
" Ha? Enggak kok, Keyra gak ngomong apa-apa ", elak Keyra tersenyum, lebih tepatnya senyum yang ia buat-buat.
" Abang tadi denger kamu ngomong lho, kamu ngatain siapa? Nanda, Dinda itu siapa? ", tanya Vidi lagi membuat Keyra benar-benar kebingungan sendiri membela diri.
" Eh, bocil ngomong apaan? ", Dio ikut menginterupsi gadis itu karna merasa namanya dan tunangannya disebut Vidi tadi.
" Udah ni, bakal ada drama selanjutnya lagi ni ", ucap Rangga pelan pada Arin yang duduk disampingnya. Mereka berdua hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya heran dengan drama yang selalu terjadi didepan mata mereka.
Keyra tidak menjawab, ia hanya menyengir kuda dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidaklah gatal.
" Mau gue bilang ni apa yang lo omongin barusan ", timpal Kenzie menatap Keyra dengan seringai jahatnya, Kenzie memang mendengar jelas gumaman Keyra tadi.
Keyra menoleh pada Kenzie yang menaik turunkan alisnya. Seolah Kenzie merasa saat ini keadaan memihak padanya. Keyra memelototi Kenzie berniat mencegah Kenzie memberitahu apa yang baru saja ia katakan tadi.
" Apaan! ", tanya Dio tidak sabar, sedari tadi ia menunggu jawaban dari Kenzie.
Kenzie menoleh pada Dio dan tertawa ringan mengingat apa yang Keyra ucapkan tadi. Dio dan yang lainnya semakin bingung, sedang Keyra hanya terdiam memikirkan nasibnya setelah Dio mengetahui apa yang ia ucapkan.
" Eh si bocil ngomong apa? Malah ketawa lagi ni si curut ", kesal Dio.
" Adek lo bilang kalau Dinda juga pasti masih mikir-mikir nikah sama lo ", jelas Kenzie yang seketika tawanya meledak setelah mengatakan itu, semua yang mendengar itu pun ikut tertawa terkecuali Dio yang memicingkan mata ke arah Keyra.
Keyra yang ditatap tajam oleh Kakaknya langsung lari kearah Arin dan duduk disampingnya, Keyra memeluk Arin berharap bisa lolos dari amukan Sapi yang masih memicingkan matanya pada Keyra itu.
" Bisa-bisanya bocil ", kesal Dio.
Dio menoleh pada Kenzie dan Vidi yang masih tertawa dengan tangan memegang perut.
" Bahagia banget lo berdua ", ucap Dio semakin kesal melihat teman dan sahabatnya yang puas sekali menertawakannya.
.
.
.
.
.
.