KEY

KEY
Perubahan


Keyra dan Kenzie tengah duduk berhadapan di kursi yang ada di balkon kamar Dio. Sempat hening sejenak, sampai akhirnya Kenzie yang membuka obrolan.


" Ehem ", Kenzie berdehem berusaha mengusir rasa canggung yang menguasainya.


" Mau nanya apa tadi ? ", tanya Kenzie basa-basi.


" Hehehe ... ", Keyra hanya menyengir kuda.


" Aneh Lo ! ", ucap Kenzie menatap kesal Keyra.


" Tuyul itu a- ", ucapan Keyra terputus.


" Iya, Lo Tuyulnya ", potong Kenzie.


" Kok bisa? ", bingung Keyra.


" Mana gue tau ! ", jawab Kenzie seadanya yang membuat Keyra kesal dan memanyunkan bibirnya.


" Jangan sok imut Lo ", Kenzie.


" Keyra lagi marah Kak, astagaaa , bukannya takut malah ngatain ", jelas Keyra polos yang membuat Kenzie tidak sadar tertawa pelan dihadapan Keyra.


Kenzie seketika menghentikan tawanya saat tersadar dan melihat wajah speechless Keyra.


" Lo lagi marah sama gue? Seriusan ini muka Lo kalau lagi marah, ha? ", tanya Kenzie memastikan, dengan jari telunjuknya bergerak mengitari wajah Keyra tanpa menyentuhnya.


Keyra hanya mengangguk.


" Kalau emang gini Lo marah, gue yakin siapapun gak bakalan takut sama Lo, yang ada malah -.. ", ucap Kenzie menggantung.


" Apa Kak? Yang ada malah apa? ", tanya Keyra.


" Yang ada malah gemes sama Lo ", batin Kenzie.


" Yang ada malah makin eneg sama Lo ", ucap Kenzie mengejek.


" Ohh ", Keyra hanya ber-oh tetapi dengan wajah yang ditekuk.


" Becanda bocil ", ucap Kenzie sembari tangannya bergerak mengusap puncak kepala Keyra.


" Jadi, udah gak ada lagi yang mau ditanyain ke gue kan? Kalau gak ada, giliran gue yang nanya sama Lo ", ucap Kenzie bersandar dengan tangan terlipat di dada.


Melihat Keyra yang hendak membuka mulutnya untuk menolak, Kenzie bersuara lagi.


" Gue gak nerima penolakan Keyra Arisha ", ucap Kenzie tegas yang berhasil membungkam mulut Keyra.


" Jangan nanya yang aneh-aneh ya Kak "


" Mau nanya apa, Kak? "


" Harus jawab ya ", Kenzie memperingatkan.


Keyra mengangguk ragu. Kenzie tersenyum penuh arti sembari memperhatikan raut wajah Keyra.


" Gak jadi deh ", tiga kata menyebalkan menurut Keyra itu berhasil keluar dari mulut seorang Kenzie. Kenzie keluar kamar dengan senyum kemenangan meninggalkan Keyra sendirian begitu saja.


" Dasar Om Tua ! ", geram Keyra menyusul Kenzie keluar.


Kenzie mencari keberadaan Dio, yang akhirnya ia temui masih duduk di kursi taman dengan ponsel yang ia hadapkan di telinganya. Kenzie duduk disebelah Dio tanpa aba-aba yang membuat Dio yang masih asyik mengobrol dengan Dinda terperanjat kaget.


" Kambing Lo, main asal duduk aja ", geram Dio.


Kenzie tidak menanggapi, ia hanya menyengir yang membuat Dio bergidik ngeri melihatnya. Tidak biasanya manusia dingin nyengir kuda seperti ini, pikir Dio.


Dio mengakhiri panggilannya dengan Dinda. Dio berniat untuk menanyakan apa saja yang Kenzie dan Keyra obrolkan berdua di kamar tadi. Tapi Dio lebih penasaran penyebab cengiran kuda yang jelas terlihat di raut wajah seorang Ken yang selalu dingin itu.


" Lo kenapa Ken ? ", tanya Dio penasaran sembari masih memperhatikan dengan seksama wajah Kenzie yang masih senyum-senyum sendiri itu.


" Ssstt .. ", kode Kenzie dengan telunjuk dibibir nya agar Dio tidak bersuara. Dio pun bungkam dengan alis terangkat sebelah, bingung.


" Bentar lagi ada yang ngamuk ", jelas Kenzie pada Dio yang masih bingung.


Dari arah dalam, terdengar jelas teriakan dari seorang Keyra Arisha.


" Kak Keeeennnnnnnnn ", teriak gadis itu. Dio yang tadinya bingung pun akhirnya paham apa yang membuat Kenzie senyum-senyum sendiri dari tadi. Walaupun Dio juga bingung dengan perubahan yang terjadi pada sosok seorang Kenzie itu.


" Mulai ada kemajuan ni ", batin Dio.


.


.


.


.


.


.


Selamat membaca ❤️❤️❤️