
Kenzie keluar dari kamar mandi sehabis membasuh mukanya. Ia bergerak mengambil handuk kecil untuk mengelap wajahnya.
" Yo ", panggil Kenzie yang bersandar di daun pintu kamar Dio dengan handuk kecil yang ia lingkarkan di lehernya.
" Hm ", saut Dio duduk bersandar di sofa kamarnya dengan mata terpejam memijit pelan pelipisnya.
" Habis ini gue mau cari info tentang orangtua kandung Keyra ", ucap Kenzie membuat yang diajak berbicara membuka mata dan menoleh padanya.
" Serius lo? ", Dio memastikan dan mendapatkan anggukan dari Kenzie.
" Bener-bener udah bucin banget ya lo sekarang ", ucap Dio tergelak membuat Kenzie kesal dan melemparkan handuk kecil yang ia gantungkan di lehernya tadi ke arah Dio. Kenzie keluar begitu saja dari kamar Dio.
" Dasar Kambing !! ", umpat Dio kesal dan menyusul Kenzie keluar.
Vidi melepaskan pelukannya, ia menangkup wajah sembab sang adik dan menatap dengan tatapan iba.
" Abang janji secepat mungkin kita temuin orangtua kandung kamu ", ucap Vidi serak seusai nangis, ia menghapus air mata yang kembali mengalir di pipi sang adik.
" Kamu gak boleh nangis kayak gini, kamu harus jadi Keyra yang biasanya, yang selalu cerewet, gak bisa berhenti ngomong, selalu bikin orang ketawa sama tingkah kamu, dan .. "
" selalu bikin orang kesel sama kata-kata ajaib yang keluar dari mulut lo ", ujar Kenzie memotong ucapan Vidi membuat Arin, Rangga, Vidi dan Keyra menatap kearahnya.
Vidi, Arin dan Rangga tertawa pelan mendengar sautan Kenzie.
Kenzie hanya bisa tergelak melihat ekspresi kesal Keyra, ia berjalan ke arah gadis itu.
" Bercanda Key ", ucap Kenzie lembut sembari mengelus lembut puncak kepala Keyra dan lelaki itu mendudukkan tubuhnya di kursi yang ia duduki tadi tepat di samping Keyra.
" Bener tu kata si Kambing, jangan nangis kayak gini dek makin jelek soalnya ", sambar Dio yang baru saja datang dan langsung duduk di kursinya tadi.
" Suka banget lo mancing-mancing singa betina ngamuk ", ujar Kenzie pada Dio. Dua lelaki itu sepertinya memang sengaja mengejek Keyra.
" Fighting, dek ", ucap Vidi dengan gaya memberi semangat kepada adiknya (💪) yang entah apa gunanya Keyra pun tidak mengerti. Vidi pun beranjak dan duduk di samping Dio.
Dio dan Kenzie, Arin dan Rangga hanya bisa menahan tawa mereka melihat kelakuan Vidi pada adiknya yang malah semakin membuat adiknya meradang.
" Bilang apa tadi, singa betina ?!! ", interupsi Keyra menatap tajam ke arah Ken dan memukul lengan Kenzie yang berhasil membuat lelaki itu meringis kesakitan.
" Sakit bocil !! Kuat juga ternyata lo !! ", ujar Kenzie yang tengah mengusap lengannya yang dipukul oleh Keyra tadi.
Arin dan Rangga hanya bisa tersenyum menyaksikan perdebatan itu lagi.
" Ngomong apa tadi, ha ?! Coba ulang !! ", ucap Kenzie tidak terima.
" Enak aja ulang-ulang, emang video bisa di replay ", saut Keyra menantang.
" Dasar bocil ! "
" Dasar om-om tua !! ", saut Keyra menjulurkan lidahnya ke arah Kenzie.
Kenzie hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi gadis di depannya yang menatapnya dengan tatapan menantang.
Vidi dan Dio sudah tidak bisa menahan tawa mereka lagi, mereka sudah tertawa terpingkal-pingkal sembari memegang perut.
Arin dan Rangga hanya bisa menggelengkan kepala pelan melihat kelakuan remaja awal dan remaja akhir menurut mereka itu. Mereka pun memilih untuk meninggalkan tiga pria yang tidak mau mengalah terhadap satu wanita itu.
" Tawa aja terus sampai gak sadar kalau Kak Dinda udah ada yang deketin ", timpal Keyra membuat Dio dan Vidi menghentikan tawanya.
" Ha? Ngomong apaan dek ? ", tanya Dio.
Bukan hanya Dio yang kaget, Vidi dan Kenzie pun kaget mendengar ucapan Keyra.
" Dek, jangan bikin teman Abang jantungan usia muda ", celetuk Vidi yang mendapat toyoran dari Dio.
" Tanya aja tu sama dua teman Kak Nanda, hati-hati lho Kak sekarang banyak kasus teman makan teman ", ucap Keyra menatap serius pada Dio dan meninggalkan tiga pria itu begitu saja.
" *Rasain ! Keyra Arisha di lawan* ! ", batin Keyra bangga.
.
.
.
.