
" Sama Biya aja, Bang ", ucap Keyra asal membuat semua orang menatapnya.
" Asal mangap aja kalau ngomong ", kesal Vidi mendengar saran nama dari adiknya itu.
" Dijodohin sama Biya juga gak bakal nolak kan ", ledek Keyra membuat wajah abangnya memerah menahan malu.
" Tapi Biya gak mungkin mau lah sama yang udah tua ", lanjut Keyra.
" Dek, kok kamu makin nyebelin sih? Di ajarin siapa? ", kesal Vidi.
" Lo ya yang ngajarin adek gue jadi nyebelin kayak gini? ", tuduh Vidi pada Kenzie.
" Enak aja lo, tu lo tanya tu sama abang ketemu gedenya dia ", protes Kenzie sembari melihat ke arah Dio.
" Eh bukan gue ya ", ucap Dio membela.
" Adek lo emang udah nyebelin dari orok kali ", timpal Kenzie melirik Keyra sekilas.
" Yee .. nyebelin nyebelin gini juga masih mau kan sama Keyra, dasar om-om tua ! ", lawan Keyra pada Kenzie yang menatapnya tajam.
" Apa?! Mau ngomong apa?! ", lawan Keyra tanpa takut dengan mata yang seperti hendak keluar dari tempatnya.
" Hah ... ", Kenzie menghela nafas.
" Kenapa lo Ken? ", tanya Dio sembari tertawa.
" Capek gue ", jawab Kenzie singkat membuat Vidi menahan tawanya sedang Dio dengan santainya tertawa.
" Sabar bro, lo harus sediain stok kesabaran sebanyak-banyaknya ", ucap Vidi menepuk Kenzie.
Keyra masih menatap Kenzie dengan tatapan kesalnya. Kenzie yang sadar itu mengusap wajahnya kasar.
" Gue minta maaf Key ", ucap Kenzie lembut.
Arin, Rangga, Vidi dan Dio berusaha menahan tawa mereka melihat ego Kenzie yang selalu bisa dikalahkan oleh Keyra. Cowok dingin yang semakin hari semakin cair karna celotehan seorang gadis sembilan belas tahun.
" Gunung Es udah cair ni ", batin Dio.
" Dek, dek, lo pakai pelet apa sih ", batin Vidi.
" Key ", panggil Kenzie lembut karna sedari tadi Keyra hanya diam dengan tatapan yang masih sama.
" Gak usah minta maaf! ", jawab Keyra.
" Bang, ada yang mau disampaikan lagi gak? ", tanya Keyra pada Vidi tanpa memperdulikan Kenzie.
" Kalau masih ada lanjut aja, Bang? Kalau gak Keyra mau masuk kamar, mau tidur, capek !! ", ucap Keyra dengan menekan kata capek dengan maksud menyindir Kenzie.
" Habis deh gue ", batin Kenzie.
" Anak itik berubah jadi anak macan ni ", batin Vidi yang sudah kenal bagaimana dengan mood adiknya itu.
" Buset .. si bocil galak amat ", saut Dio mendapatkan tatapan tajam dari Keyra.
" Peace ", cicit Dio mengarahkan dua jari tangan membentuk huruf V. ✌️
" Besok aja gimana, Nak? ", saran Rangga yang tau kalau situasinya sudah menegang.
" Iya, besok aja gimana, kamu nginep sini aja ", timpal Arin.
" Ee .. iya om tante, besok aja Vidi bahas lagi, tapi biar Vidi balik ke hotel aja Om Tante ", jawab Vidi.
" Iya, di hotel aja, lupain aja adiknya di sini, gak apa-apa ", sindir Keyra sembari meninggalkan ruang keluarga tersebut setelah sebelumnya pamit dengan Arin dan Rangga.
Dio menahan tawanya melihat ekspresi Vidi yang disindir oleh adiknya sendiri. Ditambah Kenzie yang hanya diam setelah tidak mendapatkan maaf dari Keyra tadi.
" Vidi nginep sini Om ", jawab Vidi tersenyum menutupi rasa malunya karna disindir oleh adiknya sendiri.
" Mama sama Papa tinggal dulu ya ", ucap Arin sembari mengajak suaminya untuk meninggalkan ruang keluarga tersebut.
Ruang keluarga itu akhirnya hanya dihuni oleh tiga bujang yang masih belum menikah. Kalau kata Keyra, TIGA BUJANG TUA!
" Lo sih Ken ", ucap Vidi pada Kenzie.
" Adek lo galak banget ternyata ", ucap Kenzie menatap Vidi dengan muka kasihannya menurut Vidi.
" Emang gitu dia, kalau udah marah banget anak itik bakal menjelma jadi anak macan ", jelas Vidi.
" Hati-hati lho karna orang yang jarang marah sekalinya marah ya gitu, nakutin ", tambah Vidi lagi.
" Emang iya? ", tanya Kenzie memastikan.
" Pakai nanya lagi lo, lo sendiri aja sampai ciut gitu ", ledek Dio.
" Kurang asem lo ", kesal Kenzie.
" Lo mau tau satu rahasia gak? ", ucap Vidi pada Kenzie yang menarik perhatian Kenzie dan juga Dio.
" Apa? ", tanya Kenzie tidak sabar.
" Anak itik kalau udah marah, lo siap-siap aja tiga hari tiga malam bakalan di diemin ", beritahu Vidi membuat Kenzie menelan air ludahnya dengan sangat sulit.
" Ha? Serius lo bro? ", tanya Dio yang mendapat kedipan mata dari Vidi pertanda bahwa Vidi sedang membohongi Kenzie. Dio yang paham kode yang diberikan Vidi mencoba menyembunyikan wajahnya yang tengah menahan tawa.
" Keyra udah sakit hati banget tu sama ucapan lo yang asal nyelonong ", timpal Dio.
" Biasanya juga gak pernah gitu si Key ", gumam Kenzie masih bisa didengar oleh Dio dan Vidi.
" PMS kali ya ", tebak Kenzie sembari menoleh pada kedua pria yang telah berhasil membohonginya.
" Bisa jadi ", jawab Dio sembari mengangguk.
" Wah kalau gitu bisa tambah parah tu marahnya ", ucap Vidi semakin menambah runyam suasana hati Kenzie.
" Maksud lo? ", bingung Kenzie.
" Fatalnya bisa-bisa Keyra gak mau nikah sama lo ", ucap Vidi hiperbola.
Dio sebisa mungkin menahan tawanya melihat ulah temannya itu.
" Yah .. jangan dong ! Ya kali gue jadi bujang tua kayak lo berdua ", ucap Kenzie membuat dua pria itu menoleh tidak suka atas ucapannya.
" Apa lo bilang? Gue sih gak ya, bentar lagi gue mau nikah sama Dinda ", ucap Dio dengan bangganya menyebutkan nama tunangannya itu.
" Lo berdua tu, BUJANG TUA ", ledek Dio dengan ledakan tawanya.
" Lo belum nikah, belum tentu juga jadi nikah, jadi kita bertiga emang TIGA BUJANG TUA ", timpal Vidi membuat mereka masing-masing memikirkan bagaimana nasib mereka kedepannya, berapa lama lagi mereka harus membujang.
" Gara-gara kalian ni suka ngeledekin adek gue jadinya apa yang mau gue sampein ketunda lagi kan ", tukas Vidi.
" Si Kenzie tu ", saut Dio.
" Yaa .. gue minta maaf ", pasrah Kenzie.
.
.
.