
Keesokan harinya 🌄🌄🌄
Pada pagi hari, Rangga, Arin, Dio, Vidi, Ken dan Key berkumpul di kursi taman belakang.
Arin dan Rangga duduk berdampingan pada kursi panjang, di depan lelaki dan wanita paruh baya itu duduk berdampingan Vidi dan Dio. Pada sisi kanan terdapat dua kursi berdampingan yang di duduki oleh Ken dan Key.
Rangga sibuk dengan bacaan korannya, Arin sibuk menuangkan teh pada cangkir-cangkir yang telah di tata diatas meja.
Dio dan Vidi saling tatap melihat keheningan yang terjadi antara Kenzie dan Keyra. Kedua pria itu menahan tawanya melihat Keyra dan Kenzie yang saling diam.
" Ehem .. ada yang masih marah ni kayaknya ", ujar Vidi.
" Ehem .. ada yang belum di maafin nih kayaknya ", timpal Dio menyindir sahabatnya yang melihatnya dengan tatapan sinis.
Arin yang melihat keanehan antara Ken dan Key, menyenggol lengan Rangga yang membuatnya menoleh. Arin memberi kode menunjuk Kenzie dan Keyra yang saling diam dengan pandangan yang tertunduk.
Rangga berdehem membuat semua menoleh padanya.
" Minum tehnya ", ujar Rangga membuat mereka semua menghela nafas.
" Kirain apa ", ujar Dio.
Rangga tergelak.
" Ini dua anak yang suka ribut kenapa diam aja ni? Gak mau ribut lagi? ", ujar Rangga membuat Kenzie dan Keyra menoleh.
" Sariawan lo dek ", ledek Dio tergelak.
Keyra tidak menggubris. Ia tetap diam seribu bahasa dengan wajah yang kembali ia tundukkan.
" Si bocil marah banget sama gue kayaknya ", batin Kenzie menatap Keyra tanpa kedip.
Ekor mata Keyra menangkap Kenzie yang menatapnya, Keyra pun menoleh dan manik matanya bertemu dengan mata hitam Kenzie.
" Apa liat-liat !! ", ketus Keyra membuat Kenzie kelabakan dan segera mengalihkan pandangannya.
Dio dan Vidi tergelak. Kenzie menatap tajam kedua pria itu.
" Dasar om-om tua! Giliran dia ngatain gak ingat perasaan orang eh sekalinya dikatain bujang tua marahnya sampai sekarang ", batin Keyra.
" Key, kamu kenapa? ", tanya Arin lembut.
" Gak kenapa-kenapa Ma ", jawab Keyra tersenyum simpul.
" Gak kenapa-kenapa kok diem aja, gak kayak biasanya ", ujar Kenzie tanpa menoleh pada gadis yang kini memandangnya.
" Situ juga diem aja, kenapa? Marah gara-gara dikatain bujang tua ", ujar Keyra membuat Kenzie mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang melihatnya dengan menautkan kedua alisnya.
" Ha? Gue gak marah sama lo ", ujar Kenzie.
" Trus kenapa diem? ", tanya Keyra lagi.
" Ya gue diem karna emang gak ada yang mau diomongin ", elak Kenzie.
" Beneran? ", tanya Keyra memastikan dengan tatapan yang tadinya seperti hendak menerkam kini berubah jadi tatapan menggemaskan ditambah dengan binar mata bulatnya.
" Iya, beneran gue gak marah sama lo ", jawab Kenzie lembut dengan senyum tipisnya.
" Trus lo kenapa diem? ", tanya Kenzie.
" Ya sama kayak Kak Ken gak ada yang mau diomongin ", jelas Keyra sekenanya.
" Gak marah? ", tanya Kenzie.
" Ha? ", bingung Keyra.
" Lo masih marah sama gue gara-gara semalem? ", ujar Kenzie memperjelas.
" Gak, Keyra gak marah ", jelas Keyra.
Kenzie menaikkan satu alisnya. Ia melepaskan sandarannya pada kursi.
Di kursi lain, dua pria gelisah pada duduknya. Dua pria tersebut saling tatap dan hendak meninggalkan tempat tersebut. Baru saja akan beranjak dari duduknya, seseorang dengan suara berat menghentikan niat kedua pria tersebut untuk kabur.
" Diem lo berdua! Jangan kemana-mana! ", ujar Kenzie dengan suara beratnya.
Dio dan Vidi hanya cengengesan dan kembali mendudukkan tubuhnya.
" Jujur lo berdua! ", ujar Kenzie dengan tatapan tajam pada keduanya.
" Ide Vidi, bukan gue ", saut Dio dengan mengarahkan dua jari yang membentuk huruf V pada Kenzie.
" Eh .. ide lo juga tu, bukannya lo yang inisiatif bohongin Keyra juga ", ujar Vidi tanpa sadar, sesaat ia menutup mulutnya karna keteledorannya membongkar kebohongan antara dia dan Dio.
Dio mengumpat dalam hati.
" Maksudnya apa, ha?! Bohongin Keyra apa? ", tanya Kenzie tegas.
" Itu Kak, tadi selesai sholat Subuh Kak Nanda ke kamar Keyra trus bilang kalau Kak Ken marah sama Keyra gara-gara Keyra ngatain Kak Ken bujang tua ", jelas Keyra mengambil alih, membuat kedua pria itu semakin gusar.
" Makanya dari tadi Keyra diem aja ", tambah Keyra membuat Kenzie mengangguk paham.
" Key, gue sama sekali gak marah, gue malah kira kalau lo yang marah gara-gara tadi malam gue ngatain lo, apalagi ... ", ucap Kenzie menggantung menatap sekilas Vidi dengan tatapan dinginnya.
" abang lo bilang kalau lo marah nakutin dan bisa diemin orang tiga hari tiga malem kalau lo udah marah banget ", lanjut Kenzie membuat Keyra tergelak, bahkan Arin, Rangga, Dio dan Vidi pun sebisa mungkin menahan tawa mereka.
" Kak Ken percaya? ", tanya Keyra lembut.
" Yaa gimana, kan abang kamu yang lebih tau kamu ", jelas Kenzie tanpa sadar dengan kata
' lo ' yang berubah menjadi kata ' kamu '.
Vidi dan Dio saling tatap mendengar perubahan satu kata yang keluar dari mulut cowok dingin itu.
Keyra tersenyum manis ke arah Kenzie menampakkan kedua lesung pipinya. Hal itu membuat Kenzie tertegun.
" Cantik ", batin Kenzie.
.
.
.