
Ken terdiam. Perkataan Dio masih terekam jelas diotaknya. Entah kenapa, Ken pun membenarkan perkataan Dio tadi dan perasaan bersalahnya semakin besar terhadap Keyra.
' Maaf Key ', ucap Ken lirih tanpa sadar.
Ken yang memang sedang duduk dikursi yang ada dibalkon kamarnya, menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Kenangan pahit dibeberapa tahun yang lalu mengenai seseorang berputar kembali di memori otaknya.
' Gue kangen sama lo, Qi ', lirih Ken seraya menundukkan wajahnya.
...
Ditempat lain, seseorang muncul dari dalam rumah membawa secangkir teh beserta kue. Didapatinya seorang laki-laki yang memang tengah duduk dikursi teras rumahnya itu sedang melamun.
' Kamu kenapa? ', ucapnya seraya meletakkan teh dan juga kue keatas meja.
' Eh ', ucap Dio sedikit terperanjat.
' Kamu mikirin apa, Di? ', tanya Dinda seraya duduk disebelah Dio.
' Enggak mikirin apa-apa ', ucap Dio tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya menatap lurus kedepan.
' Di ', panggil Dinda lembut seraya menyentuh bahu Dio, Dinda tau kalau calon suaminya itu sedang memikirkan sesuatu.
Dio menoleh menatap lekat gadis disampingnya yang dalam waktu dekat akan sah menjadi istrinya itu.
' Boleh aku minum dulu? ', ucap Dio seraya tersenyum.
' Ehh .. ohh iya .. silahkan diminum atuh kasep ', ucap Dinda yang berhasil membuat Dio tertawa dan mencubit pipinya gemas.
' Din ', ucap Dio lembut seraya meletakkan cangkir keatas meja setelah menyeruput isinya.
' Hmm ', respon Dinda.
' Ada yang mau aku omongin ', ucap Dio.
' Apa? '
' Aku dapat amanah dari teman aku buat jagain adiknya selama adiknya di Singapura ', jelas Dio.
' Terus? '
' Terus adiknya perempuan ', jawab Dio singkat.
' Ha? ', respon Dinda.
' Kamu cuma mau bilang adik teman kamu itu perempuan? ', tanya Dinda yang hanya diangguki oleh Dio.
' Ya ampun Di, aku kira apa ', ucap Dinda terkekeh.
' Adik teman kamu kalo gak cowok ya cewek lah, masalahnya dimana? ', tanya Dinda.
' Kamu gak kenapa-napa? ', tanya Dio.
' Kenapa-napa gimana maksudnya? ', tanya Dinda balik.
' Ya cemburu gitu? ', tanya Dio.
' Ya enggaklah, emang aku bocah SD yang dikit-dikit cemburu '
' Kita udah mau nikah Di, aku udah selama 8 tahun sama kamu, udah tau kamu gimana, selama ini juga kalau ada apa-apa kamu pasti cerita semuanya walaupun gak hari itu juga kamu cerita sama aku ', tutur Dinda.
' Beneran gak cemburu? Gak marah? Atau ngambek gitu? ', tanya Dio beruntun.
' Ha? Kamu mau aku marah gitu? ', ucap Dinda dengan memasang wajah seriusnya.
' Eh ... Gak gitu sayang ', ucap Dio gelagapan melihat wajah kesal calon istrinya itu.
' Justru aku takut kamu marah karna salah paham, makanya sekarang aku cerita ke kamu ', ucap Dio panik menatap wanitanya yang masih dengan mode kesalnya.
Seketika terdengar ledakan tawa dari wanitanya itu. Dio mengernyit bingung, takut-takut yang berada dihadapannya itu bukanlah wanitanya, melainkan sosok lain yang menyerupai Dinda.
' Astaga ', ucap Dinda disisa tawanya.
' Kamu kenapa jadi panik gitu? ', ucap Dinda terkekeh.
' Ini kamu kan Yang? ', ucap Dio mengusap pipi Dinda.
' Heh kamu kira aku siapa? Jangan-jangan kamu ngira aku adik teman kamu itu ya? Kamu beneran ada apa-apa sama dia, ha?! ', tanya Dinda beruntun kini wajahnya terlihat benar-benar kesal dengan lelakinya itu.
Dio yang melihat itu bukannya takut malah tertawa pelan merasa lucu melihat wanitanya itu kesal.
' Kenapa ketawa? ', tanya Dinda tambah kesal.
Dio mencubit gemas kedua pipi Dinda dan mencium keningnya. Kembali Dio menatap Dinda yang masih belum merubah mode kesalnya. Dio yang melihat itu hanya tertawa kecil.
' Kenapa? ', tanya Dinda merasa aneh dengan Dio.
' Gak. Aku kira tadi kamu kesambet jin botol ', ucap Dio terkekeh seraya menyandarkan punggungnya dikursi.
Dinda hanya terdiam.
' Bukannya meluk atau apa gitu, ini malah langsung nyender dikursi, udah gitu tidur lagi ', batin Dinda dengan mengerucutkan bibirnya dan masih menatap lelakinya yang dengan santainya bersandar dikursi dengan mata terpejam.
Dio membuka matanya ketika sadar tidak adanya pergerakan dan suara. Dilihatnya wanitanya itu menatap kesal kearahnya. Kedua sudut bibir Dio terangkat keatas.
' Gemes banget sih ', batin Dio.
Dio pun melepaskan sandarannya dan menarik wanitanya dalam pelukannya. Mencium puncak kepala wanitanya lama.
' Jangan kesal-kesal gitu, aku jadi makin gemes ', ucap Dio terkekeh seraya mencubit pelan hidung wanitanya setelah melepaskan pelukannya.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca βΊοΈ
Minta dukungannya ya π
Maaf masih banyak kurangnya πππ