KEY

KEY
Perdebatan 2K


' Pacaran mulu lo pada ', ucap Kenzie tiba-tiba muncul membuat Dio dan Dinda terperanjat.


' Eh kambing ngagetin aja lo! ', protes Dio pada Ken yang masih berdiri diambang pintu menuju balkon.


' Udah selesai Ken? ', tanya Dinda yang memang duduk di kursi yang ada dibalkon bersama Dio.


' Apanya? ', tanya Ken sembari bergabung duduk di kursi.


' Debat lo lah sama Keyra. Gak bisa apa lo sehari aja gak ribut sama tu anak ', cela Dio.


' Pengang kuping gue dengar kalian debat gak ada habisnya ', lanjut Dio.


' Dia dulu tu yang mulai bukan gue ', bela Ken.


' Lo aja Ken yang gak mau kalah, umur udah berapa tapi kelakuan kayak anak kecil ', kali ini Dinda yang bersuara.


' Terus aja terus salahin gue ', jawab Ken.


' Lo ngapain disini? Keyra lo tinggal sendirian? ', tanya Dio.


' Yaelah, bentar lagi juga dia nyusul ', ucap Ken santai.


' Kak Dinda ... Kak Dinda dimana... Kak... ', teriak Keyra dari arah dalam.


' Tu kan apa gue bilang ', ucap Kenzie seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


' Dibalkon dek ... ', saut Dinda.


Tak lama Keyra muncul diambang pintu dengan cengirannya.


' What's up guys ', sapa Keyra dengan tangan kanannya yang diangkat, Dinda dan Dio hanya bisa geleng-geleng kepala melihat gadis itu.


' Heh anak itik, diem lo! Sakit kuping gue denger suara lo yang cempreng! ', komentar Ken dengan mata yang masih terpejam.


Keyra yang mendengar perkataan Ken mulai mengambil energi untuk perdebatan selanjutnya. Dio dan Dinda memasang posisi siaga untuk perdebatan yang akan kembali terjadi.


' Anak manja yang udah tua yang lagi tiduran di kursi kalo gak bisa ngomong yang baik lebih baik diam! ', cerocos Keyra.


Ken yang mendengar itu langsung membuka matanya dan melepaskan sandarannya. Dio dan Dinda hanya bisa pasrah dengan dua manusia yang ada dihadapan mereka. Niat mereka ke balkon untuk menghindari perdebatan 2K ( Ken dan Key ) hanya sia-sia yang pada akhirnya perdebatan itu kembali terjadi di balkon itu .


' Apa lo bilang coba ulang! ', Ken dengan raut tidak terima.


' Ogah, emang video apa bisa di replay ', jawab Keyra sembari menjulurkan lidahnya.


' Mau apa lo kesini? Lo sengaja ya kesini trus ribut sama gue biar bisa deket sama gue kan? Ngaku lo! ', ucap Ken yang sepertinya menyindir dirinya sendiri.


' Ihh enak aja, ngapain deket-deket sama om-om yang modelnya kayak gini, mending mah deket sama oppa oppa korea ', ucap Keyra dengan senyumannya sambil membayangkan oppa korea pujaannya.


' Heh anak itik, emang gue tua banget sampai lo manggil gue om, ha? ', Ken dengan kesalnya.


' Gak sih, lebih tepatnya Keyra yang terlalu muda ', Keyra dengan senyuman bangganya.


' Geser dong kak ', ucap Keyra pada Dio.


' Yaelah Key, duduk disono ngapa ', ucap Dio sambil menunjuk kursi yang berada didepannya.


' Gak ah, Keyra mau deket kak Dinda ', ucap Keyra dengan santainya.


' Ganggu aja bocil ', timpal Kenzie.


' Gak nyadar apa, yang barusan ngomong juga sama ', saut Keyra.


' Gue cari udara segar disini datang lo malah jadi panas ', balas Kenzie tidak mau kalah.


' Panas itu karna adanya perasaan benci terhadap seseorang tanpa ada alasan makanya itu badan ngerasain panas mulu ', saut Keyra.


' Terus aja terus ribut sampai keriput ', kesal Dio.


' Sehari gak ribut gak debat gak berantem bisa gak sih ', tanya Dinda.


' Gak ', jawab Ken dan Key bersamaan.


.


.


.


.


.


.