KEY

KEY
Nanda?


Keesokan paginya, Keyra keluar untuk membeli makanan. Saat Key hendak mengunci pintu kamarnya, disaat bersamaan Ken juga keluar dari kamarnya.


Key berbalik dan sejenak beradu pandang dengan Ken. Segera dengan langkah tergesa Key hendak pergi menuju restoran hotel berniat menghindari Ken. Ken dengan cepat menahan tangan Key yang berhasil membuat langkah gadis itu terhenti.


' Lepasin om! ', ucap Keyra menajamkan suaranya tanpa melihat Ken seraya menarik dengan kasar tangannya.


' Gue mau minta maaf ', ucap Ken dengan suara beratnya.


' Jangan minta maaf kalau cuma buat ngulangin kesalahan yang sama om! ', ucap Keyra menatap tajam kearah Ken.


Ken tidak berkutik. Keyra yang memang masih sakit hati dengan perkataan Kenzie, memilih untuk meninggalkan Ken. Dengan langkah cepat Keyra pergi meninggalkannya.


' Tatapan marah itu mirip sekali ', lirih Ken pelan.


...


Setelah seminggu berada di Bandung, tiba waktunya Dio balik ke Singapura. Kali ini dia tidak sendiri, melainkan ada kekasih hatinya yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2-nya itu.


Pesawat mereka telah mendarat di Bandara Changi yang menandakan mereka telah sampai di Singapura. Ketika melewati lobby di Bandara tersebut, Dio seketika ingat dengan pertemuannya bersama Key. Hal itu membuat Dio senyum-senyum sendiri yang tidak lepas dari pantauan Dinda.


' Kamu kenapa? ', tanya Dinda.


' Eh .. enggak kok Yang, kenapa emangnya? ', tanya Dio balik.


' Kamu senyum-senyum gitu kenapa? ', tanya Dinda lagi.


' Gak .. aku cuma ingat aja waktu pertama kali aku ketemu sama Keyra ', jawab Dio mengulum senyumnya.


' Aku jadi gak sabar deh pengen ketemu Keyra, kayaknya anaknya asyik banget ya, Di? ', tanya Dinda.


' Banget, dia mood booster banget Yang, ya sama seperti Qiesha ', jawab Dio seraya tersenyum kearah kekasihnya.


Mereka pun segera melanjutkan perjalanan menuju hotel. Dinda dan Dio sengaja tidak makan terlebih dahulu karna mereka berniat untuk mengajak Ken dan Key.


Dio dan Dinda sudah berada didepan hotel sekarang. Mereka langsung berjalan di lorong kamar Ken dan Key berada.


Dio mengetuk pintu kamar Keyra setelah sampai didepan kamar Keyra. Setelah beberapa ketukan, daun pintu tersebut pun terbuka menampakkan sosok gadis kecil dengan senyumannya.


' Kakak ... ', ucap Key girang.


' Assalamualaikum Key ', ucap Dio tersenyum seraya mengelus puncak kepala gadis itu.


' Assalamualaikum cantik ', ucap Dinda yang berdiri disebelah Dio seraya tersenyum kearah Keyra.


' Waalaikumsalam kakak cantik ', jawab Keyra tersenyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya kearah Dinda.


' Salam saya gak dijawab? Kan saya dulu yang ngucapin salam! ', protes Dio.


Keyra menoleh dan hanya menyengir kuda seraya menggaruk tengkuknya yang tidaklah gatal.


' Kakak kenapa marah-marah gitu. Jelek tau gak ', jawab Key dengan beraninya.


Dinda yang menyaksikan perdebatan unfaedah dua manusia didekatnya hanya bisa menggelengkan kepala. Kendati itu, Dinda bisa mengerti kenapa Dio bisa sangat peduli dan ambil berat mengenai Keyra. Seketika itu pula, Dinda seakan merasakan adanya sosok Qiesha di diri Keyra.


' Gadis manis ', batin Dinda.


' Kamu ngatain saya jelek, ha?! ', ucap Dio memelototi Keyra.


' Iya, kan kak Nanda emang jelek, wek ', lawan Keyra dengan mata melotot dan menjulurkan lidahnya.


Dinda hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Keyra itu.


' Apa? Kak Nanda? Siapa kak Nanda? ', tanya Dio yang asing dengan panggilan itu.


' Sopir Keyra! ', kesal Keyra dengan pertanyaan Dio.


' Kak Nanda error kali ya, jelas-jelas aku ngomong sama dia pakai nanya " kak Nanda itu siapa " lagi ', batin Keyra geram.


' Sopir? Sopir yang mana? ', tanya Dio masih tidak paham.


Keyra memutar bola matanya jengah.


' Astaga kak .. kak Nanda ya kakak emang siapa lagi ', geram Keyra.


Dinda dan Dio yang mendengar itu saling bertatapan. Tak lama Dinda tersenyum geli sedang Dio terlihat tidak terima dengan panggilan dari Keyra itu. Pasalnya, tidak ada yang memanggilnya dengan nama " Nanda " selama hidupnya.


' Key, bisa gak sih yang normal-normal aja jangan beda dari yang lain ', protes Dio.


' Ha? Maksud kak Nanda Keyra gak normal gitu! ', protes Keyra dengan pelototan matanya.


' Biasa aja matanya, keluar baru tau rasa ', ucap Dio menepuk pelan jidat Keyra.


Dinda sedari tadi hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah Keyra yang seperti menguji kesabaran sang kekasih.


' Lagian apa salahnya sih kak kalau Keyra manggil kakak dengan panggilan kak Nanda ', ucap Keyra.


' Selama saya hidup gak ada yang manggil saya dengan nama " Nanda " Keyra Arisha ', geram Dio.


' Seriusan? Tapi kan nama kakak Dio Rananda, jadi Key gak salah dong kalau manggilnya kak Nanda ', bela Keyra.


' Iya kan kakak cantik ', ucap Keyra menatap Dinda meminta dukungan.


Dinda hanya menganggukkan kepalanya seraya tertawa kecil. Dio yang melihat kekasihnya membela Keyra hanya bisa pasrah.


' Tu kan, kak Dinda aja setuju ', ucap Keyra dengan bangganya.


' Serah deh ', pasrah Dio sembari memijat pangkal hidungnya frustasi.