KEY

KEY
Gak Mau Kalah


Pintu kamar Keyra yang memang tidak ditutup kembali oleh Dio tadi, membuat seseorang yang berada dibalik tembok kamar Keyra bisa mendengar jelas percakapan dua orang yang berada didalam kamar tersebut.


" Dasar bocil, lemes banget punya mulut, sekali aja Key jangan bikin nyawa gue terancam ", batin Ken menangis yang sedari tadi mendengar percakapan dua kakak beradik ketemu gede itu.


" Habis deh gue di sidang ni ", pasrah Ken dan meninggalkan tempat tersebut.


Malam pun tiba. Seperti biasa, sehabis makan malam keluarga Dio pasti berkumpul di ruang keluarga.


Semenjak ada Keyra kebiasaan itu masih ada dan sama, bedanya semenjak ada Keyra pasti ada pertengkaran-pertengkaran kecil antara dirinya dan Dio. Apalagi, jika dirumah tersebut ada Kenzie, maka pertengkaran itu semakin menjadi. Arin dan Rangga hanya bisa menyaksikan pertengkaran yang terjadi antara anak-anak mereka yang terpaut usia cukup jauh itu.


Seperti sekarang, pertengkaran kembali terjadi antara Keyra dan Kenzie. Pertengkaran yang selalu terjadi karena hal-hal sepele yang mereka besar-besarkan karena tidak adanya yang mau mengalah diantara mereka.


" Kak Keeeennnnnn ", teriak Keyra melihat acara televisinya diganti menjadi acara balap motor.


Keyra bergerak mengambil alih remote tv yang dipegang Kenzie. Kenzie yang melihat itu langsung mengangkat tangannya yang memegang remote keatas mencegah Keyra mengambil remote itu.


" Kak bawa sini remote nya ", Keyra masih berusaha mengambil remote dari tangan Kenzie.


" Gak! Apaan sih! Gue mau nonton, Cil ", sergah Kenzie masih mengamankan remote nya.


" Keyra juga mau nonton Kak ", balas Keyra dengan suara cemprengnya.


" Lo dari kemaren nontonnya kartun bebek mulu, bosen gue denger die ngoceh, udah di dunia nyata kuping gue juga pengang gara-gara anak itik, nonton tv juga kuping gue sakit denger bebeknya ngerocos gak berhenti ", jawab Kenzie sembari memindahkan remote kebelakang tubuhnya.


Arin, Rangga dan Dio sedari tadi asyik menyaksikan pertengkaran itu. Entahlah, untuk melerai rasanya percuma pikir mereka. Saat kondisi seperti ini, mereka hanya bisa berdoa agar kuping mereka dikuatkan dan agar salah satu diantara dua orang yang bertengkar dihadapan mereka bisa mendapatkan hidayah untuk hanya sekedar mengalah.


" Ken, Ken, umur udah tua masih aja gak mau ngalah lo ", gumam Dio.


" Walaupun kuping Papa agak berdengung dikit, tapi Papa seneng liat mereka bertengkar seperti anak kecil kayak gini Ma ", ucap Rangga pada istrinya yang dibalas anggukan kecil.


" Rumah jadi rame ya Pa ", timpal Arin.


Dio yang memang duduk di samping Rangga, membisikkan sesuatu pada Papanya tersebut.


" Pa, sekarang aja sidang Kenzie ", bisik Dio dengan seringai jahatnya.


" Ohh iya, Papa hampir lupa, untung kamu ingetin ", ucap Rangga.


" Kasian anak orang Pa, jangan usil-usil gitu lah, ini si Kakak juga iseng banget sama temennya sendiri ", ucap Arin.


" Ma, cowok kayak Ken emang harus diginiin Ma, biar gak kelamaan mikir ", saut Dio.


" Ya udah deh, terserah kalian, Mama gak mau ikut-ikutan ", ucap Arin beranjak dari duduknya.


" Eh Mama mau kemana? ", tanya Dio yang melihat sang Mama hendak meninggalkan ruang keluarga.


" Mama mau ambil puding coklat buat adek kamu ", jawab Arin.


" Cuma adek aja? Kakak gak? Kakak bener-bener udah dilupain ni Ma ", ucap Dio dengan wajah yang sengaja ditekuk.


Arin dan Rangga hanya menggeleng melihat tingkah anak sulung mereka yang bukan dalam kategori anak kecil lagi tapi malah sudah tunangan.


" Kamu ini apa bedanya sama Kenzie, umur udah tua tapi masih dengki sama Keyra ", timpal Rangga.


" Gak ada yang lupain kamu Kak, emang kamu mau puding coklatnya? ", tanya Arin pada si anak sulungnya.


" Ya maulah Ma, kan Kakak emang suka puding coklat buatan Mama ", saut Dio.


" Ya udah, Mama bawain buat kamu juga ", ucap Arin meninggalkan ruang keluarga tersebut.


.


.


.


.


Maaf ya slow update 🙏


Selamat membaca ❤️