KEY

KEY
Serah deh


' Hayokloh, anak bungsu ini ', ucap Keyra dengan bangganya.


Ken hanya mencibir melihat kesombongan hakiki yang ada pada gadis dihadapannya.


' Udah udah, ributnya lanjut nanti, kita makan dulu ', ajak Arin.


' Gak nunggu Papa dulu Ma? ', tanya Dio.


' Papa katanya nanti malam baru pulang ada meeting katanya ', jelas Arin.


Mereka pun segera menuju meja makan untuk makan siang. Arin duduk berdampingan disebelah Keyra, sedang Dio yang tadinya ingin duduk disebelahnya segera dicegah Arin.


' Kamu duduk disana samping calon istri kamu, ngapain duduk disini ', ucap Arin menunjuk kursi disamping Dinda dan disampingnya secara bergantian.


Ken duduk di kursi yang ada disisi lebar meja yang letaknya disamping Keyra.


' Lah kan biasanya juga Dio disini ', protes Dio menunjuk kursi samping Mamanya yang diduduki Keyra.


' ihh manja deh gak malu apa sama calonnya ', ledek Keyra.


' Diem bocil ', protes Dio.


' Ya udah deh Ma, Dinda pulang aja kayaknya Dio emang gak mau duduk dekat Dinda ', rajuk Dinda yang sebenarnya hanya ingin menggoda kekasihnya.


' Eh gak gitu Yang, ya udah aku duduk sini ', cegah Dio sembari segera mendudukkan tubuhnya di kursi samping Dinda.


' Kok mukanya kayak terpaksa gitu ', ucap Keyra sengaja mengompori.


' Iya, kok muka kamu kayak terpaksa gitu ', saut Dinda meladeni ledekan Keyra.


' Eh gak kok, kata siapa terpaksa, enggak dong Yang ', ucap Dio sembari mengelus lembut puncak kepala Dinda.


' So sweet banget sih ', gemas Keyra menatap kedua manusia didepannya dengan posisi tangan diatas meja menangkup wajahnya.


Pletak !!!


' Aww ', ringis Keyra yang mendapat toyoran dari Dio sembari mengusap keningnya.


' Aduh duh Ma, sakit Ma ', ringis Dio memegang telinganya yang dijewer oleh Arin karna tidak terima anak bungsunya ditoyor oleh anak sulungnya.


' Iya ya Ma, Dio minta maaf, dek maafin dong ', ucap Dio setengah memohon kepada Keyra.


' Rasain lo! Emang enak posisi lo udah bergeser sekarang ', ucap Ken ikut meledek.


' Gak usah maafin dek ', gabung Dinda meledek kekasihnya.


' Kok kamu gitu sih Yang, tunangan kamu ini ', protes Dio.


Keyra hanya tertawa melihat ibu dan anak itu.


' Dek maafin dong jangan ketawa aja ', ucap Dio lagi.


' Gak usah Key, gak usah dimaafin ', ucap Ken kembali mengompori.


' Eh diem lo kambing! ', saut Dio.


' Yang ada juga lo yang patut buat gak dimaafin sama adek gue ', lanjut Dio sembari menahan sakit di telinganya yang masih setia dijewer oleh jari Arin.


' Iya iya dimaafin kok, Ma lepasin dong kasian kak Nanda ', ucap Keyra akhirnya merasa kasian.


Arin segera melepaskan jewerannya tetapi ada raut bingung diwajahnya.


' Nanda? ', bingung Arin.


' Tau tu Ma nama Dio diubah-ubah seenaknya sama dia ', protes Dio.


' Diubah gimana? Kan nama kamu Dio Rananda, ya berarti anak bungsu Mama gak ada ngubah nama kamu kak ', bela Arin yang membuat Dio semakin jengkel sedang Keyra menyombongkan kemenangan yang dia dapat.


' Mama mah gitu, mentang-mentang ada anak bungsu belain anak bungsunya mulu, anak sulungnya dilupain ', ucap Dio dengan raut sedih yang dibuat.


' Kok ngelupain, ya gak dong kak, kan Mama juga gak ngebelain adik kamu kan Mama ngomong kenyataan, iya gak Din, Ken ', ucap Arin meminta pendapat Dinda dan Ken yang mendapat anggukan dari keduanya.


' Tu kan bener ', bangga Arin mendapat persetujuan Dinda dan Ken.


' Serah deh ', pasrah Dio.