
" Biya ", ucap Vidi dengan wajah tertunduk menahan malu.
" Ha? Serius? ", kaget Keyra, sedang Kenzie dan Dio saling tatap tidak tahu menahu akan siapa Biya.
Vidi hanya mengangguk.
" Sejak kapan? ", tanya Keyra yang membuat Vidi mengernyit bingung.
" Sejak kapan apanya? "
" Sejak kapan modus? ", perjelas Keyra.
" Gak ada yang modus anak itik, kalau ngomong suka sembarangan ", geram Vidi menjitak kening adiknya yang membuat gadis itu meringis. Ken dan Dio hanya mengulum senyum mereka.
" Cowok kalau udah ada yang di incer kan emang suka modus ", ucap Keyra membuat Vidi, Dio dan Ken seketika membulatkan mata mereka mendengar kalimat yang meluncur begitu saja dari mulut gadis itu.
" Enak aja, abang enggak gitu ya ", elak Vidi.
" Tau dek, sok tau banget ", timpal Dio.
" Mantan lo kali yang modus kayak gitu ", Kenzie menambahkan.
" Gak punya mantan! Jangan sok tau deh! ", ucap Keyra.
" Tau lo sok tau banget !! ", timpal Vidi.
" Ya mana gue tau ", saut Kenzie.
" Ya makanya jangan sok tau ", ucap Keyra, Vidi dan Dio bersamaan membuat Kenzie menoleh bingung pada mereka bertiga.
" Kompak lo bertiga ! Giliran bully gue aja kompak !! ", ucap Kenzie.
" Sok di bully banget ! Padahal kenyataannya suka nge-bully ", saut Keyra tidak terima.
" Eh kapan gue nge-bully lo !! ", saut Kenzie tidak terima.
" Setiap hari ! ", jawab Keyra dengan ketusnya.
" Berantem aja terus sampai bulan jadi matahari ", saut Dio kesal melihat perdebatan dua manusia beda umur itu.
" Balik lagi ke Vidi. Biya siapa yang lo incer? ", tanya Dio.
" Sahabat Keyra Kak ", jawab Keyra begitu saja.
" Abang lo yang di tanya bukan lo bocil ! ", tukas Kenzie.
Dio dan Vidi hanya bisa menghela nafas panjang mendengar pertengkaran antara Keyra dan Kenzie.
" Seenggaknya gue gak sok tau kayak lo ! ", ucap Keyra dengan gaya bicara yang sangat berbeda dari biasanya membuat ketiga pria yang berada didekatnya menganga tidak percaya dengan mata yang seakan hendak keluar dari wadahnya.
" Eh kualat lo sama gue ", pungkas Kenzie.
Dio dan Vidi mengalihkan pandangan mereka, berusaha menahan tawa mereka. Entah kenapa dua pria itu merasa lucu melihat reaksi Kenzie mendengar gaya bicara Keyra yang tidak seperti biasanya.
" Kualat kenapa sih? Gue gak ngapa-ngapain lo ", ucap Keyra santai.
" Buset ni bocah, gak ada takut-takutnya sama gua ", ucap Kenzie sembari menggelengkan kepalanya.
Vidi dan Dio berusaha sekuat tenaga menahan tawa mereka hingga wajah mereka memerah.
" Lo berdua kan yang ngajarin bocil kayak gini? ", ucap Kenzie beralih menatap kedua pria yang masih memalingkan wajah itu.
" Tawa aja gak apa-apa! Gak usah di tahan-tahan! Udah kebal gue sekarang! ", tukas Kenzie yang sudah pasrah.
Seketika tawa Dio dan Vidi pecah begitu saja di kamar seorang gadis yang lagi-lagi berhasil membuat seorang pria dingin yang bernama Kenzie di tertawakan. Untuk kesekian kalinya wibawa seorang Kenzie Illario Abraham seakan-akan terkubur di lapisan tanah terdalam.
" Puas-puasin dah lo berdua ngetawain gue! ", ujar Kenzie.
" Sorry bro! Gue kelepasan ketawa! ", ucap Vidi.
" Gue juga Ken. Gak sengaja ketawa ", ucap Dio.
" Ajarin tu adek lo berdua ", timpal Kenzie.
" Dek, gak boleh gitu ya ngomongnya, kalo ngomong sama Om Kenzie itu harus sopan ", ujar Dio membuat Vidi kembali tertawa, begitu juga Dio yang memang sengaja ingin mengejek Kenzie.
" Ya Allah berilah hidayah pada mereka semua ", batin Kenzie yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi selain hanya diam menyaksikan dua pria yang tanpa merasa bersalah puas menertawakannya.
.
.
.
.
.
.