KEY

KEY
Sejak Kenal Lo


' Otak dia lagi di servis Key, jadi harap maklum aja kalo dia rada-rada be*o selama beberapa hari kedepan ', saut Dio disela tawanya.


' Terus aja terus hina gue Yo ', protes Kenzie seraya menyandarkan punggungnya ke sofa.


' Om ', panggil Keyra.


' Jangan panggil gue om Keyra Keyra Arisha ', protes Kenzie menatap jengkel Keyra.


' Keyra Arisha! ', ucap Keyra membenarkan.


' Serah gue! Mulut-mulut gue! ', jawab Kenzie seraya memelototi Keyra.


' Om ', panggil Keyra lagi.


' Lo budek atau gimana sih. Gue udah bilang jangan panggil gue om! ', ucap Kenzie menatap Keyra kesal seraya melepaskan sandarannya.


' Serah gue! Mulut-mulut gue! ', ucap Keyra menuruti kalimat Kenzie tadi dengan pelototan matanya.


Dinda dan Dio membiarkan perdebatan dua manusia itu. Percuma melerai mereka, pikir Dio dan Dinda.


' Debat sama lo makin tua gue ', celetuk Kenzie.


' Lah elo emang tua kali, debat gak debat sama Key juga lo tua ', saut Dio mendengar celetukan Ken.


' Tau tu, sok muda banget jadi orang, Keyra yang paling muda aja anteng-anteng bae ', saut Keyra.


' Diem lo bocil! ', kesal Kenzie.


' Gak apa bocil yang penting kelakuannya gak kayak bocil ', ucap Keyra menatap Kenzie seraya menjulurkan lidahnya.


' Maksud lo kelakuan gue kayak bocil gitu, hah?! ', ucap Kenzie tidak terima.


' Ya Tuhan.. Ni anak kapan akurnya coba ', batin Dio memijat pangkal hidungnya.


' Yang ke balkon yuk! ', ajak Dio pada kekasihnya.


Dinda hanya mengangguk dan beranjak dari kursinya diikuti Dio. Mereka berdua memilih untuk ke balkon sambil menunggu perdebatan dua anak itu selesai.


' Yang ngerasa aja atuh mah ', saut Keyra.


' Gue sih mandiri orangnya, emang lo manja ', saut Ken tidak mau kalah.


' Kita buktiin ya siapa yang manja ', tantang Keyra.


' Buktiin gimana? ', tanya Ken.


' Sekarang Keyra tanya ya sama om ', ucap Keyra seraya membenarkan posisi duduknya menjadi bersila diatas sofa dengan pandangan lurus ke arah Kenzie.


' Plis dong jangan panggil gue om Keyra Arisha ', protes Ken mengacak rambutnya frustasi.


Keyra terkekeh melihat ekspresi dari Ken.


' Baiklah Kak Kenzie ', ucap Keyra dengan senyumannya dan menekankan kata " Kak Kenzie ", Kenzie tersenyum tipis mendengar panggilan baru dari gadis itu.


' Orangtualah ', jawab Ken singkat.


' Tuh kan, kebukti kalau disini yang mandiri itu Keyra Arisha dan yang manja itu om Ken.. eh maksudnya Kak Kenzie ', ucap Keyra menunjuk dirinya dan Ken bergantian.


' Emang lo ngebiayain sendiri ', tanya Kenzie yang diangguki Keyra.


' Seriusan? SD juga? Ya kali SD lo udah kerja? ', ucap Kenzie yang tidak percaya.


' Dapat beasiswa, selebihnya ya gitu pandai-pandai aja cari uang ', ucap Keyra yang membuat Kenzie semakin penasaran akan sosok gadis itu.


Kenzie mengubah posisi duduknya sama seperti Keyra. Kini mereka saling menatap lurus satu sama lain. Entah kenapa obrolan mereka menjadi serius tidak seperti biasanya yang isinya hanya berdebat.


' Kerja? Kerja apa? Dimana? ', tanya Kenzie beruntun.


' Apa ajalah yang bisa dilakuin anak kecil, Keyra juga bikin prakarya gitu trus dijual disekolah, atau bantuin ibu kantin cuma sekedar biar bisa jajan disekolah ', jelas Keyra.


' Orangtua lo? ', tanya Kenzie.


' Udah gak ada ', ucap Keyra pelan.


' Ha? Trus yang lo ceritain barusan? ', kaget Kenzie.


' Panjang ceritanya, nanti deh kalau Keyra mood Keyra cerita, sekarang lagi gak mood ', jawab Keyra seenaknya yang membuat Kenzie kembali kesal dengan gadis itu.


' Heh anak itik, gue udah serius dengerin lo cerita pake gak mood segala lagi ', protes Kenzie.


' Sejak kapan Kak Ken jadi kepo gini ', tanya Keyra.


' Gue bukan kepo lebih tepatnya peduli ', jawab Kenzie.


' Ya, apalah namanya itu, sejak kapan jadi peduli sama masalah orang ', ucap Keyra.


' Sejak gue kenal lo ', jawab Kenzie cepat seraya beranjak dari duduknya dan meninggalkan Keyra sendirian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.