KEY

KEY
Kesalnya Keyra


Kenzie dengan sangat terpaksa membuka mulutnya membiarkan gadis itu memasukkan camilan kedalam mulutnya. Setelah itu gadis itu tersenyum sumringah dihadapan Kenzie.


" Enak gak, Kak ? ", tanya Keyra dan Kenzie hanya mengangguk mengiyakan.


" Lo bisa senyum sebahagia itu hanya karena hal sederhana aja, Cil ? ", batin Kenzie.


" Ehem .. gak enak yaa jadi obat nyamuk gini, mending gue ke kamar nelfon calon bini gue ", ucap Dio seraya berlalu meninggalkan ruang keluarga itu.


" Tiba-tiba Papa sakit perut ni, Papa tinggal yaa ", ucap Rangga segera berlalu.


" Mama juga mau ke kamar sekalian mau nyiapin sarapan nanti ", ucap Arin kemudian menyusul suaminya.


" Abang juga ma .. ", ucap Vidi menggantung terlebih dahulu dipotong oleh adiknya.


" Bang Vidi mau ke mana? Mau nelfon calon bininya juga? Emang ada? ", ledek sang adik pada abangnya.


" Buset dah .. adek siapa sih? Mulutnya Ya Allah makin lemes banget dah ", ucap Vidi sembari menggelengkan kepalanya.


" Abang mau lanjut tidur, puas-puasin dah lo berdua sini ", ucap Vidi melangkah meninggalkan ruang keluarga itu.


Baru berapa langkah, Vidi menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Tatapannya tertuju pada Kenzie. Kenzie menaikkan sebelah alisnya melihat Vidi menatapnya dengan sorotan mengintimidasi.


" Kenapa lo! ", dingin Kenzie.


" Awas lo kurang ajar sama adek gue ! ", ucap Vidi memperingatkan dan berlalu begitu saja meninggalkan Keyra dan Kenzie.


" Adek Abang sama aja, sama-sama aneh, sama-sama gak jelas ", ucap Kenzie.


Keyra mengambil bantal sofa dan melemparkan bantal sofa tersebut ke arah Kenzie.


" Eh tuyul !! Kualat lo baru tau rasa ! ", ucap Kenzie.


" Biarin ! Lagian kalau ngomong mulus banget kayak jalan raya baru di aspal !! ", jawab Keyra.


" Eh lo ngaca gih sana ! Apa bedanya sama lo yang kalau ngomong asal keluar aja, sekenanya aja ! ", protes Kenzie.


" NGACA MAKANYA! KACA DI BUAT BUKAN TANPA ALASAN! KACA BIAR LO NGACA! ", lanjut Kenzie di balas tatapan tajam oleh Keyra.


" Kenapa? Bukannya waktu itu lo ngomong kayak gitu? ", tambah Kenzie yang masih ditatap oleh gadis itu dengan tatapan tak bisa ia tebak tatapan apa itu.


" Gue cuma ngulang kalimat lo doang, Cil. Jangan dimasukin ke hati. Suer dah gue cuma coba ingat ingat kalimat lo waktu itu, biar jadi Reminder Self buat gue ", ucap lelaki itu dengan nada yang lebih bersahabat dengan menekankan kata Reminder Self.


Keyra seketika berubah ekspresi dari tatapan tajam menjadi tatapan geli setelah mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut lelaki itu.


" Kenapa lo liat gue gitu? Kayak jijik banget same gue ", ucap Kenzie melihat ekspresi Keyra.


" Banget ! Tumben nyadar ", saut Keyra sekenanya masih memandang Kenzie.


" Jijik tapi lo demen kan sama gue? Masih aja lo ngeliatin gue ", tukas Kenzie dengan senyum meledek.


" Gak banget! ", saut Keyra singkat sembari memalingkan wajahnya kembali menatap layar tv.


" Demen bilang aja, Cil "


" Lo keseringan ngelawan gue sih, jadi kepikiran gue terus kan tiap hari? Iya gak? ", tambah Kenzie.


" Berisik!! ", kesal Keyra , entah kenapa gadis itu seakan malas meladeni lelaki di sampingnya itu.


" Birisik ", ejek Kenzie.


" Kaaakkkkkkkkk !!!! ", kesal Keyra semakin jadi.


Kenzie yang biasanya selalu dibuat kesal oleh gadis berkacamata minus itu, saat ini merasa senang bukan main karna berhasil membuat gadis itu kesal. Lelaki itu tertawa ringan melihat ekspresi cemberut dari gadis disampingnya.


" Gemes gue ", batin Kenzie.


" Kalau gemes kayak gini tiap hari aja kali ya gue bikin lo kesel ", Kenzie membatin, senyum tipis terukir di bibirnya.


.


.


.


.


.


.