KEY

KEY
Tersudutkan


Pandangan Kenzie beralih pada gadis yang tengah serius itu. Senyum tipis terukir di bibirnya.


" Serius amat, Cil ", tegur Kenzie pada Keyra yang hanya memandang sekilas padanya, setelahnya gadis itu kembali fokus pada layar televisi.


" Emang lo ngerti, Cil "


" Berisik !! ", tukas gadis itu.


Kenzie tertawa pelan melihat reaksi gadis itu.


(Hening)


Acara berita tersebut jeda sejenak dengan menampilkan iklan dari berbagai produk.


" Lo mau nonton apa tadi, Cil ", tanya Kenzie dengan remote tv yang dia acungkan ke depan, berniat mengubah channel tv tersebut.


Keyra dengan antusias memberitahu pada lelaki itu channel tv yang menayangkan acara kartun yang ia tunggu sedari tadi.


" Dasar bocil emang ", batin Kenzie.


Kenzie pun mengubah channel tv yang sudah menampilkan kartun yang sebenarnya sangat Kenzie tidak suka itu.


" Gue udah kayak om nemenin keponakannya nonton kalau begini ni ", batin Kenzie sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Kenzie menoleh pada Keyra. Lelaki itu menatap gadis itu dengan sejuta pertanyaan yang ada di kepalanya.


" Kenapa gue bisa ketemu sama lo sih, Cil ", batin Kenzie.


" Kenapa juga lo sering banget bikin gue kesel "


" Kenapa lo bisa bikin gue merasa bersalah sama lo waktu gue ngomong kasar sama lo "


" Sampai gue kepikiran "


" Dan penasaran sama lo ! "


" Kenapa ? ", gumam Kenzie tidak sadar membuat perhatian Keyra beralih padanya.


" Kenapa? Kenapa apa, Kak? ", tanya Keyra.


Kenzie gelagapan.


" Eh .. enggak itu, kenapa lo suka kartun itu ", elak Kenzie.


" Ohh .. ya habisnya mau suka Kak Ken takut Kak Ken gak suka balik ", ceplos Keyra membuat Kenzie melebarkan matanya mendengar kata-kata tersebut.


" Mulai ni bocil bikin jantung gue marathon ", batin Kenzie.


" Asal mangap aja lo kalo ngomong ", ucap Kenzie berusaha menetralkan denyut jantungnya.


" Jadi salah tingkah gini gue ", batin Kenzie.


" Itu dari hati lho Kak ", saut Keyra memandang Kenzie dengan menaik turunkan alisnya.


" Stress ni anak ", batin Kenzie.


" Kesurupan lo, ha ?! ", tukas Kenzie.


Keyra memandang Kenzie tanpa kedip membuat si lelaki dingin itu semakin gelisah.


Keyra yang melihat Kenzie salah tingkah seketika tertawa begitu saja.


" Lucu banget ", ucap Keyra di sela tawanya.


Jantung Kenzie semakin tidak bisa diajak kerja sama setelah mendengar dengan jelas dua kata yang keluar dari mulut gadis itu.


" Mati jantungan gue lama-lama ni ", batin Kenzie mengatur nafasnya sembari memegang dadanya.


Tak lama, muncullah dua lelaki dengan dua orang paruh baya.


" Girang banget lo, Dek habis bikin baper anak orang ", ledek Vidi sembari duduk di samping adiknya.


Dio, Rangga dan Arin pun duduk.


" Mana ada gua baper !! ", ucap Kenzie tidak terima.


" Masih aja gak ngaku, dasar tua lo !! ", timpal Dio.


" Ehemmm ", Rangga sang Papa yang merasa tersindir dengan perkataan anaknya.


" Hehehe .. maksudnya si tua yang belum nikah Pa ", bela Dio yang memang duduk di samping Papanya.


" Kamu juga belum nikah, Kak ", ucap sang Mama terang-terangan.


" Bang Vidi juga belum tuh ", saut Keyra.


" Diem lo, Dek ", ucap Vidi.


" Kan emang bener, di rumah ini kan ada tiga bujang tua ", ucap gadis itu dengan santainya menyudutkan tiga bujang tua yang ia maksud.


" Si Bocil makin lemes banget mulutnya ", gumam Kenzie masih bisa didengar oleh Keyra.


" Situ juga mulutnya lemes banget, kalo ngomong udah kayak motor gak ada remnya ", jawab Keyra dengan volume suara yang bisa didengar seisi rumah.


Dio dan Vidi tertawa melihat Kenzie yang kembali disudutkan oleh Keyra. Arin dan Rangga hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan dua orang tersebut.


" Eh lo ngaca, barusan lo ngomong udah kayak itik cari makan gak ada jedanya ", lawan Kenzie.


Keyra menatap sinis Kenzie dengan mencemberutkan bibirnya.


" Apa Lo?! Mau ngomong apa, ha ?! ", ucap Kenzie pada Keyra.


Tidak ada sautan dari gadis itu seperti biasanya, Keyra hanya menjulurkan lidah kearah Kenzie setelah itu ia kembali fokus pada kartun yang sempat jeda beberapa menit itu.


.


.


.


.


.


.


.