
" Gue gak bakal suka sama bocil kayak lo yang ada darah tinggi gue ngadepin lo tiap hari ", elak Kenzie.
" Yaelah bisa ae lo ngelak, bohong dosa lo ", saut Dio dengan nada mengejek.
" Jujur aja Ken ", sambung Dinda.
" Beneran gak suka sama anak bungsu Om? ", tanya Rangga pada Kenzie.
" Ya benerlah Om, mata Kenzie masih sehat ", jawab Kenzie melirik sekilas kearah gadis disampingnya.
" Maksudnya apa? Mata Keyra juga sehat ", polos Keyra.
" Ngapain lo pake kacamata kalo mata lo sehat, ha? ", ucap Kenzie yang mulai memancing keributan.
" Mulai lagi deh ", gumam Dio menepuk jidatnya.
" Ini tu kacamata Keyra pake karna silau ", jelas Keyra.
" Silau kenapa? Bilang aja mata lo emang udah rusak ", ucap Ken yang mulai terpancing dan memancing keributan.
" Silau karna kegantengan Kak Kenzie ", jawab Keyra santai dengan senyumannya yang dia buat semanis mungkin hingga terlihat lesung dikedua pipinya.
Dio, Dinda, Rangga dan juga Arin sudah tidak bisa menahan tawa mereka. Kenzie yang mendengar itu seketika memerah dan terdiam sesaat.
" Aneh lo ", kata itu yang berhasil keluar dari mulut Kenzie sembari sebisa mungkin ia menyembunyikan wajahnya dari Keyra.
" Kenapa gue jadi salah tingkah begini ", batin Kenzie.
" Bisa-bisanya gue dibuat salting sama bocil ", batin Kenzie lagi.
" Ciye ada yang salting kayaknya ni ", seru Dinda.
" Ciye salting niye sama adek gue ", tambah Dio.
" Ciye salting, Om Ken salting ni, becanda Om ", olok Keyra yang membuat Arin mengusap gemas puncak kepala Keyra.
" Jangan panggil gue Om, Keyra Arisha ", kesal Kenzie.
" Terus? Panggil sayang? ", tanya Keyra polos.
" Lo sakit? ", seru Ken yang aneh dengan kelakuan gadis itu.
" Gas terus dek, biar cair juga tu anak jangan jadi manusia dingin mulu ", seru Dio.
Kenzie menatap penuh peringatan pada Keyra. Keyra yang melihat itu hanya menyengir kuda.
" Peace, maaf Kak Kenzie ", ucap Keyra dengan senyum lebar sembari mengarahkan dua jari membentuk huruf V.
(Hening)
" Kak Ken, emang beneran kakak gak suka sama Keyra? ", tanya Keyra yang membuat Kenzie mendadak terbatuk mendengarnya.
" Kenapa lo? Takut ketauan? ", ledek Dio.
" Ketauan apaan Kak? ", tanya Arin.
" Hehehe ... Gak kok Ma ", saut Dio.
" Key kan Ken tadi udah bilang Nak kalau dia gak bakalan suka sama kamu, jadi mending kamu cari yang lain aja. Anak teman Papa banyak tu yang jomblo, cakep, masih muda lagi ", tutur Rangga dengan nada meledek diakhir kalimatnya.
" Teman Kakak juga banyak Dek ", Dinda menimpali.
" Iya, entar deh Kakak cariin ", Dio menambahkan.
" Yang jelas lebih cakep, lebih muda, lebih ganteng dan gak dingin kayak cowok disamping kamu itu ", sindir Dio pada Ken yang menghunuskan tatapan tajamnya.
Keyra hanya terdiam. Seketika kejadian yang membuatnya trauma kembali berputar diotaknya. Hal itu tidak lepas dari pantauan Arin dan yang lainnya.
" Gue yakin pasti traumanya Keyra ada hubungannya dengan cowok ", batin Dio.
" Keyra pernah bilang trauma. Kejadian apa sebenarnya yang membuat Keyra trauma? ", batin Ken.
" Nak, kamu kenapa? ", tanya Arin.
" Kenapa dek? Kok ngelamun? ", tanya Dinda.
" Mikirin nikah dek? ", ucap Dio mengulum senyumnya sengaja memancing berharap Keyra bisa bercerita tentang traumanya yang dia yakini ada hubungannya dengan cowok.
" Mau ngelangkahin jadinya ni? Kita gak apa-apa kok dek, iyakan Di? " tanya Dinda diakhir kalimatnya yang mendapat anggukan setuju dari Dio.
" Demi adek satu-satunya apa sih yang enggak, asal jangan nikah sama ni kambing aja ", ucap Dio sembari menunjuk Kenzie dengan dagunya.
" Keyra gak mau nikah ", seru Keyra.
.
.
.
.
.
Happy Reading ya 😊
Jangan lupa like nya ❤️
Mohon kritik dan sarannya juga 🤗
🐥🐥🐥