KEY

KEY
Bocah Aneh!


Kenzie duduk di kursi yang memang ada di balkon kamarnya. Ia menatap lurus ke depan entah apa yang ia pikirkan sejak tadi.


Drrtt .. drrtt ..


Suara panggilan di ponselnya membuyarkan lamunannya. Tertera nama sahabatnya yang membuat dia harus berurusan dengan bocah menyebalkan menurutnya itu. Orang itu tak lain ialah Dio.


' Hallo, Assalamualaikum, kenapa! ', jawab Kenzie dingin.


' Waalaikumsalam, masih marah lo sama gue ', ucap Dio terkekeh.


' Menurut lo! '


' Ya udah gue minta maaf sama lo, gue gak tau lagi harus gimana tadi, Vidi udah nitipin dia ke gue kasian itu anak kalo harus nginap ditempat lain makanya gue minta bantuan lo tadi ', ucap Dio panjang lebar menjelaskan.


' ... ', hening.


' Ken ', panggil Dio dari seberang telpon.


' Ken '


' Ken! ', panggil Dio lagi kali ini lebih keras.


Kenzie seketika menjauhkan ponselnya dari telinga mendengar suara Dio.


' Apa sih! Gue gak budek sapi! ', omel Kenzie.


' Eh kambing, gak budek gimana gue manggil tadi lo diam bae, lo denger gak gue ngomong panjang lebar tadi ', omel Dio balik.


' Ngomong apaan? ', tanya Kenzie malas.


' Ah tau ah gue sama lo, udah deh gue to the point aja gue mau ngajak lo makan malam, entar gue jemput lo jangan lupa siap-siap ', beritahu Dio.


' Gue gak bi ... ', ucap Kenzie terpotong karna ucapan Dio.


' Gue gak nerima penolakan! Perginya sehabis isya! Wassalamu'alaikum ', tutup Dio secara sepihak.


Kenzie hanya mendengus kesal dengan paksaan sahabatnya itu.


' Waalaikumsalam, dasar sapi! ', kesal Kenzie lalu berlalu kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat Maghrib yang sudah lima belas menit yang lalu dia abaikan karna melamun di balkon.


...


Sehabis Isya Dio segera menjemput Kenzie dan Keyra. Kini mobil yang digunakan Dio telah tiba diparkiran hotel tersebut. Ketika berjalan ke lorong hotel nampak dua manusia yang sama-sama keluar dari kamar mereka.


Kenzie dan Keyra berdiri didepan kamar mereka tanpa saling peduli yang tak lepas dari pandangan Dio. Entah kenapa melihat wajah dingin Kenzie dihadapkan dengan wajah Keyra yang polos membuat hal itu lucu menurutnya.


' Kenapa lo! Kesambet ? ', tegur Kenzie setelah Dio berada didekat mereka.


' Sampai kapan kalian diem-dieman, gak baik musuhan, apalagi musuhannya gak ada sebab ', ucap Dio disela tawanya.


' Tau tu kak, Keyra nyapa eh om ini malah buang muka, sama sekali gak mau liat muka Keyra, padahal kan muka Keyra imut begini ', ucap Keyra menyambar yang membuat dua lelaki dihadapannya setengah kaget dengan suara cemprengnya.


Dio seketika mengusap puncak kepala Keyra dengan gemas. Kenzie? Dia semakin kesal dengan gadis berhijab itu.


Keyra berjalan mendekat ke arah Kenzie dan menatapnya seolah tidak ada rasa takut di dirinya. Keyra menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Tangannya mengelus dadanya dan berkata tanpa suara 'sabar Key sabar '.


Kenzie yang sadar Keyra berdiri dihadapannya semakin mengalihkan pandangannya. Entah kenapa Kenzie seakan memang sengaja untuk tidak menatap manik mata gadis itu.


Dio? Dio yang melihat itu sebisa mungkin menahan tawanya.


' Kenalin nama Keyra, Keyra Arisha om ', ucap Keyra sambil mengulurkan tangannya dihadapan Kenzie yang masih menatap lurus ke depan tanpa mau menatap gadis itu.


Mendengar itu Dio seakan diingatkan tentang kejadian tadi sore sewaktu dia berkenalan dengan Keyra. Ternyata Keyra masih saja melakukan hal yang sama ketika dia berkenalan dengan Kenzie.


Kenzie yang merasa nama Keyra aneh seketika tanpa sadar menatap gadis itu. Tangannya masih saja bersedekap di dada tanpa mau menyambut uluran tangan bocah didepannya itu. Kenzie terdiam dan menatap lekat gadis itu yang tersenyum manis kearahnya.


Dio menatap Kenzie yang seketika seakan terdiam setelah bertatapan langsung dengan gadis itu. Dio bisa membaca tatapan mata Kenzie yang menatap lekat gadis itu. Entah kenapa seketika ada perasaan iba mengingat kejadian yang menimpa temannya itu yang membuat sahabatnya menjadi dingin seperti sekarang.


' Nama lo Keyra Keyra Arisha? ', tanya Kenzie memastikan setelah berhasil mengembalikan fokusnya.


Dio yang dengan jelas mendengar itu mengatupkan bibirnya agar tidak tertawa.


' Keyra Arisha om! ', ucap Keyra kesal.


' Lo bilang tadi Keyra Keyra Arisha ', bela Kenzie.


Keyra tidak menggubris karna memang salahnya yang tidak tepat merangkai kata-kata tadi.


' Om gak mau nyambut tangan Keyra, pegel om tangan Keyra ini mah ', kesal Keyra lagi sambil menatap tangannya yang masih setia menunggu sambutan tangan lelaki dihadapannya.


Kenzie menyambut dengan malas uluran tangan Keyra.


' Gue Kenzie panggil aja gue Ken ', jawab Kenzie malas dan segera melepaskan uluran tangan itu.


' Gak ah. Keyra panggil om aja ', ucap Keyra tanpa dosa.


' Ayo kak entar kemalaman, Keyra udah laper ', ajak Keyra pada Dio dan segera berjalan keluar hotel mendahului Dio dan Kenzie yang mematung.


Dio dan Kenzie menatap punggung gadis itu dan saling bertatapan. Sesaat Dio tertawa pelan sembari menggelengkan kepalanya. Dio pun berjalan menyusul diikuti Kenzie di belakang.


' Bocah aneh! ', batin Kenzie tersenyum tipis yang tidak diketahui Dio.


.


.


.


.


Selamat membaca ☺️


Minta dukungannya ya 😊